Muhammad Muslimin menunjukkan bukti percakapan di grup saat mendatangi Polres Pasuruan, kemarin.
"Saya tidak terima dituduh saya berwatak kotor. Kalau bilange ke saya langsung, mungkin saya memaklumi. Tapi karena di grup, menurut saya itu pencemaran karena belum tentu tuduhan itu benar," tandasnya.
"Robi itu pasang status di facebook bergambarkan foto tanah milik kavlingan saya, yang isinya mengatakan di situ ada lapangan sepak bola. Kemudian saya komentari, 'Mas tolong dihapus, itu bukan lapangan sepak bola, tapi tanah kavlinganku di Desa Raci, Kecamatan Bangil," aku Muslimin terkait komentar yang dimaksud Robi Alkav di chat grup tersebut.
Dari laporannya, Muslimin meminta aparat penegak hukum untuk segera mengambil langkah kepada Rayhan dan Robi.
Sementara saat HARIAN BANGSA mengonfirmasi Rayhan, ia mengaku telah mencoba menghubungi Muslimin untuk membicarakan hal tersebut. "Sebenarnya saya sudah berusaha ngajak ngopi bareng mas, sama mas Muslim tapi gak ada tanggapan. Saya WA gak ada respons, saya telepon gak diangkat," terang Rayhan.
Rayhan mengaku berharap persoalan itu bisa diselesaikan secara kekeluargaan. "Tetapi Muslim sudah terlebih dahulu mengambil langkah sesuai dengan keinginanya. "Ya itu memang hak dia mas, melaporkan. Tapi saya juga punya bukti bahwa saya berniatan baik untuk menyelesaikan persoalan itu," jelas Rayhan kepada HARIAN BANGSA saat dihubungi melalui selulernya, kemarin (6/8).
"Dia pertama kali yang nyumet (menyulut, red) masalah mas, bahkan sudah dua kali. Kalau dia memang seperti itu, ya tak jelaskan semua nanti. Saya punya bukti juga, ada terkait pesan-pesan saya sama," terang Rayhan yang merupakan putra Faizah Bordir Bangil ini. (afa/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




