Jumat, 30 Oktober 2020 08:04

Pandemi Covid-19, ​Lembaga Survei Tak Berdaya Jaga Pilkada Serentak

Senin, 10 Agustus 2020 17:10 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Nanang Fachrurrozi
Pandemi Covid-19, ​Lembaga Survei Tak Berdaya Jaga Pilkada Serentak
Surokhim Abdusalam, Peneliti Senior SSC (Surabaya Survey Center) dan Puskakom Publik (Pusat Kajian Komunikasi Publik). (foto: ist).

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pemilihan umum kepala daerah serentak yang bakal digelar pada 9 Desember 2020 mendatang, dianggap mati suri dan kurang greget, di mana peran lembaga survei dalam menjaga pilkada berintegritas, tak berdaya di tengah pandemi Covid-19.

Hal ini diungkapkan oleh Surokhim Abdusalam, Peneliti Senior SSC (Surabaya Survey Center) dan Puskakom Publik (Pusat Kajian Komunikasi Publik) kepada BANGSAONLINE.com, Senin (10/8/2020).

Menurut Surokim, sejauh ini lembaga survei di daerah menghadapi kendala teknis lapangan karena pandemi Covid-19. "Jadi banyak yang gak bisa turun lapangan, sehingga belum bisa update data-data mutakhir tentang pilkada," ujarnya.

Menurutnya, kondisi ini sebenarnya juga yang membuat pilkada terasa kurang bergairah, tidak seperti biasanya, di mana lembaga survei bisa menyuplai informasi mutakhir terkait pilkada.

"Memang sebenarnya bisa by phone tetapi tidak semua lembaga survei di daerah punya database kuat dan database telepon yang bisa dipakai sebagai basis sampling karena datangnya pandemi Covid-19 ini juga mendadak, sehingga tidak diantisipasi sebelumnya. Jelas peran lembaga survei di daerah tidak bisa maksimal dalam perhelatan pilkada kali ini," terang pria yang juga Dekan Fisip dan Dosen Komunikasi Politik Universitas Trunojoyo Madura (UTM) ini.

Sementara riset berbasis big data yang sesungguhnya, lanjut Surokim, sangat compatible dengan kondisi pandemi Covid-19 hingga kini di daerah juga masih belum populer dan juga masih belum bisa mapan secara metodologis dan akurasinya, dan masih terus dalam proses perbaikan untuk menemukan sistem yang benar-benar bisa akurat di dalam memotret fenomena yang ada.

"Sehingga belum bisa diandalkan untuk memotret realitas faktual di tingkat voters yang terus berubah dan dinamis. Situasi ini yang membuat informasi tentang pilkada dan dinamikanya tidak banyak bisa disuplai untuk memenuhi kebutuhan informasi publik," ungkapnya.

"Absennya peran lembaga survei di daerah, menjadikan dinamika pilkada adem ayem dan tak bergairah karena minimnya suplai informasi publik terkait pilkada dan dinamika mutakhirnya yang selama ini dimainkan oleh lembaga survei," pungkasnya. (nf/zar)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 28 Oktober 2020 18:30 WIB
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Selama ini, masyarakat jamak mengetahui khasiat minyak kayu putih dipakai sebagai penghilang masuk angin atau perut kembung. Jarang atau belum banyak yang tahu kalau minyak tersebut berasal dari sebuah tanaman kayu putih. ...
Senin, 12 Oktober 2020 19:15 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) minta para kepala daerah meniru Jawa Timur dan Sulawesi Selatan dalam menangani Covid-19. Dua provinsi tersebut – menurut Jokowi - mampu menekan angka kasus Covid-19."Saya mencata...
Kamis, 22 Oktober 2020 10:40 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*34. wakaana lahu tsamarun faqaala lishaahibihi wahuwa yuhaawiruhu anaa aktsaru minka maalan wa-a’azzu nafaraandan dia memiliki kekayaan besar, maka dia berkata kepada kawannya (yang beriman) ketika bercakap-ca...
Rabu, 28 Oktober 2020 10:49 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...