Ilustrasi
JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Dana Otonomi Khusus (Otsus) untuk Papua dan Papua Barat memiliki tujuan sangat efektif. Terlebih Pemerintah Pusat berencana akan memperpanjang pelaksanaan dana Otsus yang akan berakhir pada 21 Desember 2021.
Menanggapi hal tersebut, Pemerhati Papua dan Politik Global Prof. Dubes Imron Cotan mengatakan bahwa Dana Otsus Papua memiliki nilai positif. Ia mengungkapkan, ada empat pengembangan sektor, yaitu: pendidikan, kesehatan, infrastruktur pemberdayaan ekonomi lokal. Hanya saja, adanya penolakan dari masyarakat karena tidak semua merasakan manfaatnya.
BACA JUGA:
- Di Papua, Menteri ATR akan Sosialisasi Pendaftaran Tanah Ulayat dan Serahkan Sertifikat Rumah Ibadah
- Warganya jadi Korban Pembunuhan di Puncak Jaya, Wakapolres Probolinggo Kecam Tindakan KKB
- Pemkot Surabaya akan Mediasi Kelompok Papua yang Berselisih Pascainsiden Kya-Kya
- Ricuh! Aliansi Mahasiswa Papua Bubarkan Acara Seni Budaya di Kya-Kya, Ini Sebabnya
"Agar penggunaan dana Otsus Papua bisa maksimal maka harus kuat dalam pengawasan secara internal. Namun, juga juga eksternal melalui KPK, BPK, Kepolisian dan Kejaksaan," ujarnya dalam keterangan tertulisnya yang diterima BANGSAONLINE.com, Sabtu (19/9/2020).
Rilis itu disampaikan seusai acara Moya Discussion Group WAG Unity in Diversity (UID) dengan tema Dana Otsus Untuk Membangun Papua.
Menurut dia, pengawasan dalam penggunaan dana Otsus Papua tidak menunjukkan secara maksimal. Ia menambahkan, adanya penyelewengan dana Otsus mengakibatkan masyarakat tidak bisa menikmati haknya.
"Kondisi ini dimanipulasi untuk kegiatan yang dikategorikan mengganggu ketertiban," katanya.
Ia menambahkan, melalui Inpres pengelolaan dana Otsus pengawasan bisa dilakukan dari luar. Agar lebih efektif, menurut dia, Pemerintah bisa memberi peran lembaga adat. Setidaknya, terdapat tujuh wilayah adat Papua yang bisa dilibatkan dalam penggunaan tersebut. "Dengan Pemerintah turut serta melibatkannya diharapkan dana Otsus bisa maksimal. Sehingga benar-benar dirasakan hingga ke tataran masyarakat akar rumput. Terlebih lagi bisa memberi kontribusi yang positif kepada pembangunan Papua yang lebih baik,"paparnya.






