Rabu, 25 November 2020 10:02

​Gowes di Malang, Gubernur Khofifah Bersama Pangdam & Kapolda Bagi Sembako dan Masker

Sabtu, 19 September 2020 18:34 WIB
Editor: MMA
​Gowes di Malang, Gubernur Khofifah Bersama Pangdam & Kapolda Bagi Sembako dan Masker
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Forkopimda Jatim saat gowes di Kota Malang, Sabtu (19/9). foto: ist/ bangsaonline.com

MALANG, BANGSAONLINE.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali gowes bareng Forkopimda Jatim dan Malang Raya. Jika sebelumnya dilaksanakan di Kota Surabaya, Tulungagung, Kota Mojokerto, Sidoarjo, dan Kabupaten Madiun, kini Gubernur Khofifah dan Forkopimda Jatim gowes di Kota Malang, Sabtu (19/9).

Gubernur Khofifah juga kampanye agar warga Malang tetap menggunakan masker dan menerapkan protokol kesehatan (Prokes).

Dengan mengenakan kaos hitam bertuliskan "Pakai Masker" warna biru, Gubernur Khofifah bersama Kapolda Jatim Irjen Pol Fadil Imran, dan Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Widodo Iriansyah, Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono, dan Bupati Malang Sanusi, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko, dan Wali Kota Malang Sutiaji gowes bareng mulai dari Kantor Bakorwil Malang menuju Lapangan Rampal, dengan singgah di beberapa titik untuk berbagi masker di Kota Malang.

Gowes rombongan gubernur melewati rute Kantor Bakorwil Malang - Politeknik Kemenkes Malang (Polkesma) - Pasar Oro-Oro Dowo, Pasar Klojen, dan berakhir di Lapangan Rampal, Kota Malang.

Tak hanya itu, Gubernur Khofifah bersama bersama Pangdam, Kapolda, Sekdaprov, Wali Kota Batu dan Wali Kota Malang berkesempatan berhenti di beberapa titik membagikan masker dan menyosialisasikan prokes.

"Jangan lupa pakai masker dan jaga jarak nggih," tutur Gubernur Khofifah saat membagikan masker kepada salah satu penarik becak.

Di setiap titik, Gubernur Khofifah tidak lupa membagi masker sambil berpesan agar masyarakat terus patuh dan disiplin menggunakan masker yang benar. Sebab menggunakan masker saja dinilai belum cukup.

"Itulah yang dijadikan benteng terlindungi dari covid-19," ujarnya.

Selain membagikan masker, gubernur perempuan pertama di Jatim itu juga membagikan sembako kepada para pedagang kecil, para PKL, tukang becak, tukang parkir, pengendara ojol, sopir bemo, dan masyarakat kurang mampu selama perjalanan gowes.

Khofifah menyebut, bahwa saat ini terdapat perkembangan terhadap jenis masker yang disarankan dengan pertimbangan tertentu tidak diperkenakan karena tidak tidak cukup secure bagi penggunanya.

Penggunaan dan pembagian masker yang terus dilakukan jadi proses edukasi sosialisasi sejak dari Bulan Maret dan harus terus ditingkatkan, terus dijaga, serta terus disosialisasikan.

Maka, kegiatan bagi bagi masker kepada masyarakat ini supaya mereka punya stok. Kalau ada masker yang lebih digunakan. Karena mereka harus memahami, ternyata penggunaan masker terbatas setiap 4 jam sekali masker harus diganti.

"Edukasi terus kami tingkatkan. Kalau dulu cukup gunakan masker, kalau sekarang gunakan masker yang aman dan benar, berarti itu jangan di bawah hidung, apalagi di bawah dagu. Kemudian gunakan masker yang secure yang betul-betul bisa melindungi diri kita dan orang-orang yang ada di sekitar kita," tegasnya.

Saat di Poltekkes, Gubernur Khofifah berkesempatan berhenti. Di tempat tersebut, Gubernur Khofifah ingin melihat secara dekat kesiapan Poltekkes yang rencananya akan digunakan sebagai rumah sakit darurat untuk melayani warga di Malang Raya yang membutuhkan perawatan Covid-19. Agar isolasinya terkontrol lebih baik.

Gubernur Khofifah mengatakan, nantinya Poltekkes akan dipersiapkan sebagai rumah sakit lapangan yang akan menampung para pasien Covid-19. Pihak Gugus Tugas Covid-19 Jawa Timur akan melakukan pemantauan kesiapan Poltekkes baik ketersediaan bed, ruang olahraga, hingga ruang bersantai seperti cafe dan ruangan santai lainnya yang diyakini dapat mempercepat proses kesembuhan. Referensinya adalah RSDL Indrapura di Surabaya.

Salah satu alasan mempersiapkan rumah sakit darurat di malang ini, karena munculnya klaster keluarga yang melakukan isolasi mandiri di rumah, namun tidak memberikan kesembuhan signifikan. Maka, klaster rumah harus diantisipasi dengan solusi dipersiapkanlah tempat yang terkonfirmasi positif langsung dibawa ke tempat isolasi yang berbasis rumah sakit.

Karena, pasien yang terkonfirmasi ringan dan sedang bisa melakukan isolasi di rumah sakit darurat seperti di Indrapura Surabaya, dengan kesembuhan 100 persen dan meninggal 0 persen.

Tak hanya itu, Gubernur Khofifah pun berkesempatan mengingatkan warga Malang, bahwa pandemi Covid-19 masih belum selesai. Bahkan, penyebarannya pun dinilai sudah sangat meluas. Untuk itu, dirinya berharap agar semua pihak tetap mematuhi Prokes dengan ketat.

"Kepada masyarakat yang ingin menggelar hajatan seperti kemanten, cukuplah sementara waktu hanya mengadakan akad nikah tidak perlu menggelar resepsi. Keramaian keramaian dalam bentuk kegiatan apapun mohon untuk ditunda juga," pinta Gubernur Khofifah.

"Mari kita semua saling menjaga agar semuanya bisa terus sehat dan orang dekat kita juga sehat. Mari kita melindungi diri kita, dan melindungi yang lain lewat mencuci tangan, makan yang bergizi, serta olahraga yang cukup. Juga keluar rumah untuk kepentingan yang sangat penting, pakai masker dan menghindari tempat kerumunan," imbuhnya.

Dititik akhir pelaksanaan, Gubernur Khofifah juga menyapa masyarakat yang sedang melakukan aktifitas olahraga dengan kembali membagikan masker dan mengingatkan akan pentingnya menjaga jarak dan menghindarkan diri dari kerumunan sebagai upaya memutus penyebaran Covid -19. (tim) 

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 20 November 2020 22:13 WIB
SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Berbicara tentang destinasi wisata di Kabupaten Sumenep memang tak pernah sepi. Selain memiliki sejumlah tempat wisata religi dan budaya, kabupaten yang berada di ujung timur Pulau Madura ini juga memiliki segudang destina...
Selasa, 10 November 2020 09:44 WIB
Oleh: M. Mas’ud Adnan --- Peristiwa 10 November 1945 adalah tonggak sejarah sangat penting bagi bangsa Indonesia, terutama umat Islam. Sebab, pada momentum 10 November itulah, nasionalisme mendapat pemaknaan sangat signifikan dalam paradigma k...
Minggu, 22 November 2020 21:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Jumat, 06 November 2020 10:34 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...