Selasa, 01 Desember 2020 06:12

Rektor UTM Apresiasi Syafiuddin yang Desak Pemerintah dan BPWS Libatkan PT untuk Pembangunan Madura

Selasa, 22 September 2020 14:08 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Ahmad Fauzi
Rektor UTM Apresiasi Syafiuddin yang Desak Pemerintah dan BPWS Libatkan PT untuk Pembangunan Madura
H. Syafiuddin, S.Sos (kiri) bersama Rektor Universitas Trunojoyo Madura (UTM) H. Moh. Syarif saat kunjungan perseorangan di Kampus UTM.

BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Rektor Universitas Trunojoyo Madura (UTM) H. Moh. Syarif mengapresiasi upaya H. Syafiuddin, Anggota DPR RI yang telah menyuarakan UTM atau Perguruan Tinggi agar dilibatkan dalam program pembangunan daerah, khususnya di Pulau Madura.

Menurutnya, saat ini program-program Badan Pengembangan Wilayah Surabaya (BPWS) sudah banyak yang sesuai dengan hasil kegiatan yang ada di UTM. "Tinggal kita duduk satu meja, kita bisa berikan masukan, sehingga proritas kegiatannya sesuai dengan harapan masyarakat Madura," katanya saat di hubungi wartawan bangsaonline.com melalui sambungan telpon, Selasa (22/9/2020).

Syarif mengungkapkan, selama ini BPWS hanya melakukan MoU dengan UTM di satu bidang saja. "Seharusnya keseluruhan program, agar UTM dapat memberikan kontribusi pemikiran untuk pengembangan Madura," sarannya.

Ia yakin, hasil kajian, penelitian, dan riset Perguruan Tinggi dapat memberikan masukan kontribusi terhadap pembangunan daerah. "Sayang juga kalau tidak dapat digunakan. Memang selayaknya kementerian harus integrasi dan berkolaborasi dengan berbagai Perguruan Tinggi, karena setiap Perguruan Tinggi memiliki pengembangan klaster khusus setiap kampus," ucapnya.

(Syafiuddin saat meninjau Rest Area Tanean Suramadu yang masih terbengkalai. Padahal proyek ini menghabiskan anggaran Rp.800 miliar lebih, namun sampai saat ini belum bisa dimanfaatkan)

Karena itu, meminta pemerintah melalui berbagai ementerian seperti Kementerian PUPR, Kemenhub, Kemendes, dan BPWS menggandeng Perguruan Tinggi untuk merealisasikan program prioritasnya.

"Sehingga program atau kegiatan kementerian tidak mulai dari awal lagi, bahkan lebih maksimal, karena Perguruan Tinggi banyak yang telah melaksana kajian, penelitian, dan riset. Seperti UTM, telah melakukan penelitian terkait garam dan jagung, dan bahkan telah melakukan kerja sama dengan Desa Alang-Alang Kecamatan Labang, Bangkalan, terkait Smart Kampung," jelasnya

"Saat ini, UTM juga telah memiliki program role model pembelajaran di desa. Bahkan saya sudah menyampaikan kepada Sekjen Kementerian Desa. Konsepnya bagus, konsep UTM tidak kalah dengan konsep yang ada, namun belum ada tanggapan dari Sekjen Kemende," ungkapnya.

Bahkan, masih kata Syarif, selama ini pihaknya sudah beberapa kali berkirim surat ke Presiden dan Kementerian terkait penelitian dan riset terhadap garam dan jagung yang dilakukan, tapi sampai saat ini belum ada respons.

"Walaupun memiliki konsep yang bagus, namun kalau tidak ada akses ke Pemerintah Pusat dan pola pendekatan, sulit untuk dapat realisasikan," pungkasnya. (uzi/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 20 November 2020 22:13 WIB
SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Berbicara tentang destinasi wisata di Kabupaten Sumenep memang tak pernah sepi. Selain memiliki sejumlah tempat wisata religi dan budaya, kabupaten yang berada di ujung timur Pulau Madura ini juga memiliki segudang destina...
Sabtu, 28 November 2020 22:34 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Nahdlatul Ulama (NU) punya khasanah (bahasa) baru: Neo Khawarij NU. Istilah seram ini diintroduksi KH Imam Jazuli, LC, MA, untuk mestigmatisasi kelompok kritis NU: Komite Khittah Nahdlatul Ulama (KKNU). Khawarij ...
Sabtu, 28 November 2020 15:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Sabtu, 28 November 2020 12:00 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...