Sabtu, 19 Juni 2021 10:27

Peringati Hari Batik Nasional, UMKM Lochatara Produksi Batik dari Bahan Alam Nonkimia

Jumat, 02 Oktober 2020 19:14 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Muji Harjita
Peringati Hari Batik Nasional, UMKM Lochatara Produksi Batik dari Bahan Alam Nonkimia
Batik yang menggunakan bahan dari alam. (foto: ist.)

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Dengan mengambil tema batik kembali ke alam, UMKM Batik Lochatara yang beralamat di Jalan Kenanga Desa Jajar, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, berinovasi membuat motif yang menarik dan indah dengan menggunakan bahan alam. Motif batik ini diciptakan untuk memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Oktober ini.

Beberapa bahan alam tersebut antara lain, akar mengkudu, daun jati, secang, dan juga batang mahoni.

Penggunaan bahan pewarna alam di tahun 2020 paling banyak dicari oleh masyarakat. Selain warna dihasilkan lebih lembut dan soft, bahan-bahan tersebut juga mudah didapatkan dan lebih murah, jika dibandingkan dengan menggunakan pewarna sintetis atau kimia.

Menurut Hery Setiawan, pemilik Galery Batik Lochatara, penggunaan bahan dasar dari alam sudah diaplikasikan di beberapa motif Batik Lochatara yang bertemakan Alam Khadiri. Seperti Batik Mangga Podang, Batik Simpang Lima Gumul, dan Batik Kesenian Jaranan. Hal tersebut dilakukan untuk memperkenalkan potensi daerah agar masyarakat luas mengetahui keunikan Kabupaten Kediri.

BACA JUGA : 

Tekuni Usaha Batik, GTT di Kediri Terima Order hingga Luar Negeri

​Apresiasi Tenun Ikat Kediri, Khofifah: Keren Sekali, akan Jadi Ikon baru Seragam Perkantoran

​Menilik Batik Karya Kota Kediri, Memeriahkan Hari Batik Nasional 2020

Sambut Hari Batik, Road Show SFP Hadirkan Karya Stella Lewis

"Kita membuat motif-motif yang ada di area Kabupaten Kediri seperti kekayaan alam ataupun budaya yang ada karena memang saat ini yang lagi booming batik dengan pewarna alam," ucap Hery.

Meskipun lebih rumit dibandingkan dengan bahan sintetis kimia, namun penggunaan bahan alam bisa menghasilkan warna yang lebih pekat dan terlihat natural. "Dari segi kualitas alam dan kimia, pengerjaan keduanya hampir sama. Cuma warna alam tidak bisa secerah menggunakan bahan kimia," imbuh Hery.

Untuk harga jual batik dari bahan alam tidak jauh berbeda dengan harga jual batik dari bahan sintesis. Yakni di kisaran Rp 150.000 hingga Rp 400.000, tergantung tingkat kerumitan motif serta tingkat kepekatan warna yang diminta konsumen. Untuk waktu pengerjaan batik cap bahan alam, membutuhkan waktu hingga 2 hari, sedangkan batik sintetis hanya sehari.

Selain membuat motif Mangga Podang, Jaranan, dan juga SLG, dalam waktu dekat UMKM Batik Lochatara akan me-launching batik yang belum pernah dibuat oleh UMKM batik lainnya. "Yang terbaru dengan motif Bumi Kadhiri dengan penambahan gambar Gunung Kelud berasap akan kita launching dalam waktu dekat," tutup Hery.

Sementara itu salah seorang pecinta batik, Mohammad Aji dari Desa Pagu, Kecamatan Wates mengakui batik dengan pewarna alam menghasilkan motif yang lebih kalem, sehingga bisa dipakai untuk semua umur.

"Sepintas jika dilihat tidak ada perbedaan yang mencolok dengan batik pewarna sintetis pada umumnya. Namun jika dicermati, warna yang dihasilkan beda dengan tingkat kepekatan lebih tajam," ujar Aji. (adv/kominfo)

Gelar Pertemuan, Anggota Gapoktan Sumber Rejeki Lengserkan Sumadi dari Jabatan Ketua
Sabtu, 19 Juni 2021 00:20 WIB
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Gelar Pertemuan, Anggota Gapoktan Sumber Rejeki Lengserkan Sumadi dari Jabatan Ketua, Ketua Gapoktan Sumber Rejeki, Sumadi, dilengserkan dari jabatannya oleh puluhan anggota, Kamis kemarin. Ini setelah puluhan anggota...
Jumat, 04 Juni 2021 10:27 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Bukit Kehi, destinasi wisata yang satu ini berada di Kota Pamekasan. Bukit Kehi menawarkan pemandangan daerah pegunungan yang hijau mempesona. Pengunjung bahkan bisa berenang di sejuknya hawa pegunungan di pulau gar...
Sabtu, 19 Juni 2021 07:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Presiden Abraham Lincoln menjadi tonggak sejarah bagi penghapusan perbudakan di Amerika Serikat (AS). Salah satu legacy Lincoln adalah UU anti diskriminasi.Kini terhapusnya perbudakan itu dijadikan hari kemerdekaan. Terut...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Jumat, 18 Juni 2021 10:01 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...