Rabu, 02 Desember 2020 19:01

Sebanyak 30-40 Persen UMKM di Surabaya Gabung GoFood Karena Pandemi

Senin, 05 Oktober 2020 19:35 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Diyah Khoirun Nisa
Sebanyak 30-40 Persen UMKM di Surabaya Gabung GoFood Karena Pandemi
Dari kiri atas: Alfianto Domy dan VP Regional Corporate Affairs Gojek Michael Reza Say. Dari kiri bawah: Perwakilan Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) UI Dr. Paksi Walandouw dan Research Institute of Socio-Economic Development & Lecturer at Department of Economics Universitas Airlangga Rumayya Batubara. (foto: ist).

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Berdasarkan survei online yang dilakukan pada UMKM di Surabaya pada masa pandemi Covid-19, sebanyak 30 sampai 40 persen dari mereka diketahui bergabung sebagai mitra GoFood, yakni aplikasi pesan antar makanan besutan Gojek. Dengan begitu, jumlah UMKM yang bergabung meningkat. Meski begitu, sebelumnya sudah terjadi pertumbuhan dari tahun ke tahun.

Hal ini disampaikan oleh Perwakilan Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI), Dr. Paksi Walandouw dalam press conference virtual, Senin (5/1010).

Ia menjelaskan bahwa adanya riset ini menunjukkan pentingnya peran ekosistem ekonomi digital dalam membantu UMKM, khususnya usaha mikro, untuk bertahan di masa pandemi.

Kondisi pandemi, lanjutnya, tentu menguji resiliensi (ketahanan), dan kemampuan adaptasi para pelaku usaha di masa krisis. Salah satu adaptasi itu adalah adanya perubahan usaha dari yang sebelumnya tradisional menjadi usaha digital.

"Dari riset ini, tampak pula bahwa para pelaku usaha cukup realistis melihat dampak panjang dari pandemi. Akan tetapi, mereka juga tetap optimis bahwa dengan berada dalam suatu ekosistem digital, usaha mereka dapat tetap tumbuh ke depannya, dan penghasilan mereka kembali seperti sebelum pandemi," ungkapnya.

Sementara itu, Research Institute of Socio-Economic Development & Lecturer at Department of Economics Universitas Airlangga, Rumayya Batubara menambahkan bahwa menurut riset, pertumbuhan ekonomi di Jatim pada triwulan II mengalami penurunan -58 persen. Memang ada beberapa bidang usaha yang mengalami pertumbuhan seperti kesehatan dan informasi. "Ada sektor yang masih tumbuh," ujarnya dalam press conference virtual, Senin (5/10/2020).

Menurutnya, setiap 1 persen mobilitas berkurang, growth contranction bertambah 0,28 persen. Misalnya, restoran bisa tutup karena PSBB. Namun dengan adanya GoFood, masih bisa bertahan dan ada transaksi, sehingga ada pemutaran ekonomi.

Selain itu, VP Regional Corporate Affairs Gojek, Michael Reza Say mengaku bahwa pihaknya tidak hanya menawarkan fasilitas seperti GoFood, GoSend, dan lainnya yang termasuk dari sisi teknologi, tetapi juga nonteknologi seperti pelatihan dan lainnya. Salah satunya melalui kemudahan migrasi UMKM dari offline ke online, atau mempercepat UMKM untuk go digital.

"Untuk membantu mitra, kami memang melakukan dengan teknologi dan nonteknologi. Kami juga tidak hanya meningkatkan pendapatan mereka tetapi bagaimana membantu mereka dalam meningkatkan pendapatan," jelasnya.

"Sisi teknologi dan nonteknologi bisa kita padukan, sehingga bisa berjalan. Kita juga memberikan solusi seperti ketika mitra tidak dapat mobile people bisa mobile food. Jadi selain solusi pendampingan, yakni nonteknologi juga solusi teknologi dengan selalu memberikan inovasi berupa penambahan apikasi," pungkasnya. (diy/zar)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Selasa, 01 Desember 2020 16:52 WIB
PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com – Meletusnya Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, tidak mengakibatkan kenaikan material vulkanik di Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo.Namun demikian, status Gunung Bromo tetap level II atau waspada. Sehingga pengunju...
Sabtu, 28 November 2020 22:34 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Nahdlatul Ulama (NU) punya khasanah (bahasa) baru: Neo Khawarij NU. Istilah seram ini diintroduksi KH Imam Jazuli, LC, MA, untuk mestigmatisasi kelompok kritis NU: Komite Khittah Nahdlatul Ulama (KKNU). Khawarij ...
Sabtu, 28 November 2020 15:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Sabtu, 28 November 2020 12:00 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...