Senin, 08 Maret 2021 13:24

​Diterpa Isu Potensi Tsunami, Warga Pesisir Blitar Selatan Tak Resah dan Terus Aktif Melaut

Rabu, 07 Oktober 2020 15:12 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Akina Nur Alana
​Diterpa Isu Potensi Tsunami, Warga Pesisir Blitar Selatan Tak Resah dan Terus Aktif Melaut
Petugas BPBD mengecek EWS di Pantai Tambakrejo. (foto: ist).

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Riset ITB tentang potensi tsunami setinggi 20 meter tak membuat resah warga di Pesisir Pantai Blitar Selatan. Mereka masih aktif melaut setiap hari. Seperti diungkapkan Untung (42), Warga Desa Tambakrejo, Kecamatan Wonotirto.

"Kalau ada bencana apa pun itu, kami sudah siap. Karena itu memang risiko tinggal di pesisir," ujar Untung sambil menjahit jala ikan di pinggir Pantai Tambakrejo, Rabu (7/10/2020).

Selain itu, lanjut Untung, warga di Pesisir Selatan juga telah menerima sosialisasi dari Pemerintah Kabupaten Blitar melalui BPBD terkait mitigasi bencana. Selain dari BPBD, mereka juga telah banyak belajar dari bencana tsunami yang pernah menerjang Pesisir Selatan Jawa pada tahun 1994 lalu.

"Kami sering dapat sosialisasi dari pemerintah nanti kalau ada bencana harus seperti apa. Selain itu kita juga sudah pernah mengalami tsunami tahun 1994, jadi sudah ada pengalaman," terangnya.

Untung menambahkan, saat ini kegiatan melaut warga yang sebagian besar bekerja sebagai nelayan tetap berjalan seperti biasa. Mereka bahkan melaut setiap hari karena hasil tangkapan sedang bagus.

"Aktivitas melaut tetap kami lakukan seperti biasa karena tsunami itu kan tidak bisa diprediksi kapan datangnya," imbuh Untung.

Meski begitu, Untung berharap dengan adanya informasi potensi tsunami ini pemerintah lebih tanggap dan cepat memberi informasi terkait kebencanaan kepada masyarakat. Utamanya yang tinggal di pesisir.

"Ya kami berharap, pemerintah lebih cepat lagi dalam menginformasikan segala sesuatu terkait potensi bencana. Agar kami yang tinggal di pesisir ini bisa mengurangi dampak dari bencana itu sendiri. Karena di tahun 1994 dahulu saat ada tsunami kami sama sekali tidak tahu kalau itu bencana. Banyak rumah-rumah kapal nelayan hanyut dan ada satu orang korban jiwa," terangnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Blitar, Ahmad Cholik mengatakan, ada 14 desa di 4 kecamatan yang berpotensi terdampak bencana tsunami.

Empat kecamatan itu, yakni Bakung, Panggungrejo, Wonotirto, dan Wates. Dari 14 desa yang terdampak, paling luas dan banyak penduduknya adalah Desa Tambakrejo di Wonotirto.

"Berdasarkan riset memang ada potensi tsunami, dan mau tidak mau ini menimbulkan kekhawatiran di masyarakat Pesisir Selatan. Untuk itu kita menindaklanjuti dengan intens melakukan sosialisasi dan melakukan pengecekan alat Early Warning System (EWS). Dan Alhamdulillah bisa berfungsi secara normal, sudah kita tes dan Insya Allah akan berfungsi jika memang potensi itu terjadi," terang Cholik. (ina/zar)

Dua Warga Kepulungan yang Terseret Banjir Bandang Ditemukan Tewas
Kamis, 04 Februari 2021 17:21 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Dua warga Desa Kepulungan Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, yang dilaporkan hilang akibat terseret derasnya arus banjir Rabu (3/2) kemarin, akhirnya ditemukan dalam kondisi tewas, Kamis (4/2) pagi. Korban adalah ...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Senin, 08 Maret 2021 05:25 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Politik dan bisnis sama kejam. Itulah persepsi yang berkembang. Tapi Elon Musk – pemilik Tesla - orang terkaya nomor 1 di dunia - dan Jim Farley – pemilik Ford – tak saling kudeta. Justru saling respek.Padahal mer...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Sabtu, 06 Maret 2021 14:06 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...