Puluhan Warga Putat Desa Ngerong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan ramai-ramai mendatangi kantor kecamatan setempat, Jumat (9/10/2020) pagi. (foto: ist).
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Puluhan Warga Putat Desa Ngerong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan ramai-ramai mendatangi kantor kecamatan setempat, Jumat (9/10/2020) pagi. Kedatangan mereka mempersoalkan hasil tes seleksi penjaringan perangkat desa yang disinyalir ada kecurangan serta dugaan tidak netralnya pihak panitia serta kepala desa.
Para pendemo juga membawa bukti fotokopi rekapitulasi hasil ujian penjaringan perangkat desa yang digelar pada Rabu (7/10/2020) lalu.
BACA JUGA:
- Dilema PPPK dan Napas APBD Pasuruan: Komisi I DPRD Cari Formula 'Bensin'
- Kolaborasi Mas Rusdi dan Gus Shobih Wujudkan Pemerintahan Akuntabel di Kabupaten Pasuruan
- Pemkab Pasuruan Ajukan Revitalisasi Pasar Wisata Cheng Hoo Rp66 Miliar ke Pemerintah Pusat
- Wabup Pasuruan Pantau GPM Serentak di Halaman Kecamatan Kejayan
Koordinator Aksi, Gunawan menuding proses penjaringan seleksi perangkat desa tidak transparan. Selain itu, ia juga menyebut ada keterlibatan panitia serta kepala desa dalam penjaringan tersebut.
"Kami meminta rekapitulasi hasil ujian dilakukan koreksi ulang karena soal dan kunci jawaban tidak sama. Fakta itu bisa dilihat soal ujian pemerintahan dan pengetahuan umum di nomor 19," ujarnya.
Terpisah, Nur Kholis, Camat Gempol yang menemui para pendemo berjanji akan memanggil pihak-pihak terkait mulai dari panitia, kepala desa, serta pihak perguruan tinggi yang menjadi mitra dalam pembuatan soal ujian agar masalah ini tidak berlarut-larut.
"Kita secepatnya akan memanggil pihak terkait untuk menyelesaikan masalah ini," ujarnya.






