Sabtu, 06 Maret 2021 21:05

Blitar Selatan Berpotensi Tsunami, BPBD Siapkan Tempat Evakuasi di Perbukitan

Jumat, 09 Oktober 2020 16:32 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Akina Nur Alana
Blitar Selatan Berpotensi Tsunami, BPBD Siapkan Tempat Evakuasi di Perbukitan
Blitar Selatan. (foto: ist).

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Ada 14 desa dari 4 kecamatan di Kabupaten Blitar yang masuk rawan bencana tsunami. Empat kecamatan itu, di antaranya Kecamatan Wates, Kecamatan Wonotirto, Kecamatan Bakung, dan Kecamatan Panggungrejo.

Pemkab setempat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah menyiapkan sejumlah skenario evakuasi warga jika bencana benar-benar terjadi.

Kepala BPBD Kabupaten Blitar, Ahmad Cholik mengatakan, ada sejumlah titik evakuasi yang telah disiapkan. Titik-titik tersebut berada di perbukitan, namun masih dekat dengan permukiman penduduk. Salah satu tempat evakuasi yang telah disiapkan adalah perbukitan di Desa Tambakrejo, Kecamatan Wonotirto. Jaraknya hanya sekitar 1,4 kilometer dari permukiman.

"Jalur evakuasi ada di ketinggian radiusnya 1,4 kilo dari permukiman. Jadi kalau durasi gempa itu di atas dua detik itu potensi tsunami sampai ke daratan sekitar 20 menit. Ketika ada tanda tersebut Early Warning System (EWS) kita bunyikan masyarakat masih punya waktu untuk dievakuasi," ujar Cholik, Jumat (9/10/2020).

Ia mengatakan, potensi megathrust di selatan Pulau Jawa yang berpotensi menimbulkan gelombang tsunami untuk wilayah Jawa bagian Barat diprediksi mencapai 20 meter. Sedangkan untuk Jawa bagian Timur, termasuk Kabupaten Blitar gelombang tsunami diprediksi setinggi 12 meter, sehingga tempat evakuasi di perbukitan dianggap cukup untuk mengurangi dampak korban jiwa akibat bencana tsunami.

Lebih lanjut, Cholik mengatakan, akses jalan menuju tempat evakuasi kondisinya secara umum baik. Sebagian besar merupakan jalan umum yang sudah diaspal dan bisa dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat. "Jalur evakuasi juga sudah siap," imbuhnya.

Selain menyiapkan tempat evakuasi, upaya lain yang dilakukan BPBD dalam meminimalisir dampak bencana adalah intens melakukan sosialisasi. Pihaknya juga telah melakukan uji coba EWS.

"Alhamdulillah EWS bisa berfungsi secara normal, sudah kita tes dan Insya Allah akan berfungsi jika memang potensi itu terjadi," pungkas Cholik. (ina/zar)

Dua Warga Kepulungan yang Terseret Banjir Bandang Ditemukan Tewas
Kamis, 04 Februari 2021 17:21 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Dua warga Desa Kepulungan Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, yang dilaporkan hilang akibat terseret derasnya arus banjir Rabu (3/2) kemarin, akhirnya ditemukan dalam kondisi tewas, Kamis (4/2) pagi. Korban adalah ...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Sabtu, 06 Maret 2021 07:30 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Publik heboh. Itu loh, soal dana asing Rp 100 triliun yang bakal masuk Indonesia. Lewat sovereign wealth fund (SWF). Atau Lembaga Pengelola Investasi (LPI).SWF memang sedang jadi sorotan publik. Maklum, sudah banyak ...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Sabtu, 06 Maret 2021 14:06 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...