Rabu, 25 November 2020 21:26

Kekeringan Jadi Langganan di Bangkalan, ​H. Syafiuddin: Semua Pihak Harus Song Osong Lombhung

Minggu, 11 Oktober 2020 17:20 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Ahmad Fauzi
Kekeringan Jadi Langganan di Bangkalan, ​H. Syafiuddin: Semua Pihak Harus Song Osong Lombhung
H. Syafiuddin saat menjadi keynote speaker di Diskusi Kedaerahan terkait Krisis Kekeringan di Bangkalan bersama Kadis BPBD, Dinsos dan Kepala Bappeda, Ahad (11/10/2020).

BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Kekeringan dan krisis air bersih di Bangkalan menjadi ancaman setiap tahun. Sejak saya lahir sampai duduk di kursi senayan, kekeringan dan krisis air bersih masih terjadi di Bangkalan.

Hal itu diungkapkan H. Syafiuddin, S.Sos., anggota Komisi V DPR RI saat diskusi kedaerahan terkait kekeringan dan krisis air bersih di Bangkalan bersama Kepala BPBD, Dinsos, serta Kabag Keuangan yang digagas oleh Himpunan Mahasiswa Bangkalan (Himaba) di Cafe Omah Kayu, Ahad (11/10/2020).

Untuk mengatasi masalah itu, ia mengajak semua stakeholder ambil bagian dan berperan aktif. Mulai dari eksekutif, legislatif, provinsi, LSM, mahasiswa, serta media.

Menurutnya, tanpa kepedulian dan song osong lombhung (gotong royong), sulit menyelesaikan masalah bencana kekeringan serta kekurangan air bersih. "Karena kekeringan sudah masalah klasik, 85 desa dari 271 desa sudah menjadi langganan setiap musim kemarau tiba," jelasnya.

Menurutnya, goodwill dari pemkab juga dibutuhkan untuk menyelesaikan bencana tersebut. "Jangan sampai kekeringan tiba baru dropping air. Seharusnya jauh sebelumnya sudah melakukan langkah-langkah strategis terhadap pencegahan krisis kekeringan dan air bersih," katanya.

Sebagai anggota Komisi V DPR RI yang bermitra Kementerian PUPR, Syafiuddin berjanji akan memperjuangkan infrastruktur pembangunan sarana air bersih untuk mengatasi kekeringan, misalnya melalui embung.

Namun, ia juga meminta eksekutif dapat berkolaborasi dengan DPRD provinsi dan pusat. "Karena APBD Bangkalan tidak akan cukup mampu menyelesaikan krisis yang sudah klasik. Mengingat anggaran tersebut (untuk bencana, red) minim, hanya 1 miliar alokasi anggaran di BPBD," ujarnya.

Selain itu, ia berharap Pemkab Bangkalan dapat bekerja sama dengan Penguruan Tinggi seperti UTM, ITS, dan ITB. "Agar program pembangunan setiap tahunnya tidak copy paste saja, Pemkab Bangkalan harus inovatif," harap politikus PKB ini.

Kepala BPBD Kabupaten Bangkalan Rizal Moris membenarkan bahwa krisis kekeringan sudah menjadi langganan setiap musim kemarau. Ada 85 desa yang di-dropping air bersih setiap musim kekeringan.

Ia berharap, kepala desa juga dapat mengalokasikan dana desanya untuk penanggulangan kekurangan air bersih dan kekeringan. "Karena secara peranturan di Kemendes di perbolehkan," jelasnya

Sementara Kepala Bappeda Eko Setiawan, mengatakan Pemkab Bangkalan sudah melakukan beberapa treatment dalam meminimalisir masalah kekeringan di Bangkalan. Di antaranya, daerah-daerah yang memiliki pontensi mata air dilakukan pengeboran (SPAM). "Sementara di daerah susah air dilaksanakan tandon air selain membuat embung untuk menadah air hujan," jelasnya. (uzi/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 20 November 2020 22:13 WIB
SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Berbicara tentang destinasi wisata di Kabupaten Sumenep memang tak pernah sepi. Selain memiliki sejumlah tempat wisata religi dan budaya, kabupaten yang berada di ujung timur Pulau Madura ini juga memiliki segudang destina...
Selasa, 10 November 2020 09:44 WIB
Oleh: M. Mas’ud Adnan --- Peristiwa 10 November 1945 adalah tonggak sejarah sangat penting bagi bangsa Indonesia, terutama umat Islam. Sebab, pada momentum 10 November itulah, nasionalisme mendapat pemaknaan sangat signifikan dalam paradigma k...
Minggu, 22 November 2020 21:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Jumat, 06 November 2020 10:34 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...