Rabu, 21 April 2021 05:17

Soal Kenaikan Harga Tiket Pantai Boom Marina, Bapenda Ngaku Sudah Berikan Masukan ke Pengelola

Kamis, 22 Oktober 2020 00:20 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Teguh Prayitno
Soal Kenaikan Harga Tiket Pantai Boom Marina, Bapenda Ngaku Sudah Berikan Masukan ke Pengelola
Pantai Boom Marina Banyuwangi.

BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kenaikan harga tiket masuk di Pantai Boom Marina Banyuwangi yang ramai disoal warga hingga berujung pelaporan pengelola PT. PPI ke polisi oleh Dewan Pimpinan Kolektif Aliansi Rakyat Miskin (DPK-ARM), Muhamad Helmi Rosyadi pada Selasa (20/10/2020) lalu, mendapat tanggapan dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Banyuwangi.

Kepala Bapenda Banyuwangi, Alief Rachman Kartiono mengatakan, pihaknya telah memberikan masukan kepada pihak pengelola agar tidak serta merta menaikkan harga tiket masuk. Ia menyarankan agar pengelola menyesuaikan dengan kemampuan masyarakat Banyuwangi.

"Kita sudah beri masukan agar tidak menaikkan harga tiket dan menimbang kemampuan masyarakat Banyuwangi, termasuk hiburan yang disajikan," kata Alief.

Namun, Alief mengatakan bahwa pihak pemerintah daerah hanya bisa memberikan masukan, karena pengelolaan menjadi wewenang PT. PPI. Pemkab Banyuwangi hanya sebatas memberikan saran dan masukan, karena Pemkab Banyuwangi juga mendapat pemasukan pajak parkir dan hiburan.

BACA JUGA : 

Buntut Pemberhentian Ratusan THL, Gabungan LSM Tuntut Bupati Banyuwangi Copot Sekda

Paus Pembunuh yang Mati Terdampar di Pantai Bangsring Banyuwangi Akhirnya Dikubur

Tim Peneliti Gabungan Lakukan Pemeriksaan Terhadap Bangkai Paus Orca di Banyuwangi

Dewan Minta Pemkab Banyuwangi Maksimalkan Kinerja Pegawai dan Tingkatkan Layanan Kesehatan

"Pajak yang masuk ke Bapenda sesuai peraturan daerah ya pajak parkir dan hiburan. Kalau seperti ini banyak yang keberatan, ya sepi juga pemasukan pajak ke Banyuwangi," kata Alief.

Sebelumnya, Helmi melayangkan pengaduan ke Polresta Banyuwangi karena diduga kuat ada indikasi pungli dalam penarikan tiket masuk ke pantai Marina Boom. Hal tersebut diperkuat dengan keterangan dari pihak pengelola yang mengatakan jika harga tiket Rp 15 ribu per orang tersebut include dengan voucher makan atau minum sebesar Rp 4 ribu rupiah. Harga tiket tersebut belum termasuk biaya parkir kendaraan bermotor.

Voucher senilai Rp. 4.000,- itu dapat ditukarkan dengan makanan minuman ataupun barang ke pelaku UMKM yang berjualan di kawasan tersebut. Namun jika tidak ditukarkan, maka nilai voucher akan masuk ke kas pengelola.

"Jika sesuai perda, yang bisa diambil adalah biaya parkir dan hiburan, tapi kalau hiburan apa wahana atau tontonan yang disajikan?," kata Helmi heran.

Helmi mencontohkan, pembangunan hotel yang berada di pinggir laut, bukan berarti bibir pantai juga milik hotel dan dapat di pagar sesuai kemauan pengelola. Sementara di pantai Boom Marina yang disajikan hanya laut, bukan sesuatu tontonan komersial.

"Kawasan umum jika dijadikan area privat bisa-bisa hotel, pabrik yang pinggir pantai akan memagar tembok untuk dijadikan area privat," kata Helmi. (guh/rev)

​Adu Hebat Tiga Presiden, Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan (9)
Selasa, 20 April 2021 23:55 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Presiden Gus Dur mengajak jalan-jalan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton dan Presiden Prancis Jacques Shirac. Mereka pun naik pesawat terbang. Sambil ngobrol santai, mereka saling mengunggulkan negaranya masing-ma...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Selasa, 20 April 2021 09:05 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Banyak sekali para tokoh nasional – termasuk para dokter kondang – yang daftar menjadi relawan uji coba fase II Vaksin Nusantara. Tapi Dahlan Iskan tak lolos. Loh, mengapa?Simak tulisan wartawan kondang itu di Dis...
Selasa, 20 April 2021 00:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*60. Wa-idz qaala muusaa lifataahu laa abrahu hattaa ablugha majma’a albahrayni aw amdhiya huqubaanDan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada pembantunya, “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke ...
Minggu, 18 April 2021 12:17 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...