Sabtu, 06 Maret 2021 21:30

Masyarakat Perlu Informasi Positif Soal Pasien Covid-19 dan Tenaga Medis

Jumat, 23 Oktober 2020 22:16 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Diyah Nisa
Masyarakat Perlu Informasi Positif Soal Pasien Covid-19 dan Tenaga Medis
Perwakilan Dewan Pers, Asep Setiawan (atas) dan Praktisi Kesehatan, Lula Kamal.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ketakutan yang berlebihan dan ketiadaan informasi yang memadai membuat sebagian masyarakat bereaksi berlebihan terhadap mereka yang terpapar virus Covid-19 dan tenaga medis yang menanganinya. 

Melalui kegiatan webinar, Jumat (23/10), Satgas Covid-19 bersama Dewan Pers berupaya mengubah stigma tersebut. Wabinar itu mengambil Stigmatisasi terhadap Penderita Covid-19 dan Tenaga Medis.

Salah satu pembicara yakni Lula Kamal sebagai praktisi kesehatan menyampaikan terkait bagaimana penyampaian informasi yang harus diberikan media terhadap Covid-19. Apakah harus menakut-nakuti supaya orang jera, atau harus bersifat positif supaya orang tidak takut. Karena keduanya berdampak terhadap masyarakat luas.

"Kita memilih memberikan informasi yang mana, pertimbangannya harus benar-benar supaya tidak salah. Memang sejauh ini kan media punya karakter dan pembaca masing-masing. Saya hanya berharap jangan mengintimidasi pihak yang berdampak. Baik itu pasien, dokter, atau pihak yang berhubungan di situ," ujarnya.

Baginya, tenaga medis sudah berusaha dan memberikan loyalitas tinggi. "Tidak baik menyalahkan mereka. Sebenarnya yang harus menyadarkan masyarakat yang tidak patuh adalah semuanya. Dalam hal ini, semua berperan penting. Bangaimana supaya orang pakai masker tanpa kena sanksi dulu, bagaimana membiasakan cuci tangan itu sangat sulit dilakukan," paparnya.

Terkait pemberitaan, Lula mengingatkan untuk judul pemberitaan sebaiknya sama dengan isi tulisan karena orang Indonesia sukanya hanya membaca judul berita saja, tidak membaca isinya. Ia berpesan, dampak pandemi seperti selalu pakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak harus biasa dilakukan.

"Meskipun pakai masker ribet, tetap harus dilakukan. Kita harus membangkitkan orang lain untuk terus melakukan protokol kesehatan," ajaknya.

Perwakilan Dewan Pers, Asep Setiawan juga berpesan pada media untuk tidak menimbulkan permasalahan dalam memberikan informasi pada masyarakat. Baik media dan pemerintah perperan penting dalam penyebaran informasi.

"Kita juga harus apresiasi pada dokter, perawat dan pihak yang terkait di dalamnya. Kita harusnya memberikan informasi yang positif. Hal ini salah satu yang dapat mengurangi penyebaran Covid-19," paparnya. (diy/ian)

Dua Warga Kepulungan yang Terseret Banjir Bandang Ditemukan Tewas
Kamis, 04 Februari 2021 17:21 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Dua warga Desa Kepulungan Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, yang dilaporkan hilang akibat terseret derasnya arus banjir Rabu (3/2) kemarin, akhirnya ditemukan dalam kondisi tewas, Kamis (4/2) pagi. Korban adalah ...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Sabtu, 06 Maret 2021 07:30 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Publik heboh. Itu loh, soal dana asing Rp 100 triliun yang bakal masuk Indonesia. Lewat sovereign wealth fund (SWF). Atau Lembaga Pengelola Investasi (LPI).SWF memang sedang jadi sorotan publik. Maklum, sudah banyak ...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Sabtu, 06 Maret 2021 14:06 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...