
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Kegembiraan terpancar di wajah Irma Wahyu Suryaningsih (40). Harapan ibu tiga anak ini mendapatkan Banpres untuk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) senilai Rp 2,4 juta terwujud.
"Alhamdullilah, permohonan kami untuk mendapatkan Banpres sudah cair. Banpres ini sangat membantu bagi kami. Kami akan memanfaatkan Banpres untuk mengembangkan usaha," ujar Irma Wahyu Suryaningsih, Jumat (23/10/2020).
Irma Wahyu Suryaningsih, warga RT 06 RW 05 Perumahan Taman Candiloka, Desa Ngampelsari, Kecamatan Candi, Sidoarjo sejak dua bulan lalu menggeluti kerajinan konektor tali masker hijab. Usaha yang digeluti di rumahnya itu dilakukan, setelah perempuan kelahiran Surabaya itu kena PHK dari tempatnya bekerja sebagai karyawan di Gedangan Sidoarjo.
"Karena pandemi (Covid-19) saya tidak bekerja. Ada teman menawari saya, bisa nggak membuat konektor pengaitnya masker. Saya coba, ternyata bisa. Kemudian kami pasarkan lewat jaringan pertemanan, akhirnya jalan seperti sekarang," urai Irma.
Di awal menggeluti usaha ini, Irma tidak banyak memproduksi konektor tali masker hijab. Ini karena terbentur modal. Itu sebabnya, begitu Banpres UMKM cair, 18 Oktober 2020, Irma memanfaatkannya untuk membeli kain sebagai bahan membuat konektor tali masker hijab.
"Sekarang bahan kainnya lebih banyak, sehingga produksinya juga lebih banyak. Selain itu Banpres UMKM ini akan saya belikan mesin yang lebih besar," papar Irma yang mengaku belum pernah mendapat bantuan.
Ada dua macam konektor tali masker hijab yang diproduksi Irma, yakni kancing dan perekat. Harganya berbeda.
"Harga per biji yang kancing antara Rp 4.500 sampai Rp 5.000 yang kretekan (perekat) per biji antara Rp 5.000 sampai Rp 6.000," jelasnya.
Disinggung kendala yang dihadapi, Irma mengaku masih soal pemasaran. "Sejauh ini permintaan masih antar-teman, sehingga tidak terlalu banyak. Seminggu sekitar 100 biji," tandas Irmas yang mengajukan permohonan Banpres UMKM lewat Koperasi Az-Zahro Perumahan Taman Candiloka, Desa Ngampelsari, Kecamatan Candi, Sidoarjo pada Agustus 2020.
Konektor tali masker hijab ini sudah banyak digunakan warga RW 05 Perumahan Taman Candiloka, Desa Ngampelsari, Kecamatan Candi, Sidoarjo. Salah satunya Atik Atul Aidiyah. Menurut Atik, dia merasa lebih longgar saat memakai masker yang menggunakan konektor tali hijab.
"Rasanya kalau menggunakan konektor ini lebih longgar, tidak terlalu rapat. Kalau kita memakai masker tanpa konektor agak ketat, umumnya seperti itu," ujar Atik.
Dari pengalaman yang dirasakan, Atik menyebut, konektor tali masker hijab bisa digunakan berulang kali, karena terbuat dari kain, sehingga bisa dicuci. "Harganya juga ekonomis," terangnya.
Program Banpres UMKM di tengah pandemi Covid-19 ini masuk tahap II, yang penyalurannya terus dilakukan dan pendaftaran masih dibuka hingga akhir November 2020.
Sebelumnya, program direncanakan ditutup akhir September 2020, namun karena kuota belum habis maka pendaftaran diperpanjang. Di tahap II ini, terdapat 3 juta kuota penerima bantuan. Sehingga, total kuota penerima Banpres UMKM bertambah, dari 9 juta menjadi 12 juta orang. (cat/rev)