Kamis, 04 Maret 2021 13:56

​Mengunjungi Candi Dorok, Destinasi Wisata Benda Cagar Budaya di Puncu Kediri

Selasa, 10 November 2020 16:34 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Muji Harjita
​Mengunjungi Candi Dorok, Destinasi Wisata Benda Cagar Budaya di Puncu Kediri
Salah seorang pengunjung saat mengamati kaki Candi Dorok yang tampak berlumut. (foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE)

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Di masa pandemi ini, tempat-tempat wisata di Kabupaten Kediri memang belum dibuka. Namun, ada beberapa tempat wisata yang tetap bisa dikunjungi, meski harus menerapkan protokol kesehatan.

Salah satunya adalah Candi Dorok. Untuk mencapai Candi Dorok yang terletak di Dusun Dorok, Desa Manggis, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri ini, pengunjung harus menempuh perjalanan sekitar 15 km dari pusat kota Pare arah timur.

Candi Dorok sendiri terbuat dari batu bata. Dikarenakan telah terkubur cukup lama dan belum dilakukannya renovasi, mengakibatkan batu bata di candi ini tampak berwarna putih seperti warna tanah yang ada di sekitarnya dan banyak ditumbuhi lumut pada bagian dasarnya. Bangunan candi ini terletak di bawah permukaan tanah sedalam 3 meter.

Candi Dorok ditemukan oleh seorang warga secara tidak sengaja, saat hendak menanam bibit pohon melinjo di pekarangan rumahnya. Adalah Tumidi (66), pemilik lahan di mana Candi Dorok itu ditemukan.

Tumidi mengatakan, dirinya menemukan candi itu pada tahun 1996 lalu saat sedang menggali tanah yang rencananya akan ditanami pohon melinjo. Tiba-tiba cangkul yang digunakannya mengenai tumpukan batu bata. Ketika digali lebih dalam dan makin melebar, ternyata batu bata tersebut membentuk bidang segi empat.

"Saya lalu lapor pemerintah desa yang diteruskan ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kediri," kata Tumidi, Selasa (10/11/2020).

Menurut Tumidi, penggalian selanjutnya dilakukan oleh BPCB Jawa Timur yang menyimpulkan bahwa tumpukan batu bata tersebut merupakan bagian dari badan candi yang hal itu berarti pula bagian atas dari Candi Dorok ini sudah tidak ada lagi.

Tumidi menuturkan, tanah yang ada di sekitar candi lalu digali sehingga membentuk bidang segi empat dan disediakan sebuah tangga yang menjorok ke bawah sehingga bisa digunakan oleh pengunjung untuk melihat lebih dekat bagian dasar candi. Sedangkan, pada bagian atas candi telah dibangun atap dari seng untuk mencegah terjadinya kerusakan akibat panas dan hujan.

Belum ada penjelasan secara lebih mendetail akan asal usul atau sejarah yang berkaitan dengan pendirian candi ini. Tetapi berdasarkan bahan pembentuk candi, diperkirakan candi ini berasal dari abad ke-10 Masehi atau di Zaman Kerajaan Kediri.

"Saat pandemi ini, Candi Dorok memang ditutup sesuai anjuran pemerintah. Tapi, ada saja pengunjung yang datang untuk melihat-lihat Candi Dorok," pungkas Tumidi. (uji/zar)

Dua Warga Kepulungan yang Terseret Banjir Bandang Ditemukan Tewas
Kamis, 04 Februari 2021 17:21 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Dua warga Desa Kepulungan Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, yang dilaporkan hilang akibat terseret derasnya arus banjir Rabu (3/2) kemarin, akhirnya ditemukan dalam kondisi tewas, Kamis (4/2) pagi. Korban adalah ...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Rabu, 03 Maret 2021 05:40 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Data ini benar-benar mengejutkan. Bayangkan. Dari 1.000 orang Indonesia, 950 orang kekurangan vitamin D. Loh, bukankah sinar matahari di Indonesia melimpah?Ternyata sinar matahari saja tidak cukup. Lalu harus ditambah ...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Sabtu, 27 Februari 2021 11:53 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...