Beberapa perahu yang sempat tenggelam dan akhirnya sudah dievakuasi ke bibir pantai.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Gelombang air pasang menerjang di pesisir timur, pemukiman warga Bulak Cumpat, Kecamatan Bulak Kota Surabaya, Rabu (11/11) malam. Akibatnya, 39 perahu nelayan setempat mengalami kerusakan, bahkan empat di antaranya sempat tenggelam. Selain itu sejumlah peralatan nelayan juga hilang.
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini langsung meninjau pemukiman nelayan dan memimpin kerja bakti di sana pada tadi pagi setelah mendapat informasi tersebut. Bahkan, saat melihat beberapa perahu mengalami kerusakan, ia langsung menginstruksikan jajarannya untuk membantu para nelayan itu memperbaiki perahu mereka.
BACA JUGA:
- Revitalisasi Dikebut, 5 Pasar Tradisional Surabaya Ditarget Tuntas Pertengahan Mei 2026
- Bukan Cagar Budaya Asli, Pemkot Surabaya Hapus Status dan Bongkar Fasad Eks Toko Nam
- Pendaftaran Beasiswa Pemuda Tangguh Dibuka, Pemkot Surabaya Fokus Jemput Bola untuk Warga Desil 1-5
- Surabaya Kejar Penunggak Nafkah, Sistem Notifikasi Muncul Otomatis
"Saya habis sholat subuh tadi langsung lari ke Kenjeran untuk melihat kondisinya. Lalu jam 7 pagi, saya baru sampai rumah dinas. Kenapa saya melakukan itu, karena saya tidak mau terlambat," katanya seusai meninjau permukiman nelayan.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPB) dan Linmas Kota Surabaya, Irvan Widyanto mengatakan, Pemkot Surabaya telah mengantisipasi prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akan terjadinya gelombang air pasang di pesisir timur Surabaya.
"Untuk prediksi BMKG kita sosialisasikan. Selain itu, kita juga ada layar monitor (Weather Information Display) di dekat Taman Suroboyo yang bisa dipantau oleh semua warga kampung nelayan dan juga di beberapa titik yang sudah dipasang pemkot," kata Irvan, Kamis (12/11).
Irvan menyebut, Pemkot Surabaya juga melakukan upaya mitigasi bencana. Seperti apa yang harus masyarakat pesisir pantai lakukan ketika terjadi gelombang air pasang. "Mungkin evakuasinya seperti apa, kemudian evakuasi perahu seperti apa, kemudian kontak 112 untuk bantuan," ujarnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




