Kamis, 03 Desember 2020 17:31

Ngaji Sejarah, Syafiuddin Minta Generasi Muda Lestarikan Nilai-nilai Leluhur

Sabtu, 14 November 2020 23:53 WIB
Editor: Tim
Wartawan: Ahmad Fauzi
Ngaji Sejarah, Syafiuddin Minta Generasi Muda Lestarikan Nilai-nilai Leluhur
Acara Ngaji Sejarah yang digelar Himpunan Mahasiswa Bangkalan (Himaba) di Geger Bangkalan, Sabtu (14/11/2020). foto: fauzi/ bangsaonline.com

BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Anggota DPR RI, H. Syafiuddin, meminta generasi muda menjaga dan melestarikan nilai-nilai warisan sejarah leluhur. Yaitu dengan cara memelihara situs sejarah, melestarikan, dan melakukan perawatan. Karena hal itu mengandung nilai budaya leluhur.

Hal itu disampaikan H. Syafiuddin saat menjadi native speaker Ngaji Sejarah dengan tema "Menelisik Sejarah Madura Barat dan Pemberdayaan Pariwisata Bangkalan" di Kecamatan Geger, Sabtu (14/11/2020). Acara ini digelar Himpunan Mahasiswa Bangkalan (Himaba).

Menurut politikus PKB itu, peninggalan sejarah leluhur dapat menjelaskan peninggalan masa lalu para leluhur bagi generasi mendatang. Oleh karena itu, peninggalan sejarah Bujuk Geger (Sayyid Abu Nihas) penting mendapatkan perhatian bagi masyarakat, pemerintah daerah, sampai pemerintah pusat.

Ia menambahkan, Bujuk Geger dekat dengan petilasan Potre Koneng yang ada di Kecamatan Geger bukan hanya memberikan pemahaman akan seorang ulama besar, akan tetapi akan memberikan dampak terhadap peningkatan perekonomian di sekitar.

"Wisata religi di Geger jika ditingkatkan dan dibangun akan menarik wisatawan, baik dari Madura maupun dari luar Madura. Dengan banyak wisatawan yang datang ke Geger, nantinya akan menumbuhkan nilai ekonomi masyarakat sekitar," ujarnya.

Oleh sebab itu, Abah Syafi' - sapaan akrab Syafiuddin - minta agar peninggalan sejarah tetap dipelihara dan dilestarikan. Ia berjanji membantu untuk pelestariannya, lewat pembangunan desa wisata di Desa Geger, baik wisata religi maupun wisata alam.

Narasumber lain, Raden Panji Mustari Cakradingrat meminta para mahasiswa dan intelektual untuk melestarikan sejarah dan merawatnya.

Sementara tokoh muda Geger, Soleh Abdi Jaya meminta kehadiran Pemerintah Daerah, Provinsi, dan Pusat untuk bersama-sama membangun, mengembangkan, dan mensosialisasikan wisata Bukit Geger Bangkalan. Karena akses jalan menuju Bukit Geger infrastruktur jalan belum baik dan rusak. Bahkan jalannya masih sempit.

Menurut dia, Bukit Geger, Maqbaroh Sayyid Abu Nihas, dekat petilasan Potre Koneng. Para peziarah yang datang ke Geger, biasanya melewati rute Syaikhona Kholil, Air Mata Ebuh, dan kemudian Bujuk Geger. (uzi)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Selasa, 01 Desember 2020 16:52 WIB
PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com – Meletusnya Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, tidak mengakibatkan kenaikan material vulkanik di Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo.Namun demikian, status Gunung Bromo tetap level II atau waspada. Sehingga pengunju...
Sabtu, 28 November 2020 22:34 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Nahdlatul Ulama (NU) punya khasanah (bahasa) baru: Neo Khawarij NU. Istilah seram ini diintroduksi KH Imam Jazuli, LC, MA, untuk mestigmatisasi kelompok kritis NU: Komite Khittah Nahdlatul Ulama (KKNU). Khawarij ...
Rabu, 02 Desember 2020 21:44 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Kamis, 03 Desember 2020 15:46 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, dosen Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wonocolo Surabaya. Silakan kirim...