Kamis, 03 Desember 2020 17:04

​Lestarikan Jaran Kepang dan Bantengan, Kota Batu Raih 2 WBTB

Senin, 16 November 2020 20:49 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Agus Salimullah
​Lestarikan Jaran Kepang dan Bantengan, Kota Batu Raih 2 WBTB
Penghargaan berupa sertifikat saat diserahkan langsung oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa ketika mengikuti event Aktivasi Seni Budaya Daerah 2020 di Pantai Villa Solong, Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (14/11/2020) lalu. (foto: ist)

KOTA BATU, BANGSAONLINE.com - Dianggap mampu melestarikan kesenian Jaran Kepang dan Bantengan, Kota Batu meraih penghargaan 2 Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Dua kesenian tersebut diketahui tengah menjadi identitas budaya yang tumbuh berkembang di Kota Batu sejak pra kemerdekaan hingga saat ini.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Arief As Siddiq mengatakan, penghargaan berupa sertifikat itu diserahkan langsung Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat mengikuti event Aktivasi Seni Budaya Daerah 2020 di Pantai Villa Solong, Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (14/11/2020) lalu.

Arief mengungkapkan, kesenian Jaran Kepang dan kesenian Bantengan merupakan WBTB yang telah dilestarikan masyarakat Kota Batu secara turun-temurun. Bahkan dua warisan tersebut, menurutnya sudah berkembang pesat di Bumi Kota Batu.

“Misalnya untuk kesenian Bantengan itu mampu membentuk komunitas yang tergabung dalam Bantengan Nuswantoro dan memiliki anggota ribuan orang. Bahkan setiap tahunnya Pemkot Batu memberikan support dan masuk dalam agenda kesenian tahunan yang mampu menarik wisatawan, baik domestik dan mancanegara untuk hadir dan berpartisipasi,” paparnya.

Sementara untuk Jaran Kepang, lanjut dia, hampir setiap desa/kelurahan di Kota Batu memiliki komunitas. Bahkan, kesenian tersebut menjadi pembuka setiap kegiatan di desa, seperti bersih desa hingga hajatan.

“Dengan dua Warisan Budaya Tak Benda yang diraih itu, berharap masyarakat bisa terus mempertahankan kesenian yang ada di tiap desa/kelurahan. Misalnya kesenian yang telah ada dan eksis sampai saat ini di Kota Batu, seperti Glendo Barong dan Sanduk,” kata dia.

Pihaknya juga berharap ke depan lebih banyak tradisi yang ditetapkan. Apresiasi ini harus menjadi semangat bagi pemda untuk memfasilitasi dan masyarakat untuk terus lebih giat menjaga dan melestarikan tradisi leluhur. (asa/zar)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Selasa, 01 Desember 2020 16:52 WIB
PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com – Meletusnya Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, tidak mengakibatkan kenaikan material vulkanik di Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo.Namun demikian, status Gunung Bromo tetap level II atau waspada. Sehingga pengunju...
Sabtu, 28 November 2020 22:34 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Nahdlatul Ulama (NU) punya khasanah (bahasa) baru: Neo Khawarij NU. Istilah seram ini diintroduksi KH Imam Jazuli, LC, MA, untuk mestigmatisasi kelompok kritis NU: Komite Khittah Nahdlatul Ulama (KKNU). Khawarij ...
Rabu, 02 Desember 2020 21:44 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Kamis, 03 Desember 2020 15:46 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, dosen Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wonocolo Surabaya. Silakan kirim...