Senin, 19 April 2021 15:22

​Program Jatim Cerdas Terwujud, Ini Prestasi Pendidikan Jawa Timur di Tengah Covid-19

Rabu, 18 November 2020 21:00 WIB
Editor: MMA
​Program Jatim Cerdas Terwujud, Ini Prestasi Pendidikan Jawa Timur di Tengah Covid-19
Gubernur Jawa Timur Khofiffah Indar Parawansa saat memberi penghargaan para siswa di Sekapuk Gresik Jawa Timur. foto: ist/ bangsaonline.com

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Tepuk tangan riuh rendah disertai sujud syukur yang mendalam mewarnai rumah ribuan siswa di Jawa Timur. Malam itu (16/10) Pusat Prestasi Nasional Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI mengumumkan secara daring hasil Kompetisi Sains Nasional (KSN) yang merupakan salah satu kompetisi pendidikan paling bergengsi di Indonesia dengan Juara Umumnya adalah Jawa Timur.

Perolehan 70 medali yang terdiri dari 19 medali emas, 24 perak, dan 27 perunggu, telah mewujudkan mimpi dunia pendidikan Jawa Timur untuk menjadi juara umum KSN setelah menunggu 18 tahun sejak aktif mengikuti kompetisi tersebut mulai tahun 2002.

Tentu saja prestasi sebagai juara umum KSN 2020 ini bukanlah satu-satunya prestasi yang diukir oleh siswa siswi Jatim. Masih ada ratusan prestasi berskala nasional dan internasional yang telah diraih selama tahun 2020 ini, termasuk didalamnya siswa siswi Jatim menjadi yang terbanyak di Indonesia diterima di Perguruan Tinggi melalui jalur SMNPTN.

Semangat insan pendidikan di Jatim untuk mencapai prestasi terbaiknya tidak surut walaupun dalam masa Pandemi Covid-19. Justru di masa pandemi ini berbagai kompetisi terutama yang diselengarakan secara _online_ diikuti dengan penuh antusiasme. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi berbagai prestasi tersebut.

BACA JUGA : 

Dewan Nilai Pemprov Berhasil Menjaga Iklim Investasi di Jawa Timur

Gubernur Khofifah Letakkan Batu Pertama Pembangunan Rumah Korban Gempa di Jogomulyan

Terima Bantuan dari Pemprov Jateng dan DIY, Khofifah Percepat Penanganan Daerah Terdampak Bencana

Salat Tarawih di Masjid Al-Falah, Gubernur Khofifah Apresiasi Prokesnya yang Ketat

’’Dalam suasana pandemi seperti ini, justru anak-anak Jawa Timur menunjukkan prestasi terbaiknya. Para kepala sekolah dan guru pun telah menunjukkan kinerja terbaik membangun generasi emas Jawa Timur yang lebih kreatif dan inovatif disertai dengan akhlak yang mulia, kata Khofifah.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Wahid Wahyudi, menegaskan, berbagai prestasi dan inovasi pendidikan di Jawa Timur menunjukkan bahwa ekosistem pendidikan Jawa Timur di masa kepemimpinan Khofifah Indar Parawansa sebagai Gubernur dan Emil Elistianto Dardak sebagai Wakil Gubernur telah terbangun lebih kondusif untuk meningkatkan standar kualitas pendidikan di Jawa Timur.

“Program Jatim Cerdas yang merupakan salah satu program prioritas dari Nawa Bhakti Satya Pemerintah Provinsi jawa Timur dibawah kepemimpinan Ibu Khofifah dan Pak Emil bukan sekedar isapan jempol belaka. Program ini telah menjadi pemicu inovasi dan prestasi pendidikan di Jawa Timur,” katanya.

Lebih lanjut, Wahid Wahyudi menegaskan berbagai kebijakan yang disertai dengan skema anggaran yang memadai telah menjadi stimulasi tumbuh kembangnya inovasi dan prestasi pendidikan. Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BPOPP) untuk 4.000 lebih SMA, SMK, dan SLB negeri dan swasta dengan 1,3 juta lebih siswa di Jatim yang dilaksanakan sejak Tahun 2019, selain telah meringankan biaya yang dikeluarkan oleh para orang tua, program ini juga menjadikan ruang fiskal sekolah lebih leluasa untuk mendorong inovasi dan prestasi di masing-masing satuan pendidikan.

Peningkatan kesejahteraan para guru dan tenaga Kependidikan, khususnya untuk 20 ribu lebih Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) juga menjadi wujud perhatian Pemprov Jatim terhadap kualitas pendidikan. SMK Pengampu, SMA Pengimbas, Pesantren Vokasi (SMK Mini), SMA double track, peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan serta program lain menyangkut peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan adalah bagian dari program pendidikan yang dijalankan secara berkelanjutan selama ini untuk memacu percepatan kualitas pendidian di Jawa Timur.

“Dalam RAPBD Tahun 2021, Pemprov Jatim menganggarkan Rp 11,868 triliun untuk membiayai sektor pendidikan. Itu artinya setara 51,74 persen anggaran perangkat daerah akan digunakan untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di Jatim,” tegas Khofifah Indar Parawansa, Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur ini.

Dalam rangka optimalisasi kualitas dan serapan lulusan SMA, SMK, dan SLB di Jawa Timur, Pemprov Jatim juga telah mengembangkan ekosistem kerjasama dengan banyak dunia usaha, dunia industri dan perguruan tinggi. Salah satu contoh, baru-baru ini (28/10), telah ditandatangani kerjasama antara PT Maspion dengan 300 SMK di Jawa Timur yang disaksikan langsung Gubernur Jawa Timur.

Kerja sama yang yang telah dilakukan dengan ratusan perusahaan dalam dan luar negeri ini memberikan peluang luas bagi para lulusan sekolah di Jatim untuk lebih cepat bekerja. Contoh konkret adalah SMKN Grati Kabupaten Pasuruan, SMK Muhammadiyah Gondanglegi Malang, SMK PGRI 2 Ponorogo, yang bekerja sama dengan ratusan perusahaan dalam dan luar negeri, sehingga lulusannya 90% lebih bisa langsung diterima kerja di perusahaan-perusahaan tersebut.

Program Jatim Cerdas Pemprov Jatim tidak hanya melahirkan alumni sekolah yang siap kerja, tapi juga andal dalam berwirausaha. Banyak sekolah yang secara khusus juga menyiapkan siswa siswinya untuk menjadi start up dan wirausahawan muda. SMKN Tutur Kabupaten Pasuruan, dan SMK PGRI 1 Mejayan Kabupaten Madiun adalah contoh sekolah yang memiliki program khusus untuk kewirausahaan.

Tidak hanya pada jenjang pendidikan SMK, program-program di SMA juga telah dirancang untuk mengembangkan kompetensi kewirausahaan siswa. Program SMA double track kerja sama Dinas Pendidikan Jawa Timur dengan ITS Surabaya adalah salah satu bentuk program untuk meningkatkan kemampuan vokasional dan kewirausahaan siswa SMA.

Selama masa pandemi Covid-19 meskipun sebagian anggaran dialihkan untuk penanganan pandemi ini, perhatian Pemprov Jatim untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan tidaklah surut. Berbagai inovasi pembelajaran terus dikembangkan baik yang berbasis daring maupu luring. Pengembangan kompetensi guru untuk pembelajaran daring, pengembangan learning management system, kerja sama dengan komunitas dan pemerintah Kabupaten/Kota dan Desa, penyediaan anjungan belajar mandiri untuk sekolah yang belum terjangkau internet adalah sebagian dari inovasi yang telah dicetuskan selama masa pandemi. (tim)

Teh Panas Rp 5.000, Teh Dingin Rp 10.000, Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan (7)
Minggu, 18 April 2021 22:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com –Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan kali ini M Mas’ud Adnan – sang narator - mereview tentang orang Madura yang tiba-tiba haus. Ia pun pergi ke warung di pinggir jalan. Ia membeli teh. Di warung itu semua barang yang ...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Senin, 19 April 2021 05:29 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Dua guru besar ini punya integritas dan reputasi tinggi di bidangnya masing-masing. Nah, Dahlan Iskan kali ini tak banyak menulis. Tapi menurunkan pandangan dua profesor yang dua-duanya kontra dan kritis terhadap Vaksin...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Minggu, 18 April 2021 12:17 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...