Minggu, 17 Januari 2021 01:22

Menafsir Relief Gua Selomangleng Kota Kediri, Ternyata Kediri Pernah Punya Pemakaman Terbuka

Sabtu, 28 November 2020 18:57 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Muji Harjita
Menafsir Relief Gua Selomangleng Kota Kediri, Ternyata Kediri Pernah Punya Pemakaman Terbuka
Acara seminar di Museum Airlangga Kota Kediri. (foto: ist.)

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Rupanya tak hanya di Trunyan, Kediri pun pernah memiliki pemakaman terbuka (open burial) sebagaimana terukir di salah satu relief Gua Selomangleng, Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto. Hal ini disampaikan oleh Dwi Cahyono, arkeolog, di acara seminar di Museum Airlangga Kota Kediri, 27-28 November 2020.

Acara yang digelar oleh Dinas Kebudayaan Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Kota Kediri ini menghadirkan pembicara terdiri dari arkeolog Dwi Cahyono, Novi Bahrul Munib, dan Yusuf Munthaha (videografer film dokumenter).

Menurut penafsiran Dwi Cahyono, berdasarkan relief Gua Selomangleng, gua ini merupakan gua buatan untuk bertapa. Hal ini bisa dilihat dari namanya, yaitu selomangleng, berasal dari kata “selo” (batu) dan “leng” (lubang). Hal itu juga dikuatkan adanya relief bertuliskan anagram berangka tahun 1353 Saka (1431 Masehi). Sementara itu, ada pula penafsiran bahwa gua itu dibuat tahun 988 tahun saka.

“Relief gua ini dipahat di atas batu breksivulkanik yang sangat keras, lebih keras dari batu andesit. Sebagaimana penafsiran relief yang ada, kemungkinan dipakai lintas generasi,” kata Dwi.

Lanjut Dwi, di relief tersebut terdapat banyak sekali kisah, termasuk adanya peta tentang lanskap yang kini menjadi wilayah Kota Kediri. Hal yang tak kalah menarik, bahwa Dwi menafsirkan adanya pemakaman terbuka yang terukir di gua ini.

“Jadi dulu di sini ada pemakaman terbuka (open burial) yang ditunjukkan adanya relief tengkorak dan badan yang tinggal rangka di bagian dada. Hanya titiknya ada di mana, kita masih akan observasi,” tambah Dwi.

Dalam hal pengarsipan, Yusuf menyampaikan tantangan dalam membuat video dokumentasi gua yang sangat gelap. “Saya harus memastikan bahwa gambar yang terekam jelas dan detail. Bahkan kalau ada sisi yang gelap pun saya perjelas, siapa tahu ada informasi di sana,” kata Yusuf

Pada hari kedua, Dwi menyampaikan materi tentang jambangan batu koleksi Museum Airlangga sebagai satu-satunya jambangan batu yang memiliki banyak ukiran yang pernah ditemukan.

Sementara itu, Indah Setyowati, Kasie Kepurbakalaan Museum Airlangga, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi dan literasi tentang sejarah Gua Selomangleng. "Selama ini kami memang belum punya sejarah gua yang detail," kata Indah Setyowati, Sabtu (28/11).

Hal serupa juga disampikan oleh Nur Muhyar, Kepala Disbudparpora Kota Kediri. Ia berharap dengan adanya informasi yang semakin banyak tentang Gua Selomangleng akan memberikan ilmu pengetahuan untuk generasi yang akan datang.

“Saya harap, setelah Covid-19 saat museum dibuka, lebih banyak anak muda yang berkunjung ke museum dan belajar,” kata Nur Muhyar. (uji/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Minggu, 17 Januari 2021 01:07 WIB
LUMAJANG, BANGSAONLINE.com-Gunung Semeru yang terletak di Lumajang Jawa Timur meletus kembali, Sabtu (16/1/2021). “Sore ini, jam 17.24 Gunung Semeru mengeluarkan awan panas. Dengan jarak 4,5 kilo. Daerah sekitar Sumber Mujur dan Curah Koboan, sa...
Senin, 11 Januari 2021 16:42 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Kerusuhan politik yang dilakukan pendukung fanatik Presiden Donald Trump menelan banyak korban jiwa. Setidaknya, empat pendukung Trump dan dua polisi dikabarkan meninggal dunia terkait aksi demo anarkis di Gedung Cap...
Sabtu, 16 Januari 2021 19:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*50. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa kaana mina aljinni fafasaqa ‘an amri rabbihi afatattakhidzuunahu wadzurriyyatahu awliyaa-a min duunii wahum lakum ‘aduwwun bi/sa lil...
Sabtu, 26 Desember 2020 12:03 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...