Rabu, 21 April 2021 14:23

​Aksi Sinergi Anak Negeri, Mahasiswa Papua: Bolehkah Kami Menjadi Presiden Indonesia?

Senin, 30 November 2020 23:55 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: M Didi Rosadi
​Aksi Sinergi Anak Negeri, Mahasiswa Papua: Bolehkah Kami Menjadi Presiden Indonesia?
Aksi Sinergi Anak Negeri se-Malang Raya digelar pada Senin (30/11/2020). foto: istimewa

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Suara dari Pemuda Papua menggelegar di antara massa aksi Sinergi Anak Negeri se-Malang Raya, Senin (30/11/20). Aksi ini adalah bentuk komitmen untuk menangkal gerakan radikalisme dan separatisme yang mengancam persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Seorang perwakilan mahasiswa asal Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, Musa Nehemia Kurube membacakan pernyataan kebangsaan berjudul Papua Anak Kandung Ibu Pertiwi.

Pada salah satu bait dia bertanya, bolehkah kami menjadi Presiden Indonesia? Sontak bait pernyataan mahasiswa Papua itu mendapatkan perhatian dari beberapa elemen anak bangsa dari organisasi kepemudaan dan mahasiswa. Seperti Kelompok Cipayung, Banser, GP Ansor, Pemuda Pancasila, GM FKPPI serta Aremania dan Duta Pancasila. Appalus bergema. Tanda dukungan kepada keinginan saudara-saudara mereka di Papua.

Musa-begitu panggilannya, datang ke acara tersebut atas inisiatifnya sendiri bersama beberapa rekannya. Kebetulan, mereka sebelumnya juga aktif dalam aksi kemanusiaan peduli penanganan Covid-19 dalam wadah Malang Bersatu Lawan Corona (MBLC). Musa saat ini tengah menempuh studi di STIA Malang.

BACA JUGA : 

Gubernur Khofifah Letakkan Batu Pertama Pembangunan Rumah Korban Gempa di Jogomulyan

Kiai Asep-Gus Barra Bantu 2 Truk Beras-Mie-Sarung-Uang, Lurah Ini Ngaku Pendukung Berat Khofifah

Yang Rusak Berat Dapat Rp 50 Juta, ​77 Tempat Ibadah Terdampak Gempa di Jatim

Satlantas Polres Kediri Kota Sosialisasi Safety Riding dan Terbitkan SIM bagi Mahasiswa Papua

Ketua PD XIII GM FKPPI Jatim, Ir. R. Agoes Soerjanto, terusik dengan pernyataan mahasiswa Papua tersebut. Ia mendukung keinginan anak-anak muda Papua agar bisa berkarya, bekerja, dan berprestasi tidak hanya untuk di daerah asalnya di Papua. Tetapi mereka punya hak untuk bisa mendapatkan akses pekerjaan di mana saja.

"Kita mengajak kepada seluruh jajaran pemerintah daerah untuk membuka tangan untuk bisa menerima tenaga-tenaga terampil adik-adik kita dari Papua, mereka seperti di Malang juga kuliah dan bagus nilai dan kemampuannya, mungkin bisa dijadikan tenaga pengajar, guru, atau PNS. Atau bisa diberi akses bekerja di sektor swasta, semuanya harus memberikan dukungan yang luar biasa. Tidak harus mereka kembali ke Papua, tapi bekerja di manapun di bumi NKRI," kata Agoes lewat keterangan tertulisnya. (mdr/ian)

​Adu Hebat Tiga Presiden, Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan (9)
Selasa, 20 April 2021 23:55 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Presiden Gus Dur mengajak jalan-jalan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton dan Presiden Prancis Jacques Shirac. Mereka pun naik pesawat terbang. Sambil ngobrol santai, mereka saling mengunggulkan negaranya masing-ma...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Rabu, 21 April 2021 06:05 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Mengerikan. Mobil mewah Tesla terbakar. Yang menjadi misteri, tak ditemukan mayat di kursi kemudi. Mayat hanya ditemukan di kursi samping dan jok belakang.Apa sistem autopilot yang jadi kebanggaan Tesla tidak berfung...
Selasa, 20 April 2021 00:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*60. Wa-idz qaala muusaa lifataahu laa abrahu hattaa ablugha majma’a albahrayni aw amdhiya huqubaanDan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada pembantunya, “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke ...
Minggu, 18 April 2021 12:17 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...