Minggu, 24 Januari 2021 22:07

​Aksi Sinergi Anak Negeri, Mahasiswa Papua: Bolehkah Kami Menjadi Presiden Indonesia?

Senin, 30 November 2020 23:55 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: M Didi Rosadi
​Aksi Sinergi Anak Negeri, Mahasiswa Papua: Bolehkah Kami Menjadi Presiden Indonesia?
Aksi Sinergi Anak Negeri se-Malang Raya digelar pada Senin (30/11/2020). foto: istimewa

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Suara dari Pemuda Papua menggelegar di antara massa aksi Sinergi Anak Negeri se-Malang Raya, Senin (30/11/20). Aksi ini adalah bentuk komitmen untuk menangkal gerakan radikalisme dan separatisme yang mengancam persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Seorang perwakilan mahasiswa asal Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, Musa Nehemia Kurube membacakan pernyataan kebangsaan berjudul Papua Anak Kandung Ibu Pertiwi.

Pada salah satu bait dia bertanya, bolehkah kami menjadi Presiden Indonesia? Sontak bait pernyataan mahasiswa Papua itu mendapatkan perhatian dari beberapa elemen anak bangsa dari organisasi kepemudaan dan mahasiswa. Seperti Kelompok Cipayung, Banser, GP Ansor, Pemuda Pancasila, GM FKPPI serta Aremania dan Duta Pancasila. Appalus bergema. Tanda dukungan kepada keinginan saudara-saudara mereka di Papua.

Musa-begitu panggilannya, datang ke acara tersebut atas inisiatifnya sendiri bersama beberapa rekannya. Kebetulan, mereka sebelumnya juga aktif dalam aksi kemanusiaan peduli penanganan Covid-19 dalam wadah Malang Bersatu Lawan Corona (MBLC). Musa saat ini tengah menempuh studi di STIA Malang.

Ketua PD XIII GM FKPPI Jatim, Ir. R. Agoes Soerjanto, terusik dengan pernyataan mahasiswa Papua tersebut. Ia mendukung keinginan anak-anak muda Papua agar bisa berkarya, bekerja, dan berprestasi tidak hanya untuk di daerah asalnya di Papua. Tetapi mereka punya hak untuk bisa mendapatkan akses pekerjaan di mana saja.

"Kita mengajak kepada seluruh jajaran pemerintah daerah untuk membuka tangan untuk bisa menerima tenaga-tenaga terampil adik-adik kita dari Papua, mereka seperti di Malang juga kuliah dan bagus nilai dan kemampuannya, mungkin bisa dijadikan tenaga pengajar, guru, atau PNS. Atau bisa diberi akses bekerja di sektor swasta, semuanya harus memberikan dukungan yang luar biasa. Tidak harus mereka kembali ke Papua, tapi bekerja di manapun di bumi NKRI," kata Agoes lewat keterangan tertulisnya. (mdr/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Minggu, 17 Januari 2021 10:07 WIB
Oleh: M. Aminuddin --- Peneliti Senior Institute for Strategic and Development Studies (ISDS)--- Di awal tahun 2021 ini Kemendikbud telah merelease tekadnya untuk melanjutkan apa yang disebutnya sebagai transformasi pendidikan dan pemaju...
Sabtu, 16 Januari 2021 19:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*50. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa kaana mina aljinni fafasaqa ‘an amri rabbihi afatattakhidzuunahu wadzurriyyatahu awliyaa-a min duunii wahum lakum ‘aduwwun bi/sa lil...
Sabtu, 26 Desember 2020 12:03 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...