Minggu, 17 Januari 2021 01:36

​Kerja Bakti Gali Tanah, Warga Desa Menang Kediri Temukan Objek Diduga Cagar Budaya

Minggu, 06 Desember 2020 10:38 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Muji Harjita
​Kerja Bakti Gali Tanah, Warga Desa Menang Kediri Temukan Objek Diduga Cagar Budaya
Nino Subekti, saat menunjukkan tumpukan batu bata kuno yang diduga sebagai objek cagar budaya. (foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE)

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Sebuah objek diduga cagar budaya, berupa struktur batu bata kuno, ditemukan oleh warga Desa Menang, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri saat akan menggali tanah untuk pelebaran area Sendang Widodaren.

Sendang Widodaren sendiri terletak di sebelah selatan, kurang lebih 1,5 km dari Sendang Tirto Kamandanu yang diyakini sebagai tempat bersuci Raja Kediri Sri Aji Jayabaya sebelum moksa.

Nino Subekti, salah seorang aktivis lingkungan yang sedang melakukan aksi tanam pohon di area Sendang Widodaren, mengatakan bahwa awal penemuan struktur batuan ini saat masyarakat setempat melakukan kegiatan kerja bakti di sisi utara Sendang Widodaren.

"Agar area lebih luas, warga menggelar kerja bakti dengan menggali tanah di sisi utara sendang. Kemudian tak sengaja waktu menggali menemukan tumpukan bata kuno," kata Nino Subekti di sela-sela aksi tanam penghijauan bersama warga, Minggu (6/12/2020).

Menurut Nino, tim dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri sudah mengecek ke lokasi penemuan objek diduga cagar budaya tersebut. Tetapi, sejauh ini belum diketahui bentuk apa sebenarnya.

"Beberapa hari lalu, sudah ada petugas yang mengecek ke sini. Namun tindak lanjutnya, kami belum mengetahui," imbuh Nino Subekti yang juga Anggota Pegiat Lingkungan Eks Putra-Putri Pramuka Indonesia (EPPI) itu.

Sementara itu, Kabid Sejarah dan Purbakala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri Yuli Marwantoko mengatakan bahwa pihaknya sudah meninjau lokasi penemuan benda objek diduga cagar budaya di area Sendang Widodaren di Desa Menang, Kecamatan Pagu tersebut.

"Langkah yang kami lakukan adalah mengirimkan surat ke BPCB Trowulan untuk ditindaklanjuti. Harapannya pihak BPCB Trowulan segera melakukan survei," katanya.

Yuli menambahkan bahwa pihaknya sudah mengidentifikasi, dugaan sementara bahwa penemuan ini masuk objek cagar budaya kuno. "Tentu dugaan awal ada, tetapi kami belum bisa berasumsi lebih banyak lagi mengenai asal batuan ini dari kerajaan apa. Nanti kita tunggu kajian lebih jauh lagi dari pihak BPCB Trowulan Jatim untuk identifikasi lebih lanjut lagi," ujar Yuli.

Perlu diketahui, bahwa tidak jauh dari area Sendang Widodaren Desa Menang, terdapat Petilasan Raja Kediri Sri Aji Jayabaya. Dari catatan yang ada, Raja Sri Aji Jayabaya berkuasa sekitar tahun 1135 M hingga 1157 M. Raja ini bergelar Sri Maharaja Sang Mapanji Jayabhaya Sri Warmeswara Madhusudana Awataranindita Suhtrisingha Parakrama Uttunggadewa.

Pada masa pemerintahan Sri Aji Jayabaya, Kerajaan Kediri mencapai puncaknya. Pada masa tersebut, Panjalu mampu mengalahkan Jenggala dan menguasai seluruh tahta Airlangga. Dalam pemerintahan Jayabaya, seluruh wilayah Kediri bisa bersatu. (uji/zar)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Senin, 11 Januari 2021 16:42 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Kerusuhan politik yang dilakukan pendukung fanatik Presiden Donald Trump menelan banyak korban jiwa. Setidaknya, empat pendukung Trump dan dua polisi dikabarkan meninggal dunia terkait aksi demo anarkis di Gedung Cap...
Sabtu, 16 Januari 2021 19:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*50. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa kaana mina aljinni fafasaqa ‘an amri rabbihi afatattakhidzuunahu wadzurriyyatahu awliyaa-a min duunii wahum lakum ‘aduwwun bi/sa lil...
Sabtu, 26 Desember 2020 12:03 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...