Rabu, 16 Juni 2021 14:49

Tafsir Al-Kahfi 42-44: Al-Walayah dan Al-Wilayah

Minggu, 20 Desember 2020 12:44 WIB
Editor: Redaksi
Tafsir Al-Kahfi 42-44: Al-Walayah dan Al-Wilayah
Ilustrasi. foto: merdeka.com

Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*

42. wauhiitha bitsamarihi fa-ashbaha yuqallibu kaffayhi ‘alaa maa anfaqa fiihaa wahiya khaawiyatun ‘alaa ‘uruusyihaa wayaquulu yaa laytanii lam usyrik birabbii ahadaan

Dan harta kekayaannya dibinasakan, lalu dia membolak-balikkan kedua telapak tangannya (tanda menyesal) terhadap apa yang telah dia belanjakan untuk itu, sedang pohon anggur roboh bersama penyangganya (para-para) lalu dia berkata, “Betapa sekiranya dahulu aku tidak mempersekutukan Tuhanku dengan sesuatu pun.”

43. walam takun lahu fi-atun yanshuruunahu min duuni allaahi wamaa kaana muntashiraan

BACA JUGA : 

Tafsir Al-Kahfi 65: Khidir A.S., Nabinya Komunitas Green Peace

Tafsir Al-Kahfi 61-64: Guru Mendatangi Murid atau Murid Mendatangi Guru

Tafsir Al-Kahfi 61-64: Andai Android Zaman Musa A.S.

Tafsir Al-Kahfi 60: Kecongkakan Nabi Musa A.S.

Dan tidak ada (lagi) baginya segolongan pun yang dapat menolongnya selain Allah; dan dia pun tidak akan dapat membela dirinya.

44. hunaalika alwalaayatu lillaahi alhaqqi huwa khayrun tsawaaban wakhayrun ‘uqbaan

Di sana, pertolongan itu hanya dari Allah Yang Mahabenar. Dialah (pemberi) pahala terbaik dan (pemberi) balasan terbaik.

TAFSIR AKTUAL

"Hunalik al-walayah li Allah al-Haq". Al-Walayah milik Allah, mutlak. Ini ungkapan akhir, sehingga para makhluk sadar betul bahwa hanya Allah SWT saja yang berkuasa dan bisa berbuat segalanya.

Tesis itu bisa merupakan acapan Tuhan sendiri ketika menghardik para hamba dan bisa pula sebagai ungkapan para hamba yang memelas ketika berada di hadapan pengadilan Tuhan.

Jika diaktualkan ke kehidupan kini, maka kalimat di atas adalah ucapan akhir setiap kali seseorang mengalami akibat dari apa yang telah diperbuat. Mereka yang berbuat baik dan menuai hasilnya, maka begitulah harusnya berucap. Andai saja menuai keburukan karena perbuatannya, maka begitu pula harusnya berucap. Artinya, tidak ada hamba yang bisa lepas dari genggaman Tuhan, sadar atau tidak.

Kata walayah (tafh waw) dan wilayah (karsah waw) sama, dengan makna kekuasaan, kewilayahan, kasih sayang. Namun sebagian ulama membedakan, bahwa al-walayah (tafh waw) artinya kasih sayang, identik dengan al-muwalah dan senada dengan firman-Nya, "Allah waliyy al-ladzin amanu.." (al-baqarah:257).

Dengan bacaan ini maka tonjolannya adalah sifat Tuhan yang maha Kasih. Artinya, kasih sayang Tuhan itu besar, didahulukan ketimbang sifat kekuasaan dan keadilan-Nya. Mengampuni orang berdosa lebih dikedepankan daripada menghukum dan menyiksanya.

Sementara dibaca al-Wilayah (kasrah waw) bermakna kekuasaan, kemampuan, senada dengan firman-Nya "wa al-amr yaumaidz li Allah", (al-infithar akhir). Artinya, Tuhan itu bersikap sangat adil dan fair. Memberi pahala bagi yang berbuat kebajikan dan menghukum bagi yang bersalah. Ini dulu yang mesti diterapkan. Perkara nanti ada kebijakan, seperti mengampuni, mengurangi siksaan, dan sebagainya itu soal lain.

Al-Imam Abu Ubaid menambahkan, bahwa jika dibaca dengan fath huruf waw (walayah), maka itu sifat khusus Tuhan dan lebih dioperasionalkan di akhirat. Tapi bila dibaca dengan kasrah huruf waw (wilayah), maka itu untuk makhluq yang operasionalnya di dunia. Allah a'lam.

*Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag adalah Mufassir, Pengasuh Rubrik Tafsir Alquran Aktual HARIAN BANGSA, dan Pengasuh Pondok Pesantren Madrasatul Qur’an (MQ), Tebuireng, Jombang. 

Demam Euro 2021, Warga Desa di Pasuruan Ini Kibarkan Ratusan Bendera Ukuran Raksasa
Senin, 14 Juni 2021 23:58 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Euforia sepak bola Piala Eropa atau Euro tahun 2021 menggema di seluruh penjuru dunia, tak terkecuali di tanah air. Warga pesisir di Kabupaten Pasuruan misalnya, mereka ikut memeriahkan perhelatan Euro 2021 dengan mema...
Jumat, 04 Juni 2021 10:27 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Bukit Kehi, destinasi wisata yang satu ini berada di Kota Pamekasan. Bukit Kehi menawarkan pemandangan daerah pegunungan yang hijau mempesona. Pengunjung bahkan bisa berenang di sejuknya hawa pegunungan di pulau gar...
Rabu, 16 Juni 2021 08:42 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Laksamana Sukardi, mantan politikus PDIP, menulis buku. Baru terbit. Ia menceritakan perisitiwa pemecatan dirinya sebagai Menteri BUMN. Yang hanya menjabat 6 bulan. Ia dipecat Presiden Gus Dur. Karena ada lapora...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Sabtu, 12 Juni 2021 09:55 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...