Senin, 17 Mei 2021 23:14

Pengusaha Bunga Hias Tetap Eksis di Tengah Pandemi

Minggu, 20 Desember 2020 17:22 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Muji Harjita
Pengusaha Bunga Hias Tetap Eksis di Tengah Pandemi
Faiz (kaos putih), pemilik kios bunga Lek Faiz saat melayani pengunjung yang sedang melihat Bunga Monstera Varigata di kiosnya. foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Usaha bunga hias ternyata tetap menjanjikan di tengah pandemi Covid-19 ini. Buktinya, banyak pengusaha bunga hias baik di kota maupun di Kabupaten Kediri masih bisa menjalankan usahanya. Bahkan, mereka masih bisa menggelar pameran bunga hias di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Kediri.

Faiz, pemilik kios bunga Lek Faiz saat ditemui di sela-sela pameran bunga hias tersebut, menjelaskan bahwa usaha bunga miliknya mulai dirintis sekitar tahun 2004 lalu.

Menurut warga Dusun Mangunrejo, Desa Bangkok, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri ini, setiap tahun atau waktu-waktu tertentu, pasti ada jenis bunga yang ngetop dan diburu para kolektor. Seperti gelombang cinta yang diburu kolektor pada kisaran tahun 2005-2006.

Menurut Faiz, gelombang cinta yang merupakan salah satu jenis Anthurium pernah menjadi tanaman yang hits hingga berharga ratusan juta rupiah per pohon. Tren tanaman Anthurium ini berlangsung pada kurun waktu 2006 hingga 2008 lalu. Orang berburu tanaman ini untuk diadikan koleksi.

BACA JUGA : 

Kadin Kabupaten Kediri Siapkan Sarpras Pendukung Bandara Dhoho

Suvenir Topeng dan Jaranan Kediri Rambah Turki dan Jepang, Disambangi Ketua Kadin

Tinjau Operasi Pasar Murni, Wali Kota Kediri Imbau Masyarakat Belanja Secara Bijak dan Cerdas

BI-Pemkab Kediri Luncurkan Digitalisasi Pasar Papar, Seluruh Pedagang Layani Transaksi Via QRIS

Seiring berjalannya waktu, pamor gelombang cinta ini akhirnya jatuh juga. Lalu, baru-baru ini jagat maya digemparkan seseorang di Kediri yang menukar mobil keluaran tahun 2010 senilai Rp 105 juta dengan sebuah bunga jenis caladium atau keladi dan 3 batang philodendron.

Sementara untuk di kiosnya, Faiz mengungkapkan harga bunga tertinggi adalah jenis Monstera Varigata yang harganya mencapai 4 juta rupiah per batang atau tergantung jumlah daunnya. Pernah bunga Monstera Varigata miliknya laku 1,5 juta rupiah untuk satu batang dengan 1 daun.

"Monstera Varigata itu ada dua jenis, yaitu kuning dan putih. Yang mahal adalah Monstera Varigata warna kuning, harga per daunnya bisa mencapai Rp. 6 juta. Ada juga bunga hias jenis Hookeri Varigata yang harganya bisa mencapai Rp. 1,5 juta," kata Faiz yang juga dosen di sebuah Perguruan Tinggi Swasta di Kediri itu, , Minggu (20/12).

Ditambahkan oleh Faiz, untuk saat ini bunga yang sedang hits atau naik daun adalah jenis keladi yang harganya juga mencapai jutaan rupiah.

"Ada juga Caladium yang dijual Rp. 75 - 150 ribu per pot, Alocasia Vivipara (jenis lompong) dari Kalimantan, harganya berkisar Rp. 100- Rp. 200 ribuan. Selanjutnya ada jenis Siam Aurora, Hookeri Merah, Suksom, Dud AnJamani, Red King, Pink Anjamani, Kastuba, Kaladiva, Singonium, Suruh Mutasi dan Begonia jenis Iron Cross," terang Faiz.

Faiz mengakui, saat awal-awal pandemi dirinya sempat agak kesulitan untuk mengirim pesanan ke luar Jawa yang dipesan secara online. Karena waktu itu penerbangan memang dihentikan karena pendemi.

"Alhamdulillah, pada dua bulan terakhir ini, pengiriman bunga hias ke luar Jawa sudah lancar," pungkas Faiz. (uji/rev)

Artis Greta Garbo Ajak Nikah ​Albert Einstein
Rabu, 12 Mei 2021 04:07 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan episode 30 mereview cerita Gus Dur tentang fisikawan Albert Eintein dan model cantik Greta Garbo. “Anekdot ini saya ambil dari buku berjudul Gus Dur hanya Kalah dengan Orang Madura,...
Sabtu, 15 Mei 2021 22:16 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Bunga tabebuya, khususnya yang berwarna kuning, bermekaran lagi di jalanan Kota Surabaya. Bunga berwarna kuning indah itu semakin mempercantik jalanan, terutama jalan protokol pada saat Idul Fitri atau lebaran kali i...
Senin, 17 Mei 2021 18:27 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Munculnya buzzer dan influencer dalam media sosial (medsos) mengungkap realitas sosial keagamaan secara telanjang. Fenomena ini terlihat dari konten atau narasi yang diproduksi para buzzer dan influencer. Umpatan kasar...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Jumat, 14 Mei 2021 10:11 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Won...