Sabtu, 27 Februari 2021 14:35

Tafsir Al-Kahfi 46: Al-Baqiyat Al-Shalihat

Senin, 28 Desember 2020 13:13 WIB
Editor: Redaksi
Tafsir Al-Kahfi 46: Al-Baqiyat Al-Shalihat
Ilustrasi guru sedang mengajar mengaji. foto: Taufiq/ Masalembo.com

Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*

46. almaalu waalbanuuna ziinatu alhayaati alddunyaa waalbaaqiyaatu alshshaalihaatu khayrun ‘inda rabbika tsawaaban wakhayrun amalaan

Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amal kebajikan yang terus-menerus adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.

TAFSIR AKTUAL

Al-baqiah, artinya sesuatu yang tetap, yang terus ada, yang tersisa. Al-shalihah, artinya yang bagus. Suatu amal yang bagus yang tetap ada hingga bisa dinikmati di akhirat nanti, itulah al-baqiyat al-shalihat. Bisa berupa perbuatan (fi'liyah) dan bisa berupa perkataan (qauliyah).

Sektor amal perbuatan seperti mewakafkan sebagian harta lillahi ta'ala, membuat sumur, saluran air, irigasi untuk semua kebutuhan makhluk. Selain itu bisa membuat jalan, jembatan, menanam pohon, penghijauan, sungguh amal-amal mulia, yang bukan hanya manusia saja yang menikmati, jin dan binatang melata dan jasad renik pun mengucapkan terima kasih.

Sektor ucapan, ada al-baqiyat al-shalihat yang "qashirah", kebajikannya bersifat pribadi, untuk diri sendiri dan ada yang "muta'addiyah", kebajikannya dinikmati pula oleh orang lain.

Al-qashirah berupa kalimah-kalimah thayyibah apa saja. Semisal Subhan Allah, wa al-hamd li Allah, wa la ilah illa Allah, wa Allah akbar, wa la haul wa la quwwah illa bi Allah al-'aliy al-'adhim. Pewirid kalimah ini tercatat sebagai orang shalih spiritual, tetapi hanya untuk diri sendiri.

Sedangkan al-muta'addiyah seperti mendidik, mengajarkan ilmu, dan pengetahuan, membimbing membaca al-qur'an, melatih kerja, keterampilan, dan sebagainya, maka kebagusannya bisa dinikmati orang lain. Inilah yang disebut ilmu manfaat, kebajikannya terus berjalan menambah pundi-pundi pahala.

Bila harus dipilah secara tegas dan mudah, maka ladang itu ada dua. Ada ladang dunia, yaitu harta dan anak keturunan dan ada ladang akhirat, yaitu al-baqiyat al-shalihat. Kadang ada orang yang punya keduanya: ladang dunia dan ladang akhirat dan itu hebat. Kadang punya sebagian dan sebagian. Yang dihindari adalah jangan sampai tidak punya ladang akhirat.

Dua Warga Kepulungan yang Terseret Banjir Bandang Ditemukan Tewas
Kamis, 04 Februari 2021 17:21 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Dua warga Desa Kepulungan Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, yang dilaporkan hilang akibat terseret derasnya arus banjir Rabu (3/2) kemarin, akhirnya ditemukan dalam kondisi tewas, Kamis (4/2) pagi. Korban adalah ...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Sabtu, 27 Februari 2021 06:11 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Perdebatan Dahlan Iskan, wartawan kawakan, dengan Irwan Hidayat, pemilik pabrik jamu Sido Muncul ini menarik. Irwan Hidayat mengaku sukses karena hoki, bukan hasil kerja keras. Tapi Dahlan Iskan menolak, tak percaya...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Sabtu, 27 Februari 2021 11:53 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...