Sabtu, 19 Juni 2021 11:15

Tafsir Al-Kahfi 46: Al-Baqiyat Al-Shalihat

Senin, 28 Desember 2020 13:13 WIB
Editor: Redaksi
Tafsir Al-Kahfi 46: Al-Baqiyat Al-Shalihat
Ilustrasi guru sedang mengajar mengaji. foto: Taufiq/ Masalembo.com

Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*

46. almaalu waalbanuuna ziinatu alhayaati alddunyaa waalbaaqiyaatu alshshaalihaatu khayrun ‘inda rabbika tsawaaban wakhayrun amalaan

Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amal kebajikan yang terus-menerus adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.

TAFSIR AKTUAL

BACA JUGA : 

Tafsir Al-Kahfi 65: Khidir A.S., Nabinya Komunitas Green Peace

Tafsir Al-Kahfi 61-64: Guru Mendatangi Murid atau Murid Mendatangi Guru

Tafsir Al-Kahfi 61-64: Andai Android Zaman Musa A.S.

Tafsir Al-Kahfi 60: Kecongkakan Nabi Musa A.S.

Al-baqiah, artinya sesuatu yang tetap, yang terus ada, yang tersisa. Al-shalihah, artinya yang bagus. Suatu amal yang bagus yang tetap ada hingga bisa dinikmati di akhirat nanti, itulah al-baqiyat al-shalihat. Bisa berupa perbuatan (fi'liyah) dan bisa berupa perkataan (qauliyah).

Sektor amal perbuatan seperti mewakafkan sebagian harta lillahi ta'ala, membuat sumur, saluran air, irigasi untuk semua kebutuhan makhluk. Selain itu bisa membuat jalan, jembatan, menanam pohon, penghijauan, sungguh amal-amal mulia, yang bukan hanya manusia saja yang menikmati, jin dan binatang melata dan jasad renik pun mengucapkan terima kasih.

Sektor ucapan, ada al-baqiyat al-shalihat yang "qashirah", kebajikannya bersifat pribadi, untuk diri sendiri dan ada yang "muta'addiyah", kebajikannya dinikmati pula oleh orang lain.

Al-qashirah berupa kalimah-kalimah thayyibah apa saja. Semisal Subhan Allah, wa al-hamd li Allah, wa la ilah illa Allah, wa Allah akbar, wa la haul wa la quwwah illa bi Allah al-'aliy al-'adhim. Pewirid kalimah ini tercatat sebagai orang shalih spiritual, tetapi hanya untuk diri sendiri.

Sedangkan al-muta'addiyah seperti mendidik, mengajarkan ilmu, dan pengetahuan, membimbing membaca al-qur'an, melatih kerja, keterampilan, dan sebagainya, maka kebagusannya bisa dinikmati orang lain. Inilah yang disebut ilmu manfaat, kebajikannya terus berjalan menambah pundi-pundi pahala.

Bila harus dipilah secara tegas dan mudah, maka ladang itu ada dua. Ada ladang dunia, yaitu harta dan anak keturunan dan ada ladang akhirat, yaitu al-baqiyat al-shalihat. Kadang ada orang yang punya keduanya: ladang dunia dan ladang akhirat dan itu hebat. Kadang punya sebagian dan sebagian. Yang dihindari adalah jangan sampai tidak punya ladang akhirat.

Gelar Pertemuan, Anggota Gapoktan Sumber Rejeki Lengserkan Sumadi dari Jabatan Ketua
Sabtu, 19 Juni 2021 00:20 WIB
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Gelar Pertemuan, Anggota Gapoktan Sumber Rejeki Lengserkan Sumadi dari Jabatan Ketua, Ketua Gapoktan Sumber Rejeki, Sumadi, dilengserkan dari jabatannya oleh puluhan anggota, Kamis kemarin. Ini setelah puluhan anggota...
Jumat, 04 Juni 2021 10:27 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Bukit Kehi, destinasi wisata yang satu ini berada di Kota Pamekasan. Bukit Kehi menawarkan pemandangan daerah pegunungan yang hijau mempesona. Pengunjung bahkan bisa berenang di sejuknya hawa pegunungan di pulau gar...
Sabtu, 19 Juni 2021 07:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Presiden Abraham Lincoln menjadi tonggak sejarah bagi penghapusan perbudakan di Amerika Serikat (AS). Salah satu legacy Lincoln adalah UU anti diskriminasi.Kini terhapusnya perbudakan itu dijadikan hari kemerdekaan. Terut...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Jumat, 18 Juni 2021 10:01 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...