Senin, 19 April 2021 15:55

Tapak Tilas Jejak Perdamaian Nasional, BPIP Ziarah ke Makam Bung Karno

Rabu, 30 Desember 2020 14:19 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Akina Nur Alana
Tapak Tilas Jejak Perdamaian Nasional, BPIP Ziarah ke Makam Bung Karno
Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof. Yudian Wahyudi bersama rombongan saat ziarah ke Makam Bung Karno. (foto: ist)

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof. Yudian Wahyudi beserta rombongan melakukan ziarah ke Makam Bung Karno, Rabu (30/12/2020). Agenda ziarah BPIP ke Makam Presiden Pertama RI ini dilakukan sebagai peringatan dan apresiasi atas sumbangsih Presiden Soekarno kepada Bangsa Indonesia.

Dengan mendeklarasikan Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, Soekarno berhasil menyatukan wilayah dan komunitas dengan beragam latar belakang agama dan budaya menjadi satu entitas politik tunggal bernama Republik Indonesia.

"Prestasi Soekarno menyatukan entitas politik secara damai ini, meneladani perjuangan Rasulullah SAW yang berhasil menaklukkan Kota Mekkah dengan semangat rekonsiliasi dan tanpa pertumpahan darah. Peristiwa yang dikenal dengan Fatkhul Makkah ini terjadi pada bulan Desember 629 Masehi," ujar Yudian Wahyudi usai memanjatkan doa di Pusara Bung Karno.

Usai ziarah ke Makam Bung Karno, rombongan langsung bergeser Makam Presiden RI Keempat Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang. Karena pada bulan yang sama, tepatnya pada tanggal 30 Desember, Gus Dur yang dikenal sebagai Tokoh Pluralisme Indonesia itu wafat.

BACA JUGA : 

Direspons BPIP, Pemkot Kediri Usulkan Produk Hukum Daerah Menginternasilasi Nilai Luhur Pancasila

Sertijab Kepala Daerah Blitar, Proyek Makam Bung Karno, Selingkar Wilis, Lintas Selatan Rp 41,8 T

​Kotak Amal Makam Gus Dur Sumbang Fakir Miskin Rp 300 Juta Tiap Bulan

​Gus Miftah: Empat Fakta, Makam Gus Dur Tak Bisa Dibandingkan dengan Museum SBY-Ani di Pacitan

Presiden Keempat Indonesia ini dikenal sebagai figur penting yang memperjuangkan toleransi beragama dan kesetaraan untuk semua kelompok agama. Titik sejarah yang mempertemukan prestasi Soekarno meneladani Rasulullah SAW dalam relasi berbangsa/bernegara dan kepemimpinan Gus Dur dalam hubungan antaragama pada tanggal 30 Desember ini patut diperingati sebagai Jejak Perdamaian Nasional. Dalam konteks itulah, ziarah Kepala BPIP ke Makam Bung Karno dan Gus Dur ini memiliki signifikansi historis.

"Dari kedua tokoh pemimpin bangsa ini menunjukkan bahwa toleransi dan perdamaian merupakan pilar penting kehidupan berbangsa dan bernegara. Para pemimpin bangsa itu juga menunjukkan bahwa toleransi juga memerlukan syarat, yaitu adanya konsensus," imbuhnya.

Dia menambahkan, agenda ziarah ini diharapkan bisa menjadi momentum untuk menguatkan kembali semangat rekonsiliasi antarelemen bangsa dan memperkukuh perdamaian nasional. Semangat rekonsiliasi dan perdamaian ini terutama dibutuhkan ketika bangsa tengah menghadapi ujian berat pandemi Covid-19 ini. Ziarah ke makam para tokoh pemimpin bangsa dan pahlawan nasional ini direncanakan akan menjadi agenda tahunan rutin BPIP. (ina/zar)

Teh Panas Rp 5.000, Teh Dingin Rp 10.000, Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan (7)
Minggu, 18 April 2021 22:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com –Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan kali ini M Mas’ud Adnan – sang narator - mereview tentang orang Madura yang tiba-tiba haus. Ia pun pergi ke warung di pinggir jalan. Ia membeli teh. Di warung itu semua barang yang ...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Senin, 19 April 2021 05:29 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Dua guru besar ini punya integritas dan reputasi tinggi di bidangnya masing-masing. Nah, Dahlan Iskan kali ini tak banyak menulis. Tapi menurunkan pandangan dua profesor yang dua-duanya kontra dan kritis terhadap Vaksin...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Minggu, 18 April 2021 12:17 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...