Minggu, 17 Januari 2021 00:21

Jebakan Listrik Resmi Dilarang, Pemkab Ngawi Gelar Gropyokan Tikus Massal Serentak

Rabu, 13 Januari 2021 20:18 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Zainal Abidin
Jebakan Listrik Resmi Dilarang, Pemkab Ngawi Gelar Gropyokan Tikus Massal Serentak
Para petani sedang menggelar gropyokan tikus massal secara serentak di 19 kecamatan.

NGAWI, BANGSAONLINE.com - Pemasangan jebakan tikus dengan memakai aliran listrik akhirnya resmi dilarang di Kabupaten Ngawi. Larangan jebakan tikus menggunakan aliran listrik itu tertuang dalam peraturan daerah (perda) yang diterbitkan Pemkab Ngawi.

Jebakan tikus beraliran listrik ini dilarang karena telah beberapa kali merenggut korban jiwa. Baik pemilik sawah sendiri maupun orang lain.

Bahkan, sudah ada pemasang jebakan hama pengerat tersebut yang harus menerima sanksi hukum akibat jebakan yang dipasangnya merenggut nyawa orang lain. Namun, hal tersebut tidak membuat para petani di Ngawi jera.

Usai membuat peraturan daerah (perda) tentang larangan pemasangan jebakan tikus dengan aliran listrik, Pemkab Ngawi menggelar gropyokan tikus secara massal dan serentak di 19 kecamatan, pada Rabu (13/01). Agenda yang dipusatkan di Desa Jatirejo, Kecamatan Kasreman tersebut di-launching oleh Wakil Bupati Ngawi Ony Anwar yang dihadiri Kapolres dan Dandim, serta Sekretaris Daerah (Sekda) bersama instansi terkait.

"Dengan ini kita secara resmi melarang penggunaan aliran listrik untuk jebakan tikus. Sebagai solusinya, beralih ke gropyokan secara gotong royong dan pelepasan burung hantu," jelas Ony Anwar pada awak media.

Dalam peraturan daerah tersebut, lanjut Ony, juga menyebutkan perlindungan terhadap hewan predator hama tikus, antara lain burung hantu dan ular. Selama ini, burung hantu diburu karena menurut warga mengganggu burung walet. Dengan digelarnya gropyokan secara serentak tersebut, diharapkan tidak ada lagi petani yang memasang jebakan tikus dengan menggunakan aliran listrik.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ngawi Marsudi mengungkapkan, selama ini hama tikus memang sangat meresahkan bagi petani khususnya petani padi. Sebab dari serangan hama pengerat tersebut dapat memengaruhi hasil panen petani hingga berkurang sekitar 5 persen.

"Akibat serangan hama tikus dapat mempengaruhi hasil panen petani hingga 5 persen. Dengan adanya pengendalian hama tikus sistem gropyokan ini diharapkan dapat mengurangi hingga 3 persen," ujarnya.

Diharapkan dengan adanya sistem pengendalian hama tikus yang aman lingkungan dapat efektif dan meningkatkan hasil panen petani di wilayah Ngawi. Ia menjelaskan bahwa luas area sawah produktif di Ngawi 50.197 Ha itu selama ini masuk nomor 6 dalam lumbung pangan tingkat nasional.

"Harapan kita dengan sistem pengendalian hama tikus yang aman dan ramah lingkungan ini dapat lebih meningkatkan hasil panen petani," pungkasnya.

Sementara Kapolres Ngawi AKBP I Wayan Winaya mengatakan bahwa pihaknya sangat mendukung program Pemkab Ngawi dalam menyosialisasikan larangan pemakaian aliran listrik dalam membasmi hama tikus.

"Dengan ini berarti pemasangan jebakan tikus memakai aliran listrik sudah secara resmi dilarang di Ngawi," tegas AKBP I Wayan Winaya. (nal/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Senin, 11 Januari 2021 16:42 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Kerusuhan politik yang dilakukan pendukung fanatik Presiden Donald Trump menelan banyak korban jiwa. Setidaknya, empat pendukung Trump dan dua polisi dikabarkan meninggal dunia terkait aksi demo anarkis di Gedung Cap...
Sabtu, 16 Januari 2021 19:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*50. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa kaana mina aljinni fafasaqa ‘an amri rabbihi afatattakhidzuunahu wadzurriyyatahu awliyaa-a min duunii wahum lakum ‘aduwwun bi/sa lil...
Sabtu, 26 Desember 2020 12:03 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...