Senin, 17 Mei 2021 22:48

​Ketua TP PKK Kota Kediri Imbau Remaja Tak Menikah di Usia Dini

Rabu, 17 Februari 2021 18:09 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Muji Harjita
​Ketua TP PKK Kota Kediri Imbau Remaja Tak Menikah di Usia Dini
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kediri, Ferry Silviana Abu Bakar (kiri) saat bersama remaja putri di sebuah acara. foto: ist.

KOTA KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Menikah membutuhkan persiapan matang. Tak hanya sekadar fisik, tapi juga aspek finansial dan kesiapan psikologis dari pasangan. 

Untuk itulah, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kediri, Ferry Silviana Abu Bakar mengimbau kepada para remaja khususnya remaja putri Kota Kediri untuk mempersiapkan matang-matang bila akan menikah.

“Imbauan saya, bekali dulu diri. Tak perlu buru-buru menikah. Menikah butuh persiapan yang matang dari segala aspek,” kata Bunda Fey, sapaan istri Wali Kota Kediri itu, Rabu (17/02/2021). 

Imbauan ini terkait dengan viralnya kasus sebuah Wedding Organizer (WO) yang mempromosikan pernikahan anak di bawah umur.

BACA JUGA : 

​Fenomena Nikah Malam Songo, 301 Catin di Tuban Siap Lepas Lajang

Pendaftar Dispensasi Nikah di Tuban Membeludak, PA Jalin Komunikasi dengan Kemenag

Berburu Kebaikan, PKK Desa Gredek Gresik Santuni Anak Yatim Piatu dan Berbagi Takjil

Selama Pandemi, Jumlah Pernikahan Dini di Pamekasan Melonjak Signifikan

Menurut Bunda Fey, menikah membutuhkan persiapan aspek fisik menyangkut kesehatan reproduksi. Bahkan UU No. 16/2019 tentang Perubahan atas UU No. 1/1974 tentang Perkawinan telah menaikkan usia minimal kawin perempuan dari 16 tahun menjadi 19 tahun. Ini berlaku untuk calon mempelai perempuan dan laki-laki.

Selain aspek fisik, lanjut Bunda Fey, juga aspek pendidikan dan finansial. Aspek pendidikan yang cukup harus dimiliki oleh kedua calon mempelai. Hal ini bukan hanya menyangkut soal pekerjaan yang bisa didapatkan dari sebuah pendidikan yang cukup, namun juga bagaimana mendidik anak-anaknya kelak.

Orang tua yang cukup berpendidikan diharapkan bisa mendidik putra putrinya dengan baik sehingga menghasilkan generasi yang cerdas.

Masih menurut Bunda Fey, aspek finansial juga tak kalah penting. Bila calon mempelai sudah memiliki pekerjaan yang bisa menghidupi, maka meminimalkan konflik dalam rumah tangga yang disebabkan oleh faktor ekonomi. Dalam hal ini, perempuan kerap kali dalam posisi rentan mengalami KDRT ketika terjadi konflik rumah tangga.

“Tiga aspek itu harus dimiliki, tidak bisa tidak. Maka tak perlu buru-buru menikah, sekali lagi,” pesan Bunda Fey.

Ia dan tim PKK Kota Kediri tengah mengadakan persiapan untuk mengadakan Sekolah Perempuan tahun 2021. Mereka menyusun mekanisme yang lebih efektif dan juga kurikulum yang dibutuhkan.

Sekolah Perempuan di Kota Kediri merupakan ide dari Bunda Fey untuk membekali para remaja di Kota Kediri, khususnya remaja putri untuk masa depan. Pendidikan perempuan dengan nama "Selimut Hati" ini tidak hanya memberikan kesadaran tentang hak-hak perempuan, namun juga pendidikan pra nikah.

Sejumlah 900-an remaja putri dari 46 kelurahan di Kota Kediri sudah mengikuti program Selimut Hati pada tahun lalu. Rencananya, program ini akan digelar rutin tiap tahun sebagai wujud konsistensi TP PKK Kota Kediri dalam memberdayakan perempuan. (uji/ian)

Artis Greta Garbo Ajak Nikah ​Albert Einstein
Rabu, 12 Mei 2021 04:07 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan episode 30 mereview cerita Gus Dur tentang fisikawan Albert Eintein dan model cantik Greta Garbo. “Anekdot ini saya ambil dari buku berjudul Gus Dur hanya Kalah dengan Orang Madura,...
Sabtu, 15 Mei 2021 22:16 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Bunga tabebuya, khususnya yang berwarna kuning, bermekaran lagi di jalanan Kota Surabaya. Bunga berwarna kuning indah itu semakin mempercantik jalanan, terutama jalan protokol pada saat Idul Fitri atau lebaran kali i...
Senin, 17 Mei 2021 18:27 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Munculnya buzzer dan influencer dalam media sosial (medsos) mengungkap realitas sosial keagamaan secara telanjang. Fenomena ini terlihat dari konten atau narasi yang diproduksi para buzzer dan influencer. Umpatan kasar...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Jumat, 14 Mei 2021 10:11 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Won...