Kamis, 25 Februari 2021 19:51

Begini Cara SMPN 18 Surabaya Peringati Hari Lahan Basah Sedunia Sekaligus HPSN 2021

Jumat, 19 Februari 2021 16:29 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Yudi Arianto
Begini Cara SMPN 18 Surabaya Peringati Hari Lahan Basah Sedunia Sekaligus HPSN 2021
Kepala SMP Negeri 18 Surabaya Agustina Susi Utami (menyerahkan bibit) dibantu Wakasek Hadi Sanusi serta para guru melakukan penanaman bibit mangrove. (foto: YUDI A/BANGSAONLINE)

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 18 Surabaya kembali melakukan penanaman puluhan bibit pohon mangrove di lingkungan sekolah setempat yang beralamatkan di Jl. Bambang Sutoro Komp. TNI-AL, Kenjeran, Surabaya, Jumat (19/2/2021) pagi.

Kepala SMP Negeri 18 Surabaya Agustina Susi Utami menjelaskan, kegiatan penghijauan area sekolah tersebut dilakukan dalam rangka memperingati Hari Lahan Basah Sedunia yang diperingati setiap tanggal 2 Februari.

"Pada momen peringatan Hari Lahan Basah kali ini, kita sengaja memilih kegiatan penanaman pohon mangrove karena sekolah kami memiliki kolam atau rawa yang besar sekali. Saya ingin dengan penanaman mangrove itu nanti ada perubahan ekosistem di dalamnya, sehingga nanti bisa menjadi icon sekolah ini," jelas Agustin, sapaan Agustina.

Latar belakang memilih pohon mangrove untuk penghijauan di area SMPN 18 ini, Agustin menceritakan pada saat ada penilaian adiwiyata tingkat kota, banyak yang menyarankan untuk menanamnya. Selain memiliki rawa yang cukup luas sekitar 900 meter persegi, faktor geografis juga mendukung karena lokasi sekolah berada di pesisir pantai.

"Kemarin (18/2/2020) sudah menanam cuman belum optimal. Kalau hari ini kita menanam lagi sekitar 50-60 batang mangrove, sehingga nanti bisa benar-benar tercipta lingkungan yang bisa menghasilkan oksigen banyak, di antaranya dengan mangrove itu," terangnya.

(Kasek Agustina foto bersama para guru dengan latar belakang botol-botol bekas yang didesain sedemikian rupa)

Tak hanya menanam mangrove, di hari yang sama ini, Agustin bersama para guru dan karyawan yang sedang WFO (Work From Office) juga melakukan kegiatan pengumpulan sampah-sampah dari rumah siswa-siswi masing-masing. Hal ini berkaitan dengan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2021 yang jatuh pada tanggal 21 Februari mendatang.

"Karena mereka memang diberi tugas oleh para guru untuk memilah sampah-sampah di rumah. Banyak sampah yang sudah dibawa seperti kertas, kardus, botol plastik bekas, minyak jelantah terutama. Serta peralatan rumah tangga yang rusak-rusak seperti panci dan sebagainya," ujarnya.

Dengan media botol bekas hingga panci bekas itu, kata Agustin, bisa dimanfaatkan untuk pot bunga. Dari botol-botol bekas tersebut juga bisa dipakai sebagai hiasan nama sekolah untuk spot swafoto. Kemudian, dari tutup kipas angin bekas pun juga bisa dipakai untuk gantungan tanaman hias yang kecil-kecil.

"Jadi, 3R berupa Reduce (kurangi), Reuse (gunakan kembali), dan Recycle (daur ulang) ini benar-benar diterapkan di lingkungan SMPN 18 Surabaya ini," tegas Mantan Kepala SMPN 34 Surabaya tersebut.

Bahkan Agustin mengaku, pengumpulan sampah yang dilakukan oleh para guru, karyawan, serta siswa-siswi SMPN 18 tersebut bisa sampai digunakan untuk menyumbang korban bencana banjir di Kabupaten Jombang dan Kabupaten Nganjuk.

"Kemarin (18/2/2021) sudah satu pikap penuh kita kirimkan ke bank sampah. Termasuk minyak jelantah sumbangan siswa dan guru juga disetorkan ke bank sampah. Hari ini juga sudah mulai terkumpul sebanyak satu pikap lagi. Uang hasil penyetoran sampah-sampah anorganik inilah yang digunakan untuk menyumbang para korban bencana alam," bebernya.

(Kasek Agustina foto bersama para guru dan karyawan yang sedang WFO dengan membawa bibit mangrove)

Agustin menambahkan, semua kegiatan itu dilakukan karena SMPN 18 Surabaya sudah telanjur terlibat dalam kegiatan adiwiyata yang targetnya sesuai dengan visi misi sekolah, yaitu menciptakan warga sekolah yang berbudaya lingkungan. Jadi, dia bersama jajarannya selalu berkomitmen untuk mewujudkan hal tersebut.

Dia berharap, seluruh warga SMPN 18 ini benar-benar bisa menanamkan budaya lingkungan di dalam dirinya maupun dalam kehidupan sehari-harinya. Sehingga nantinya, bumi ini benar-benar bisa terjaga.

"Karena manusia itu ditakdirkan sebagai khalifah di muka bumi ini, jadi harus mampu mengendalikan ini semua, mengatur agar tidak terjadi bencana seperti banyak terjadi belakangan ini," harap Agustin. (ian/zar)

Dua Warga Kepulungan yang Terseret Banjir Bandang Ditemukan Tewas
Kamis, 04 Februari 2021 17:21 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Dua warga Desa Kepulungan Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, yang dilaporkan hilang akibat terseret derasnya arus banjir Rabu (3/2) kemarin, akhirnya ditemukan dalam kondisi tewas, Kamis (4/2) pagi. Korban adalah ...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Kamis, 25 Februari 2021 07:52 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Dahlan Iskan, wartawan kondang ini memang punya wawasan luas tentang ekonomi. Maklum, ia punya background sebagai pengusaha sukses. Bahkan mantan menteri BUMN. Maka ketika menulis tentang revaluasi aset negara sangat...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Sabtu, 20 Februari 2021 09:40 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Won...