Kamis, 29 Juli 2021 06:27

Kaper BKKBN Jatim: 1.000 Hari Pertama Kehidupan Kunci Utama Cegah Stunting

Sabtu, 27 Februari 2021 02:05 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yudi Arianto
Kaper BKKBN Jatim: 1.000 Hari Pertama Kehidupan Kunci Utama Cegah Stunting
Kaper BKKBN Prov Jatim Sukaryo Teguh Santoso (kanan) bersama Kepala Bakorwil V Jember R. Tjahjo Widodo, serta Penyuluh KB Kota Surabaya Emi Saraswati dalam acara Ngoper Kanan, Jumat (26/2/2021). foto: YUDI A/ HARIAN BANGSA

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Data BPS menyebutkan, bahwa angka stunting di Provinsi Jawa Timur masih sekitar 26,8 persen. Dari angka tersebut, Kabupaten Probolinggo menempati peringkat tertinggi, kemudian disusul Kabupaten Bondowoso, serta beberapa kabupaten lainnya.

"Saya pikir ini menjadi PR kita bersama. Berbicara data ini kan sebagai sebuah evaluasi saja. Namun, yang terpenting nanti adalah bagaimana kita melakukan intervensinya," kata Kepala Perwakilan (Kaper) BKKBN Prov Jatim Sukaryo Teguh Santoso dalam acara Ngoper Kanan (Ngopi Bareng Kaper dan Rekan-rekan), Jumat (26/2/2021).

Dengan mengambil tema "Sinergi Program Bangga Kencana untuk Keluarga Jawa Timur Berkualitas dan Sejahtera", Teguh menginstruksikan supaya penyuluh KB memperkuat posisinya di lapangan. Karena seperti diketahui, para penyuluh KB (PKB) memiliki kader-kader sampai ke akar rumput (grassroot) untuk mendukung pelayanan kesehatan ibu dan anak.

"Konkretnya, teman-teman penyuluh KB dan para kadernya kita instruksikan untuk mengidentifikasi dan melakukan pendampingan terhadap bumil (ibu hamil) yang berpotensi stunting. Seperti bumil kehamilan ketiga atau bumil dari ibu yang melakukan perkawinan usia remaja," sebutnya mencontohkan.

BACA JUGA : 

Pengasuh Ponpes Darul Ihsan Gresik Beri 4 Pesan untuk Hindari Covid-19

Seru! Garam Krosok Rontokkan Virus Corona Dikritik Dokter THT Unair, Ini Jawaban drh Indro Cahyono

Garam Krosok, Cara Mudah dan Murah Rontokkan Corona, Tapi Dimusuhi Pemilik Proyek Covid

Rasional, Madu, Air Zam-Zam dan Kurma Tangkal Virus Corona, Ini Paparan Kiai Asep

Dalam kesempatan ini, Teguh juga menyampaikan kunci utama dalam mencegah stunting adalah menjaga asupan nutrisi di 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Adapun untuk menyosialisasikan 1.000 Hari Pertama Kehidupan, dilakukan oleh kelompok-kelompok kegiatan yang sudah ada, seperti BKB (Bina Keluarga Balita). 

Teguh juga mengingatkan kepada para penyuluh KB yang bekerja di lapangan agar tidak bekerja sendiri. Ia menekankan untuk selalu berkolaborasi dengan semua pihak terkait.

"Dekati semua tokoh masyarakat, lembaga-lembaga, perguruan tinggi, bahkan sekolah-sekolah. Atau kelompok-kelompok sosial manapun untuk menjadi mitra kita dalam operasional di lapangan," pintanya.

Acara yang dikemas dalam talkshow tersebut juga menghadirkan Kepala Bakorwil V Jember R. Tjahjo Widodo serta Penyuluh KB Kota Surabaya Emi Saraswati.

Dalam kesempatannya, Tjahjo menjelaskan bahwa angka stunting di wilayah Bakorwil V Jember cukup tinggi, tetapi selama ini penanganan terus berjalan. Sehingga atas tugas penekanan pada BKKBN, akan bisa menurunkan angka stunting tersebut.

"Tapi yang jelas, integrasi, kooordinasi, dan sinergi seperti apa yang disampakan Bapak Kaper itu yang harus kita laksanakan secara bersama-sama. Insya Allah dengan demikian, harapan dari Gubernur terwujud, harapan Bapak Presiden terwujud, peningkatan kualitas keluarga harus kita wujudkan," jelasnya.

Tjahjo sependapat, bahwa upaya preventif harus digerakkan untuk mencegah stunting. Mulai hamil pertama kali sudah harus dijaga kesejahteraan, kesehatan, dan gizi anak, sehingga akan mengurangi dampak-dampak terjadinya angka stunting.

Tjahjo menambahkan bahwa kasus stunting dalam perkembangannya akan menjadi beban bagi keluarga, masyarakat, dan negara. "Tapi, jangan sampai anak yang terlanjur stunting ini tidak mendapat perhatian khusus. Sehingga harus ada penanganan khusus bagaimana anak-anak supaya tidak terjadi stunting," tambahnya. (ian/rev)

Warga Sambisari dan Manukan Kulon Menolak Sekolah Dijadikan Tempat Isolasi Pasien Corona
Senin, 26 Juli 2021 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Korban Covid-19 yang terus berjatuhan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperluas tempat isolasi pasien yang sedang terpapar virus corona. Berbagai fasilitas gedung – termasuk sekolah – direncana...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...