Lilies Pratiwining Setyarini
SURABAYA,BANGSAONLINE.com - Memanasnya konflik rudal antara Israel–Amerika Serikat dan Iran di Timur Tengah membuat sejumlah pekerja migran Indonesia (PMI) asal Jawa Timur terdampak.
Serikat Pekerja Informal Migran dan Pekerja Profesional Indonesia (SP IMPPI) Jawa Timur meminta Pemprov Jatim segera menyiapkan langkah pemulangan para PMI dari kawasan tersebut.
BACA JUGA:
- Ketum SP IMPPI Minta Pemerintah Siapkan Kondisi Darurat untuk PMI di Timur Tengah
- Permudah Akses Warga, Pemkab Jember Hadirkan Layanan Khusus Pekerja Migran di MPP
- Dapat Kabar Anaknya yang Kerja di Malaysia Kritis, Ayah Warga Mojoagung Datangi Disnaker Jombang
- Pemkab Blitar Gandeng Pertakina untuk Dorong Potensi Lokal Lebih Luas
Sekretaris SP IMPPI Jawa Timur, Lilies Pratiwining Setyarini, meminta Pemprov Jatim melalui Dinas Ketenagakerjaan segera berkoordinasi dengan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Timur untuk mengantisipasi kondisi tersebut.
“Pemprov, khususnya Dinas Ketenagakerjaan harus segera berkoordinasi dengan BP3MI yang merupakan kepanjangan tangan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) untuk mempersiapkan proses pemulangan pekerja migran asal Jatim,” kata Lilies dalam keterangannya, Minggu (8/3/2026).
Menurut Lilies, dampak konflik rudal antara Israel–Amerika Serikat dan Iran sudah mulai dirasakan di Arab Saudi. Tujuh pekerja migran asal Lumajang yang seharusnya pulang ke Indonesia setelah masa kontraknya selesai hingga kini masih tertahan.
Kondisi itu terjadi karena banyak maskapai penerbangan menghentikan operasional akibat meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




