Penumpang kereta api saat menjalani deteksi Covid-19 menggunakan GeNose yang bekerja menggunakan sampel napas. foto: Bisnis/Himawan L. Nugraha
(foto: bisnis.com)
"Berbeda dengan rapid antigen yang tiap tesnya bisa menghabiskan Rp 130 ribu per orang, bahkan untuk untuk swab bisa mencapai Rp 800 ribu per orang.
Dikonfirmasi terkait usulan dewan, Asisten I Bidang Pemerintahan Kabupaten Pasuruan Rahmat Syarifudin mengaku belum bisa memberi banyak komentar. Ia mengakui dari sisi kemudahan, GeNose memang lebih nyaman ketimbang swab ataupun rapid antigen.
"Namun sisi akurasinya masih perlu dipastikan. Apalagi, belum ada juknis dari kemenkes berkaitan dengan GeNose ini. Jadi, diagnosanya (sementara) masih dengan swab PCR dan ditambah rapid antigen," bebernya.
Sekadar informasi, GeNose ternyata sudah digunakan oleh Ponpes Darullughah Wadda'wah di Kecamatan Bangil. Salah satu Pengasuh Pesantren Darullughah Wadda’wah Ustad Akhmad Fauzi Hamzah membenarkan penggunaan GeNose untuk mendeteksi Covid-19 di pondoknya.
"Penggunaannya lebih mudah dan cepat. Cukup 2 sampai 3 menit hasilnya sudah keluar. Berbeda bila memakai rapid test ataupun swab yang harus menunggu puluhan menit, bahkan berjam-jam," jelasnya (adv/bib/par/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




