Minggu, 20 Juni 2021 18:57

​Pengusaha Jatim dan Surabaya Antusias Sambut Vaksin Gotong Royong

Jumat, 12 Maret 2021 20:09 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Nanang Fachrurozi
​Pengusaha Jatim dan Surabaya Antusias Sambut Vaksin Gotong Royong
Acara sosialisasi vaksinasi gotong royong yang digelar oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surabaya bersama Kadin Jatim secara virtual pada hari ini, Jumat (12/3/2021). (foto: ist)

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Vaksinasi gotong royong atau vaksinasi mandiri yang rencananya bakal digelar akhir bulan ini direspons positif oleh pengusaha Jawa Timur, khususnya Surabaya. Hal ini terlihat dari banyaknya pengusaha yang mengikuti acara sosialisasi vaksinasi gotong royong yang digelar oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surabaya bersama Kadin Jatim secara virtual pada hari ini, Jumat (12/3/2021). Hadir sebagai pembicara, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Hubungan Internasional Shinta Widjaja Kamdani.

Ketua Umum Kadin Surabaya Ali Affandi mengatakan, besarnya respons pengusaha untuk mengikuti acara sosialisasi ini menunjukkan bahwa selama ini mereka sangat menunggu. “Respons sangat tinggi. Peserta membludak, dari target kami 300 pengusaha, yang ikut sosialisasi mencapai 800 pengusaha. Dan mereka tidak hanya dari Jatim saja, juga banyak yang dari daerah lain,” ujar Ali Affandi.

Dia mengungkapkan bahwa tujuan dari sosialisasi vaksinasi gotong royong yang dilakukan oleh Kadin Surabaya adalah untuk menjembatani bagaimana pelaku usaha bisa mengakses vaksin. “Harapannya ini bisa menjadi vaksin ekonomi, yang artinya mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi,” tambahnya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Ketua Umum Kadin Jatim Adik Dwi Putranto bahwa sejauh ini pengusaha telah menunggu dan menanyakan kapan waktu pelaksanaannya. Dia berharap, dengan adanya sosialisasi yang digelar ini pengusaha akan mengerti dan paham secara detail tentang mekanisme dan pelaksanaan vaksinasi gotong royong tersebut.

BACA JUGA : 

Kadin Jatim: Kewajiban Tes PCR Bagi Tenaga Kerja yang Masuk Surabaya Beratkan Industri dan Karyawan

Kadin dan Dewan Jatim Kompak Tolak PPN Sembako

Vaksinasi Gotong Royong Kecil dan Jadi Rebutan, Presiden Prioritaskan Batam

Presiden di Kepri, Akui Problem Distribusi Vaksin Tak Gampang karena Kepulauan

“Kita semua berharap, dengan adanya vaksinasi gotong royong maka bisa mempercepat pemulihan ekonomi. Karena sepanjang pandemi Covid-19, tidak ada kenaikan, ekonomi justru melambat. Harapannya, pemulihan bisa dipercepat, khususnya Jatim dan di Indonesia karena ini sangat dibutuhkan pengusaha,” kata Adik.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Hubungan Internasional Shinta Widjaja Kamdani menegaskan bahwa vaksinasi gotong royong atau vaksinasi mandiri adalah vaksinasi berbayar yang harus dibeli pengusaha untuk diberikan secara gratis kepada karyawan dan keluarga karyawan. Dan ini tidak ada paksaan bagi pengusaha untuk mengikutinya. Dalam pelaksanaannya nanti, perusahaan juga tidak akan mendapatkan stimulus apa pun, misal keringanan pajak bagi perusahaan.

“Ini murni sosial. Beban biaya ditanggung oleh pengusaha dan tidak ada insentif apa pun. Dan tidak ada kewajiban bagi perusahaan untuk mengikutinya. Kebanyakan pengusaha memasukkan program ini dalam program CSR mereka. Tetapi kalau pengusaha merasa berat untuk memvaksin pekerjanya secara mandiri, pengusaha bisa menunggu vaksin gratis dari pemerintah,” ujar Shinta Widjaja.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan, urgensi dari vaksinasi gotong royong dilatarbelakangi oleh belum terkendalinya pandemi Covid-19 di Indonesia. Angka penyebarannya pun masih tinggi, sehingga membebani proyeksi ekonomi. Sementara kegiatan vaksinasi gratis yang digelar pemerintah berjalan lambat. Hingga kini, total jumlah masyarakat yang sudah divaksin masih mencapai 80 ribu jiwa dari target vaksinasi periode pertama sebanyak 1,45 juta untuk tenaga kesehatan, 16,9 juta untuk petugas publik, dan 21,5 juta jiwa untuk lansia.

“Penyebaran Covid -19 di Indonesia terus meningkat dan membebani proyeksi ekonomi nasional. Sudah ada PEN dan lain sebagainya. Kita juga sudah mengikuti prokes dan sebagainya. Tetapi kenyataannya belum bisa mengontrol pandemi. Untuk bisa capai pemulihan ekonomi, ya ini syaratnya, pandemi harus terkontrol. Dan vaksinasi gotong royong ini sebenarnya untuk membantu pemerintah dalam pelaksanaan vaksinasi tahap kedua yang meliputi masyarakat umum,” ujarnya.

Dalam hal ini, tugas kadin adalah melakukan pendataan dan pendaftaran kepada perusahaan yang berminat untuk melaksanakan vaksin gotong royong. “Tidak ada lembaga yang membuka pendaftaran sendiri. Kalau ada yang minat, silakan saja menyampaikan kepada Kadin Indonesia," tegas Shinta.

Dia menjelaskan, saat mendaftar, perusahaan harus mengisi form pendataan. Ada beberapa pertanyaan standar yang harus diisi, di antaranya tentang informasi detail kondisi perusahaan hingga data karyawan yang akan divaksin. “Format pendaftaran ini kami dapatkan dari pemerintah dan masuk atau terintegrasi pada data pemerintah sehingga ketika sudah divaksin gratis tidak bisa divaksin gotong royong sehingga tidak akan terjadi tumpang tindih,” tegasnya.

Terkait kapan pelaksanaan dan biayanya, Shinta menegaskan hingga saat ini petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan vaksinasi gotong royong masih dibahas oleh pemerintah, sehingga Kadin Indonesia masih belum bisa pastikan, walaupun kadin berharap akan mulai dilaksanakan pada akhir bulan ini. Sementara biaya vaksinasi juga belum bisa dipastikan.

“Biaya vaksin baru bisa diketahui kalau vaksin sudah ditentukan dan sudah ada. Dan kadin tidak ikut dalam transaksi jual beli vaksin ini. Perusahaan akan langsung berhubungan dengan Biofarma Grup untuk melakukan transaksi. Dan pemerintah mematok harganya kira-kira Rp500 ribu hingga Rp1 juta untuk dua kali vaksin,” pungkasnya. (nf/zar)

Gelar Pertemuan, Anggota Poktan Sumber Rejeki Lengserkan Sumadi dari Jabatan Ketua
Sabtu, 19 Juni 2021 00:20 WIB
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Ketua Gapoktan Sumber Rejeki, Sumadi, dilengserkan dari jabatannya oleh puluhan anggota, Kamis kemarin. Ini setelah puluhan anggota Gapoktan Sumber Rejeki mendatangi rumah Sumadi, yang juga menjabat kepala Dusun, untu...
Sabtu, 19 Juni 2021 18:17 WIB
JEMBER, BANGSAONLINE.com - Dalam kondisi pandemi, Pemerintah Kabupaten Jember tetap berupaya menggeliatkan sektor pariwisata meski dengan menerapkan prosedur pencegahan Covid-19 yang ketat.Salah satunya, dengan menggelar Jelajah Wisata and Funcamp 20...
Sabtu, 19 Juni 2021 07:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Presiden Abraham Lincoln menjadi tonggak sejarah bagi penghapusan perbudakan di Amerika Serikat (AS). Salah satu legacy Lincoln adalah UU anti diskriminasi.Kini terhapusnya perbudakan itu dijadikan hari kemerdekaan. Terut...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Sabtu, 19 Juni 2021 15:30 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...