Kamis, 13 Mei 2021 13:34

Wali Kota Kediri Imbau Pelaksanaan Ibadah Bulan Ramadan dan Idulfitri Patuhi Prokes

Senin, 12 April 2021 20:43 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Muji Harjita
Wali Kota Kediri Imbau Pelaksanaan Ibadah Bulan Ramadan dan Idulfitri Patuhi Prokes
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar saat berbincang dengan Kapolres Kediri Kota AKBP Eko Prasetyo. (foto: ist)

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengimbau kepada takmir masjid untuk menerapkan protokol kesehatan dan menjalankan panduan dalam menjalankan ibadah Ramadan dan Idulfitri 1442 H sesuai dengan yang telah dibuat oleh Pemerintah Kota Kediri.

Hal itu diungkapkan oleh Wali Kota Kediri dalam Sosialisasi Kegiatan Bulan Ramadan dan Idulfitri 1442 H di Masa Pandemi Covid-19, Senin (12/4/2021), bertempat di Ruang Joyoboyo Balai Kota Kediri.

Pada kegiatan ini Wali Kota Kediri didampingi oleh Komandan Kodim 0809 Letkol. Inf. Rully Eko Suryawan, Kapolres Kediri Kota AKBP Eko Prasetyo, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Kediri Abu Bakar Abdul Jalil, dan Sekretaris Daerah Kota Kediri Bagus Alit.

Abdullah Abu Bakar menegaskan agar takmir masjid benar-benar mempersiapkan semua protokol kesehatan. Mulai dari menyediakan tempat cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, memberi jarak, dan menggunakan masker. Selain itu, juga membatasi jumlah jemaah yang akan melaksanakan Salat Tarawih sebanyak 50 persen.

BACA JUGA : 

Warga Kediri Tewas Terkena Ledakan Petasan yang Dibuatnya Sendiri, Tubuh Putus Menjadi Tiga Bagian

Larang Takbir Keliling, Polres Kediri Kota Siapkan 12 Titik Penyekatan

Wali Kota Kediri Siapkan Pekerjaan bagi Istri Salah Satu Pahlawan KRI Nanggala-402

Serahkan Bantuan Si Jamal, ​Wali Kota Kediri Inginkan Anak Janda Bisa Angkat Derajat Keluarganya

“Di sini kita menyamakan persepsi untuk bersama-sama menjaga kondusivitas dan penyebaran Covid-19 di Kota Kediri. Kebijakan Pemkot Kediri kita akan sedikit melonggarkan. Apabila kemarin tidak boleh salat di masjid, sekarang boleh namun prinsipnya adalah hanya diperbolehkan 50 persen dan tidak terlalu lama serta dalam keadaan sirkulasi udaranya baik. Saya mohon ini semua diterapkan,” ujarnya.

Melihat kesiapan yang telah dilakukan oleh takmir masjid yang ada di Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar yakin ibadah Salat Tarawih dan Idulfitri di Kota Kediri dapat berjalan dengan baik dan lancar sesuai dengan protokol kesehatan dan panduan yang telah dibuat oleh Pemerintah Kota Kediri.

Apalagi, lanjut wali kota, masyarakat Kota Kediri sudah banyak yang teredukasi tentang protokol kesehatan. Pemerintah Kota Kediri akan terus mengingatkan agar protokol kesehatan ini berjalan dengan baik sehingga ibadah menjadi aman dan lancar.

“Alhamdulillah, seluruh takmir yang kita undang ini untuk protokol kesehatannya sudah paham sekali dan mereka menerapkan dari lama. Seperti 50 persen dari kapasitas. Saya rasa ini sudah cukup. Mereka juga sudah tahu bagaimana bila kapasitasnya sudah berlebih," imbuh wali kota.

Menurut wali kota, jadi nanti, pihaknya hanya mengingatkan termasuk takmirnya akan berkoordinasi dengan yang ada di masjid-masjid karena ini tadi hanya perwakilan.

"Saya justru meminta kepada Pak Kapolres, Pak Dandim, dan Satpol PP tidak terlalu masuk ke dalam. Jadi mereka kesadaran sendiri untuk pelaksanaan prokes. Jadi kita ingatkan kepada mereka bahwa Covid-19 ini masih ada. Tapi Alhamdulillah yang kena sekarang sudah menurun.Tapi kalau tidak kita jaga bisa naik lagi,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Komandan Kodim 0809 Kediri Letkol. Inf. Rully Eko Suryawan mengatakan siap mendukung kebijakan yang telah dibuat oleh Pemerintah Kota Kediri. Pihaknya juga akan terus bersinergi dengan Kapolres Kediri Kota untuk penegakan disiplin penanganan Covid-19.

“Dengan adanya kegiatan Ramadan ini kami berharap berjalan baik dan menjalankan kebijakan dari Pak Wali. Kami akan mengawal apa yang sudah disepakati bersama. Saya harap bisa dijalankan sebaik-baiknya. Semoga berjalan aman, lancar, dan kondusif,” ujar Dandim Kediri.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kapolres Kediri Kota AKBP Eko Prasetyo. Menurutnya, Polres Kediri Kota siap mendukung apa yang menjadi peraturan oleh Pemerintah Kota Kediri dalam kesiapan menghadapi Bulan Ramadan dan Idulfitri.

"Terkait pelaksanaan Salat Tarawih, kami siap menyiapkan prokes yang ada di setiap masjid. Ke depan kami juga terjun langsung dan kami memerintahkan bhabinkamtibmas untuk setiap pelaksanaan Salat Tarawih agar ikut mengedukasi masyarakat. Tiga pilar juga harus turun menyosialisasikan kepada masyarakat tentang protokol kesehatan. Kami memohon kepada takmir masjid untuk mengedukasi kepada jemaah yang salat," ujar AKBP Eko Prasetyo.

Sementara itu, Ketua DMI Kota Kediri Abu Bakar Abdul Jalil mengungkapkan bahwa pihaknya siap mengikuti peraturan yang dibuat oleh Pemerintah Kota Kediri dalam pelaksanaan ibadah Bulan Ramadan dan Idulfitri.

“Atas nama pimpinan DMI tentu kami haturkan terima kasih kepada Pemkot Kediri dalam hal ini telah memberikan rambu-rambu dalam pelaksanaan Salat Tarawih dan Idulfitri. Kalau tahun kemarin kami secara pribadi full 30 hari salat di rumah karena mengikuti aturan dari pemerintah. Alhamdulillah, tahun ini diberi kelonggaran. Artinya bahwa kita bisa melaksanakan di masjid dengan aturan-aturan yang telah disampaikan oleh Pemkot Kediri,” ujarnya.

Dalam panduan ibadah Ramadan dan Idulfitri 1442 Hijriyah yang dikeluarkan Kementerian Agama terdapat beberapa petunjuk pelaksanaan. Di antaranya, sahur dan buka puasa dianjurkan dilaksanakan di rumah bersama keluarga inti.

Apabila melakukan buka puasa bersama kehadiran paling banyak 50 persen dari kapasitas masjid. Kemudian, pelaksanaan salat fardu, Tarawih, Witir, tadarus, dan iktikaf dengan jumlah 50 persen dari kapasitas masjid. Pengajian, ceramah, kultum, tausiah, dan kuliah Subuh durasi 15 menit.

Peringatan Nuzulul Quran di masjid 50 persen dari kapasitas masjid. Pengurus dan pengelola masjid wajib menunjuk petugas yang memastikan penerapan protokol kesehatan. Vaksinasi Covid-19 di Bulan Ramadan berpedoman pada fatwa MUI dan hasil ketetapan fatwa ormas Islam lainnya.

Kegiatan pengumpulan dan penyaluran zakat, infak, serta sedekah oleh Baznas dan lembaga amil zakat harus menerapkan protokol kesehatan. Salat Idulfitri dilaksanakan di masjid atau lapangan terbuka dengan memperhatikan protokol kesehatan, kecuali jika perkembangan Covid-19 mengalami peningkatan.

Para mubalig diharapkan berperan memperkuat nilai-nilai keimanan, ketakwaan, akhlakul karimah, kemaslahatan umat, dan nilai-nilai kebangsaan dalam NKRI melalui bahasa dakwah yang tepat dan bijak sesuai tuntunan Alquran dan As-Sunnah. (uji/zar)

Jual Telur Infertil, 2 Warga Pasuruan Dicokok Polisi
Senin, 10 Mei 2021 23:24 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Aparat Polres Pasuruan mengamankan 2 orang pelaku perdagangan telur ayam infertil. Selain memperdagangkan telur infertil atau afkir, keduanya juga menjual limbah telur tak layak konsumsi, kepada produsen roti rumahan...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Kamis, 13 Mei 2021 08:15 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com-Tulisan Dahlan Iskan tentang Revolusi Energi edisi 2 ini menarik dinikmati pada Hari Raya Idul Fitri. Memang tergolong berat dan berbobot. Tapi mudah dicerna. Apalagi ditulis secara "sederhana" dalam bentuk pointer-pointer ...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Sabtu, 08 Mei 2021 11:38 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...