Kepala Kemenag Tuban, Sahid saat memberikan bimbingan perkawinan di Kecamatan Semanding, Rabu (5/5/2021).
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Fenomena pernikahan malam 29 Ramadan atau Malem Songo masih menjadi tren bagi sebagian masyarakat Kabupaten Tuban. Hal ini terlihat dari banyaknya calon pengantin (catin) yang berencana melangsungkan akad nikah pada malam tersebut.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Tuban, Sahid menjelaskan, Ramadan tahun ini terdapat ratusan pasangan pengantin yang akan mengelar pernikahan pada malem songo.
BACA JUGA:
- Pranata Humas Kemenag Tuban Dinobatkan Sebagai ASN Inspiratif, Cetak Rekor 592 Berita Dalam Setahun
- Perkuat Operasional Layanan, 16 KUA di Tuban Terima Bantuan Laptop dan Printer
- Kemenag Tuban Pastikan Layanan Nikah Tetap Optimal Meski Ada WFA
- Nihil Poligami, Sepanjang 2025 KUA Tuban Catat 8.081 Peristiwa Nikah
"Update terakhir terdapat 301 pasang catin yang akan menikah di malem songo," jelas Sahid usai memberikan bimbingan perkawinan di Kecamatan Semanding, Rabu (5/5/2021).
Menurutnya, sebagian masyarakat Tuban masih mempercayai, malem songo atau malam 29 Ramadan merupakan hari yang baik untuk melangsungkan pernikahan. Istimewanya, saat malam tersebut tidak perlu pakai hitung-hitungan hari, harus menghadap ke mana pengantinnya dan jam berapa waktu akadnya.
"Intinya malem songo itu hari yang bebas tanpa hitungan, pokoknya dianggap baik semua untuk akad nikah," paparnya.
Dengan banyaknya pasang catin yang melangsungkan pernikahan secara serentak, pihaknya gencar melaksanakan bimbingan perkawinan di sejumlah daerah dengan membagi sebanyak 4 titik setiap harinya.






