Rabu, 16 Juni 2021 15:28

Puluhan Hektare Padi Terserang Penyakit Potong Leher, Petani Kediri Terancam Rugi Besar

Sabtu, 15 Mei 2021 11:04 WIB
Editor: Nur Syaifuddin
Wartawan: Muji Harjita
Puluhan Hektare Padi Terserang Penyakit Potong Leher, Petani Kediri Terancam Rugi Besar
Agus Suprapto, petani Desa Kaliboto menunjukkan tanaman padinya yang terserang neck blast atau penyakit potong leher. foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Puluhan hektare tanaman padi di Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri terserang penyakit potong leher. Bila tidak segera teratasi, terancam gagal panen. Penyakit potong leher ini tidak menutup kemungkinan juga menyerang tanaman padi di tempat lain.

Agus, salah satu petani di Kecamatan Tarokan membenarkan tanaman padinya diserang penyakit yang dinamakan potong leher. Menurut Agus, harus dilakukan penyemprotan dengan fungisida untuk mengatasi penyakit itu.

"Waktu penyemprotan penyakit potong leher ini aturannya tidak boleh kedahuluhan matahari terbit. Makanya sebelum matahari terbit, kami sudah melakukan penyemprotan ini," kata Agus, Sabtu (15/5).

Sementara itu, Yayuk Anisa, S.P., M.Agr., PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri juga membenarkan saat ini ada tanaman padi yang terserang penyakit potong leher.

BACA JUGA : 

Tak Alami Menstruasi, Ani Chasanah Minta PN Kediri Ganti Statusnya Jadi Lelaki Tulen

Penelitian Arkeologi Situs Candi Adan-Adan Tahap ke-5 Temukan Sudut Candi dan Dua Gentong

Ditinggal Ayahnya Ambil Tas di Mobil, Bocah Empat Tahun Tewas di Kolam Renang Hotel

Jadi Pusat Budi Daya Ikan Cupang, Hasilkan Rp 49,6 M, Kediri Bakal Gelar Kontes Betta

Menurut Yayuk, penyakit potong leher disebabkan oleh jamur pyricularia oryzae. Penyakit ini sebenarnya tidak tiba-tiba muncul di lahan sawah petani. Melainkan diawali dengan munculnya bercak-bercak coklat menyerupai belah ketupat pada stadium vegetative atau masa anakan padi yang disebut dengan blast daun.

"Pada stadium generatif masa bunting dan pengisian buah, selain menginfeksi daun juga menginfeksi leher mulai disebut blast leher (neck blast) atau sering disebut potong leher. Nah, kalau dibiarkan akan menyerang batang yang berakibat busuk pada batangnya sehingga bulir padi jadi tidak maksimal pengisianya," katanya, Sabtu (15/5).

Dia menjelaskan penyebab tanaman padi bisa terserang penyakit blast dan potong leher, antara lain karena kelembapan yang tinggi, jarak tanam yang terlalu rapat, penggunaan pupuk yang berunsur N misal pupuk urea terlalu tinggi yang bisa memicu pertumbuhan jamur, dan kurang diperhatikannya pembersihan gulma.

Cara pengendaliannya, ungkap Yayuk, dengan pencegahan sedari awal antara lain dengan penggunaan varietas tahan penyakit, jarak tanam tidak terlalu rapat atau disarankan menggunakan sistem jajar legowo, serta mengurangi penggunaan pupuk dengan unsur N.

"Jika ditemukan gejala blast segera dikendalikan menggunakan fungisida. Blast pada umumnya menyerang padi masa primordia atau sebelum bunting, yaitu sekitar umur 45 hari atau mulai umur padi "isen-isen" pengisian bulir," terangnya.

"Kalau tidak segera dikendalikan, nantinya akan mengganggu dari proses pengisian bulir, mengakibatkan padi gabug atau tidak terisi," pungkas Yayuk seraya mengimbau petani yang menemukan blast agar segera menghubungi petugas PPL atau POPT agar segera diadakan gerakan pengendalian (gerdal). (uji/ns)

Demam Euro 2021, Warga Desa di Pasuruan Ini Kibarkan Ratusan Bendera Ukuran Raksasa
Senin, 14 Juni 2021 23:58 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Euforia sepak bola Piala Eropa atau Euro tahun 2021 menggema di seluruh penjuru dunia, tak terkecuali di tanah air. Warga pesisir di Kabupaten Pasuruan misalnya, mereka ikut memeriahkan perhelatan Euro 2021 dengan mema...
Jumat, 04 Juni 2021 10:27 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Bukit Kehi, destinasi wisata yang satu ini berada di Kota Pamekasan. Bukit Kehi menawarkan pemandangan daerah pegunungan yang hijau mempesona. Pengunjung bahkan bisa berenang di sejuknya hawa pegunungan di pulau gar...
Rabu, 16 Juni 2021 08:42 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Laksamana Sukardi, mantan politikus PDIP, menulis buku. Baru terbit. Ia menceritakan perisitiwa pemecatan dirinya sebagai Menteri BUMN. Yang hanya menjabat 6 bulan. Ia dipecat Presiden Gus Dur. Karena ada lapora...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Sabtu, 12 Juni 2021 09:55 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...