Senin, 14 Juni 2021 08:52

Rawan Terjadi Gesekan, Polres Tuban Bubarkan Kopdar Komunitas Perguruan Silat dan Amankan Panitia

Senin, 17 Mei 2021 03:07 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Gunawan Wihandono
Rawan Terjadi Gesekan, Polres Tuban Bubarkan Kopdar Komunitas Perguruan Silat dan Amankan Panitia
Suasana kopdar yang digelar komunitas salah satu perguruan silat di Tuban.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Petugas gabungan Satgas Covid-19 Kabupaten Tuban membubarkan acara kopdar (kopi karat) salah satu komunitas perguruan silat lantaran digelar tanpa izin, Minggu (16/5/2021).

Kopdar yang digelar komunitas Shorenk dan Terjal dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) tersebut berlangsung di sebuah cafe kawasan KPH Kebonharjo, Kecamatan Jatirogo, dan dihadiri ratusan massa dari beberapa kecamatan.

Untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, jajaran Polres Tuban bergerak cepat dengan membubarkan massa dan memulangkan mereka secara bertahap. Diketahui, kegiatan tersebut diselenggarakan tanpa ada pemberitahuan kepada kepolisian maupun Satgas Covid-19 di kecamatan.

"Pembubaran ini untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan dan gesekan dengan komunitas lain di perjalanan. Apalagi kegiatan ini tidak berizin dan masih masa pandemi," ujar Kabagops Polres Tuban, Kompol Budi Santoso.

BACA JUGA : 

Pendekar PSHT Bersama Warga Kampung Tangguh Desa Sidorejo Sidoarjo Gelar Donor Darah

PSH Winongo dan PSH Terate di Blitar Saling Lempar Batu Hanya Karena Banner Ucapan Lebaran

​PSHT dan Pagar Nusa Jember Sepakat Serahkan Persoalan Anggota ke Pihak Berwajib

Jaga Kondusivitas, Polres Madiun Kota Gelar Silaturahmi dengan Forkopimda dan Paguyuban Pencak Silat

Tidak hanya membubarkan massa, Polres Tuban juga mengamankan 4 orang yang merupakan panitia penyelenggara. Mereka dibawa ke mapolres untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Sedangkan, ratusan peserta kopdar yang didominasi remaja itu dipulangkan secara bertahap.

"Untuk panitia kita bawa ke polres untuk dimintai keterangan lebih lanjut, bagaimana proses terjadinya pengumpulan massa, siapa inisiatornya, dan lain-lain untuk memberikan efek jera," tegasnya.

Lanjut Kompol Budi, selama ini Polres Tuban telah melarang segala bentuk kopi darat yang mengumpulkan massa karena sering menimbulkan keresahan dan kericuhan antar komunitas. Selain itu, saat ini masih dalam situasi pandemi, sehingga sangat rawan penyebaran dan penularan Covid-19.

"Ada sekitar 200 massa dari beberapa kecamatan yang kita bubarkan. Pertama karena ini masih dalam situasi pandemi rawan penyebaran dan penularan Covid-19, dan yang kedua juga rawan terjadi gesekan antar komunitas," imbuhnya.

Keempat orang yang diamankan tersebut yakni, DK (24) warga Desa Wotsogo, Kecamatan Jatirogo; WSP (27) Desa Lajulor, Kecamatan Singgahan; WER (23) warga Desa Rayung, Kecamatan Senori; serta AA (22) warga Desa Wangi Kecamatan Jatirogo.

Sementara itu, Ketua Ranting PSHT Jatirogo, Sutiyono saat dikonfirmasi mengaku tidak tahu menahu adanya kegiatan tersebut. Dirinya baru mengetahui setelah mendapat informasi dari jajaran Polsek Jatirogo.

"Itu sebetulnya kelompok admin-admin (Shorenk dan Terjal), bukan komunitas yang dibentuk oleh PSHT, itu tidak ada struktur organisasinya. Katanya acara halal bihalal, padahal kita yang organisasi resmi saja belum berani mengadakannya karena kita harus taat dengan aturan pemerintah," ucap Sutiyono

Ia meminta kepada masing-masing ranting agar mengarahkan kegiatan anak-anak muda PSHT ke hal yang lebih produktif. Menurutnya, kegiatan kopdar seperti itu kurang produktif, dan malah berisiko menimbulkan gesekan, terutama di jalan.

"Saya inginnya dari masing-masing ranting agar saling menjaga situasi yang lebih kondusif, dan juga ikut membina anak-anak muda yang ada di komunitas itu agar lebih taat aturan," imbuh pria yang juga berprofesi sebagai guru itu. (gun/rev)

Khilafah Proyek Politik Inggris? Ini Alasan Hizbut Tahrir Bolehkan Cium Cewek Bukan Muhrim
Minggu, 13 Juni 2021 14:58 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Prof. Dr. K.H. Imam Ghazali Said, M.A. mengungkapkan bahwa upaya menghidupkan sistem pemerintahan khilafah adalah fatamorgana. Tapi Hizbut Tahrir ngotot mau mendirikan khilafah. “Khilafah yang sudah ambruk mau...
Jumat, 04 Juni 2021 10:27 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Bukit Kehi, destinasi wisata yang satu ini berada di Kota Pamekasan. Bukit Kehi menawarkan pemandangan daerah pegunungan yang hijau mempesona. Pengunjung bahkan bisa berenang di sejuknya hawa pegunungan di pulau gar...
Senin, 14 Juni 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Membentak dan memarahi ternyata tak selalu jelek. Kadang justru bisa mengubah sejarah. Atau mencipta sejarah.Inilah yang terjadi antara Chairul Saleh dan Mochtar Kusumaatmadja. Saat perjuangan kemerdekaan RI. Ta...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Sabtu, 12 Juni 2021 09:55 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...