KAI Daop 7 Madiun Sediakan KA Tambahan untuk Angkutan Lebaran 2026

KAI Daop 7 Madiun Sediakan KA Tambahan untuk Angkutan Lebaran 2026 Suasana naik turun penumpang kereta api.

BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 Madiun menyiapkan kereta api tambahan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pada masa angkutan Lebaran 2026.

Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menyebut KA tambahan yang diberangkatkan dari wilayah kerjanya adalah KA Brantas Tambahan dengan layanan kelas bisnis dan ekonomi untuk relasi Blitar-Pasarsenen, Jakarta. 

“Untuk mengakomodasi kebutuhan pelanggan terkait transportasi kereta api, kita sudah siapkan kereta api tambahan. Khusus kereta api tambahan yang keberangkatan dari stasiun wilayah Daop 7 itu ada KA Brantas Tambahan,” ujarnya.

Pemesanan tiket KA Brantas Tambahan telah dibuka secara bertahap sejak 11 Februari 2026. Secara nasional, KAI menambah sejumlah perjalanan di berbagai rute dan kelas guna memenuhi tingginya minat masyarakat menggunakan kereta api pada momentum Lebaran.

Empat KA tambahan jarak jauh juga melintasi wilayah Daop 7, yakni KA Sancaka Tambahan relasi Surabaya Gubeng-Yogyakarta (PP), KA Gajayana Tambahan relasi Malang-Gambir (PP), KA Tambahan Surabaya Gubeng-Gambir (PP), serta KA Pasundan Tambahan relasi Surabaya Gubeng-Kiaracondong (PP). Tohari memastikan, ketersediaan tiket masih mencukupi. 

“Seperti KA Madiun Jaya keberangkatan dari Stasiun Madiun tujuan Pasar Senen, ketersediaan tempat duduk masih mencukupi. Juga untuk KA yang lain juga masih tersedia. Dapat dicek melalui aplikasi Access by KAI,” katanya.

Hingga Kamis (19/2/2026), penjualan tiket KA Lebaran reguler dan tambahan untuk periode keberangkatan 11 Maret-1 April 2026 menunjukkan tren positif. Berdasarkan data per 19 Februari pukul 07.44 WIB, tiket KA jarak jauh dari wilayah Daop 7 telah terjual 55.147 tiket atau sekitar 69 persen dari total kapasitas 80.124 tempat duduk.

“Dari 69 persen tersebut mayoritas dipesan untuk keberangkatan tanggal 22 Maret hingga 1 April 2026. Kami berkomitmen memberikan pelayanan optimal agar momentum angkutan Lebaran 2026 dapat berjalan selamat, aman, nyaman, dan berkesan bagi seluruh pelanggan,” kata Tohari. (rom)