Kamis, 29 Juli 2021 11:53

Selama Operasi Ketupat Semeru 2021, Polisi di Blitar Sita Ratusan Petasan dan Puluhan Sound System

Rabu, 19 Mei 2021 16:16 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Akina Nur Alana
Selama Operasi Ketupat Semeru 2021, Polisi di Blitar Sita Ratusan Petasan dan Puluhan Sound System
Pemusnahan barang bukti. (foto: ist)

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Sebanyak 599 petasan diamankan Polres Blitar selama Operasi Ketupat Semeru 2021. Ratusan petasan tersebut diamankan dari sejumlah warga yang hendak meledakkannya di malam takbiran dan setelah Salat Idulfitri.

Kapolres Blitar AKBP Leonard M. Sinambela mengatakan, ratusan petasan itu diperoleh dari wilayah Kecamatan Gandusari, Sutojayan, Garum, dan Doko. Selain ratusan petasan, pihaknya juga mengamankan 117 selongsong kertas yang belum sempat diisi bubuk petasan, serta 250 gram bubuk petasan.

"Dilakukan penyitaan sebanyak 599 buah petasan, kemudian selongsong kertas yang belum diisi bubuk petasan sebanyak 117 buah dan bubuk petasan sebanyak 250 gram. Barang bukti kami musnahkan dengan cara diguyur air. Namun, hanya dua dari mereka yang kami proses secara hukum dengan Undang-Undang Darurat tentang kepemilikan bahan peledak. Sedangkan puluhan pelaku yang lain, hanya dilakukan pembinaan," ujar Leonard, Rabu (19/5/2021).

Selain petasan, Polres Blitar juga mengamankan sebanyak 23 perangkat sound system yang digunakan masyarakat untuk membangunkan sahur, berkeliling saat malam takbir, dan battle sound system. Sebanyak 23 sound system tersebut diamankan dari wilayah Kecamatan Kesamben, Talun, Gandusari, Kademangan, Kanigoro, Sutojayan, dan Selopuro.

BACA JUGA : 

Manfaatkan Bus Sekolah, Pemkot Blitar Launching Vaksinasi Door to Door

Dua Kapolres di Surabaya Dimutasi Bersamaan

Kota Blitar Masuk PPKM Level 4, Santoso: Namun Ada Kelonggaran

84 Tahanan Polres Blitar Divaksin Covid-19

"Terkait dengan sound system ada dua jenis sanksi. Yaitu tipiring (tindak pidana ringan) karena mengganggu ketertiban masyarakat, kemudian dilakukan pengamanan barang bukti dan akan dikembalikan setelah pemilik memastikan tidak akan mengulangi perbuatannya," tegas Leo. (ina/zar)

Warga Sambisari dan Manukan Kulon Menolak Sekolah Dijadikan Tempat Isolasi Pasien Corona
Senin, 26 Juli 2021 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Korban Covid-19 yang terus berjatuhan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperluas tempat isolasi pasien yang sedang terpapar virus corona. Berbagai fasilitas gedung – termasuk sekolah – direncana...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...