Kamis, 17 Juni 2021 16:31

ACT Kediri dan Lintas Komunitas Deklarasikan Komite Kemanusiaan Internasional Pembebasan Palestina

Rabu, 02 Juni 2021 14:43 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Muji Harjita
ACT Kediri dan Lintas Komunitas Deklarasikan Komite Kemanusiaan Internasional Pembebasan Palestina
Fuad Fauzi, Ketua Relawan ACT Kediri saat memberi keterangan kepada wartawan. foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - ACT (Aksi Cepat Tanggap) Kediri bersama beberapa komunitas kemanusiaan dan ormas di Kediri menggelar deklarasi sebuah lembaga yang bernama Komite Kemanusiaan Internasional Pembebasan Palestina (KKIPP) di Rumah Makan di Kelurahan Bandar Kidul, Kota Kediri, Rabu (2/6).

Fuad Fauzi, Ketua Relawan ACT Kediri, menjelaskan bahwa Komite Kemanusiaan Internasional Pembebasan Palestina (KKIPP) adalah wadah perjuangan masyarakat sipil dunia berbasis spirit kemanusiaan untuk membebaskan Palestina dari segala belenggu penjajahan Israel.

"Demi terwujudnya perdamaian dunia maka penjajahan oleh Israel atas Palestina harus segera dihapuskan," kata Fuad Fauzi, Rabu (2/6).

Untuk itu, lanjut Fuad, Komite Kemanusiaan Internasional Pembebasan Palestina (KKIPP) sebagai wadah gerakan civil society dunia menyampaikan pernyataan sikap dengan tegas bahwa: Penjajahan Israel atas Palestina harus segera dihentikan,

BACA JUGA : 

Pesta Merdeka Covid-19 di Bar Gay, Wapres AS Hadiri Pawai LGBT

Komisi C DPRD Ponorogo Kunker ke Kabupaten Kediri, Ajak ARPL Diskusi Soal Lingkungan Hidup

Kekuatan Militer Indonesia Peringkat 16, Perlu Anggaran Rp 500-600 Triliun untuk Jadi Pemain Global

Peringati Hari Sepeda se-Dunia, Kosti Kediri Gelar Ngonthel Bareng dan Kampanye Tertib Lalu Lintas

"Israel harus bertanggung jawab atas segala bentuk penderitaan kerugian apapun yang menimpa Palestina hingga saat ini," ujarnya.

Selain itu, lanjut Fuad, Israel harus menyatakan permohonan maaf kepada seluruh warga Palestina dan seluruh umat Islam di dunia disertai dengan janji kepada umat Islam dan kepada rakyat Palestina untuk tidak melakukan tindakan appaun yang akan menjadikan kembalinya penjajahan Israel kepada Palestina.

"Menolak Israel sebagai negara yang sah serta menolak solusi dua negara (Two-State Solution) yang merugikan Palestina. Palestina adalah sebuah negara berdaulat penuh dan harus dikembalikan keadaannya seperti sebelum 1948," tegasnya.

Ditambahkan oleh Fuad, bahwa KKIPP mengajak seluruh organisasi kemanusiaan dan berbagai elemen civil society dunia untuk bersinergi bergerak bersama dalam penghentian penjajahan Israel atas Palestina dalam agenda advokasi dan aksi-aksi kemanusiaan.

"Kami mendesak kepada PBB untuk memberikan kebebasan kepada rakyat Palestina dalam 5 aspek, yaitu membebaskan dari kelaparan dan kelangkaan pangan, membebaskan dari ancaman kematian dan kurangnya fasilitas kesehatan, membebaskan dari ancaman kehilangan pekerjaan dan lahan pertanian, membebaskan untuk mendapat fasilitas pendidikan yang layak, dan membebaskan dari penjajahan," tambahnya.

Usai menyampaikan pernyataan sikap, para peserta menandatangi piagam sebagai bukti dukungan atas kemerdekaan Palestina. "Mari bersama kita bersatu bebaskan Palestina untuk mewujudkan perdamaian dunia," tandas Fuad Fauzi. (uji/rev)

Soal Anggaran Menhan untuk Alutsista Rp 1.700 Triliun, Ini Komentar Kiai Asep
Kamis, 17 Juni 2021 00:22 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Heboh anggaran untuk membeli Alutsista sebesar Rp 1.700 Triliun membuat Menteri Pertahanan Prabowo Subianto terus mendapat sorotan publik. Padahal, menurut Prabowo, master plan atau grand design itu permintaan ...
Jumat, 04 Juni 2021 10:27 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Bukit Kehi, destinasi wisata yang satu ini berada di Kota Pamekasan. Bukit Kehi menawarkan pemandangan daerah pegunungan yang hijau mempesona. Pengunjung bahkan bisa berenang di sejuknya hawa pegunungan di pulau gar...
Kamis, 17 Juni 2021 05:46 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Di Indonesia, terutama di Bangkalan dan Kudus, Covid-19 mengganas. Ratusan orang meninggal dunia.Tapi di belahan dunia lain Covid-19 justru lenyap. Inilah yang terjadi di California. Warganya pun berpesta. Pesta merd...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Sabtu, 12 Juni 2021 09:55 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...