Kamis, 29 Juli 2021 07:28

Gerebek Industri Rumahan Senapan Angin Ilegal di Blitar, Polisi Amankan 135 Pucuk

Kamis, 03 Juni 2021 22:36 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Akina Nur Alana
Gerebek Industri Rumahan Senapan Angin Ilegal di Blitar, Polisi Amankan 135 Pucuk
AKBP Yudhi saat merilis pemilik industri rumahan W beserta 135 pucuk senapan angin di Mapolres Blitar Kota.

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Polisi mengamankan pemilik industri rumahan W (41) beserta 135 pucuk senapan angin dari tempat perakitan di Desa Pikatan, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar.

Kapolres Blitar Kota AKBP Yudhi Hery Setiawan mengatakan, tempat perakitan senapan angin tersebut sudah beroperasi sejak 6 tahun lalu. Jenis senapan yang dirakit di antaranya kaliber 4,5 mm, 5,5 mm, 6,35 mm, 8 mm, dan 9 mm.

"Kami mengamankan pemilik yang saat ini berstatus tersangka dan sudah ditahan di Mapolres Blitar Kota," ujar AKBP Yudhi

Per minggu, tempat perakitan tersebut bisa memproduksi dan menjual 5 senapan angin. Senapan angin tersebut dipasarkan melalui media sosial dan dibanderol dengan harga Rp 1,1 juta sampai Rp 2,3 juta per pucuk. Pembelinya rata-rata berasal dari Pulau Sumatera dan Kalimantan.

BACA JUGA : 

Optimalkan PPKM Level 4, Polres Blitar Kota Pertimbangkan Pemberlakuan Sistem Ganjil-Genap

Perampok Bersenjata Api Satroni Rumah Bos Kafe di Gresik, Gasak Uang Puluhan Juta dan Perhiasan

Serbuan 1 Ton Bantuan Beras Polres Blitar Kota, Sasar Ojol hingga Abang Becak

Cegah Paparan Covid-19, Seluruh Tahanan Polres Blitar Kota Jalani Swab Test Antigen

"Senapan angin dijual dengan harga Rp 1,1 juta sampai Rp 2,3 juta. Dari satu pucuk senapan angin, pelaku dapat untung Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu," jelasnya.

Atas perbuatannya, pemilik industri rumahan senapan angin ilegal tersebut diancam dengan Pasal 106 UU Nomor 7 Tahun 2014 tentang pelaku usaha yang melakukan kegiatan usaha perdagangan tanpa izin di bidang perdagangan, dengan ancaman hukuman 4 tahun. Kemudian, UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.

Pasca penggerebekan tersebut, Polres Blitar Kota akan terus mengembangkan kasus tersebut. Pasalnya, industri rumahan perakitan senapan angin tersebut sudah berlangsung di Blitar selama enam tahun. (ina/ian)

Warga Sambisari dan Manukan Kulon Menolak Sekolah Dijadikan Tempat Isolasi Pasien Corona
Senin, 26 Juli 2021 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Korban Covid-19 yang terus berjatuhan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperluas tempat isolasi pasien yang sedang terpapar virus corona. Berbagai fasilitas gedung – termasuk sekolah – direncana...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...