Tingkatkan PAD dan Kurangi Pengangguran, Kades Karangturi Bangun Waterpark

Tingkatkan PAD dan Kurangi Pengangguran, Kades Karangturi Bangun Waterpark Karangturi Waterpark, Munjungan, Trenggalek. foto: HERMAN/ BANGSAONLINE

TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Kepala Desa Karangturi, Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek, Puryono, melakukan inovasi dengan membangun waterpark demi memajukan desa dan peningkatan ekonomi warga sekitar.

Waterpark yang diberi nama Karangturi Waterpark itu dibangun di atas tanah kas desa seluas 1 hektare.

Puryono mengatakan, ide pembangunan waterpark ini muncul dilatarbelakangi adanya Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa. Menurutnya Undang-Undang tersebut adalah sebuah produk politik. Oleh karena itu, ia memprediksi suatu saat nanti Undang-Undang tersebut kemungkinan besar akan dihentikan.

"Karena apa dihentikan, karena desa-desa itu sudah berdaya," kata Puryono yang merupakan kader militan PDIP sejak 32 tahun yang lalu, Sabtu (5/6).

Puryono menjelaskan alasannya lebih memilih membangun fasilitas bisnis ketimbang membangun sarana infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan lain sebagainya.

"Dengan membangun fasilitas bisnis tentu akan mendatangkan Pendapatan Asli Desa, dan PAD Desa itu akan dikembalikan pada masyarakat, kan begitu," kata Puryono yang sekaligus menjabat Ketua AKD (Asosiasi Kepala Desa) Kabupaten Trenggalek.

Ia menyampaikan pembangunan Karangturi Waterpark ini dibiayai dari DD (Dana Desa). Proses pembangunan Karangturi Waterpark membutuhkan waktu dua tahun dari tahun 2019 hingga 2021.

"Jadi kita mulai pembangunan waterpark ini sejak tahun 2019, kemudian baru kita buka untuk umum sehari jelang hari raya kemarin selama delapan hari," kata Puryono yang terpilih kembali sebagai kades secara berturut-turut di periode 2013-2019 dan 2019-2026.

Belum genap satu bulan dibuka untuk umum, kata Puryono, PAD yang didapat dari waterpark ini sudah mencapai puluhan juta rupiah.

Selain itu, para pemuda desa yang sebelumnya berstatus pengangguran juga teberdayakan sebagai tenaga kerja dengan adanya waterpark ini. Mulai dari juru parkir, penjaga loket, guide, penjaga kebersihan, teknisi mesin, dan lain-lain yang semuanya dikelola oleh BUM Desa (Badan Usaha Milik Desa) Karangturi.

"Jadi ada 26 warga Desa Karangturi yang bisa kita pekerjakan di waterpark itu," jelasnya.

Selain itu para pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) Desa Karangturi juga dilibatkan untuk menempati stan dan menjual hasil produknya di dalam kawasan waterpark tersebut.

Adapun fasilitas yang ada di waterpark tersebut mulai dari taman bermain untuk anak, kolam renang, gazebo, dan lain-lain.

"Harga tiket masuknya 10 ribu, itu khusus anak-anak. Untuk orang tuanya tidak dikenakan tarif tiket masuk, karena ini khusus anak-anak," terangnya.

Ke depan dirinya juga memproyeksikan pembangunan hotel dan Universitas Anak Nusantara yang semuanya akan dibangun di kawasan Karangturi Waterpark. (man/rev)