Kamis, 17 Juni 2021 15:58

DPRD Jatim Sesalkan Ada Contoh Pacaran di LKS Madrasah Ibtidaiyah

Rabu, 09 Juni 2021 20:36 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: M Didi Rosadi
DPRD Jatim Sesalkan Ada Contoh Pacaran di LKS Madrasah Ibtidaiyah
Lembaran LKS yang menyebutkan ciri-ciri orang munafik sebagai contoh ingkar janji saat pacaran. foto: istimewa

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Buku Lembaga Kerja Siswa (LKS) Kelas V Madrasah Ibtidaiyah (MI) menjadi sorotan. Pasalnya, di LKS tersebut menyebutkan ciri-ciri orang munafik sebagai contoh ingkar janji saat pacaran.

Hal itu pun membuat kesal Anggota DPRD Jatim Ahmad Iwan Zunaih. Saat mendampingi anaknya belajar, ia pun sontak terkejut saat mendapati ada kalimat yang kurang pantas di LKS itu.

Pada bab tentang munafik dalam buku LKS tersebut tertulis ciri-ciri orang munafik, seperti janjian ketemu sama pacar di warung kebab bang piih tetapi tidak datang karena lebih mementingkan bisnis.

"Saat saya mendampingi anak belajar ada bab terkait masalah munafik. Cuma contohnya itu tidak etis sama sekali dan tidak mendidik. Contoh-contoh itu juga sering terjadi," kata politikus dari Fraksi NasDem itu, Rabu (9/6/3021).

BACA JUGA : 

Sekretariat DPRD Bali Studi Banding ke DPRD Jatim

Bersama Kiai Makki Nasir, Anggota DPRD Jatim Dapil Madura Edukasi Warga Bangkalan Patuhi Prokes

​Dewan Tolak Usulan Penutupan Dua Pabrik Gula di Jatim

Sinergitas Anggota DPRD Jatim Dapil Madura, Berikan 3.000 Paket Bantuan Covid-19 di Bangkalan

Gus Iwan, sapaan akrabnya ini pun mengaku tidak jarang menemukan hal serupa yang ada pada lembaran LKS. Karena itu ia mendesak Dinas Pendidikan, Kementerian Agama untuk bertanggung jawab.

"Seharusnya ada proses seleksi menyeluruh LKS-LKS yang disebar kepada para siswa. LKS itu harus ada semacam akreditasinya. Jangan semua penerbit bisa menerbitkannya, akhirnya seperti ini tidak ada audit, tidak ada edit, dan tidak ada acuan yang baku," ujar Anggota Komisi B DPRD Jatim ini.

Apalagi, lanjut dia, pelajaran untuk anak-anak usia dini harus lebih diperhatikan. Demi tumbuh kembang anak agar tidak terpapar dan mengarah pada perbuatan yang tidak elok.

"Hal-hal semacam ini akan terus membekas pada diri anak dan bila tidak diperhatikan serius maka bagaimana mutu pendidikan kita kedepannya khususnya dalam pembentukan karakter anak bangsa," tandasnya.

Seharusnya, tambah Gus Iwan, Dewan Pendidikan dan Kementerian Pendidikan serta Kementerian Agama hingga Dinas Pendidikan bersama-sama membikin akreditasi LKS.

"Supaya LKS yang tersebar kepada sekolah itu memiliki mutu yang standar dan tidak ngawur seperti ini," pungkasnya. (mdr/ian)

Soal Anggaran Menhan untuk Alutsista Rp 1.700 Triliun, Ini Komentar Kiai Asep
Kamis, 17 Juni 2021 00:22 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Heboh anggaran untuk membeli Alutsista sebesar Rp 1.700 Triliun membuat Menteri Pertahanan Prabowo Subianto terus mendapat sorotan publik. Padahal, menurut Prabowo, master plan atau grand design itu permintaan ...
Jumat, 04 Juni 2021 10:27 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Bukit Kehi, destinasi wisata yang satu ini berada di Kota Pamekasan. Bukit Kehi menawarkan pemandangan daerah pegunungan yang hijau mempesona. Pengunjung bahkan bisa berenang di sejuknya hawa pegunungan di pulau gar...
Kamis, 17 Juni 2021 05:46 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Di Indonesia, terutama di Bangkalan dan Kudus, Covid-19 mengganas. Ratusan orang meninggal dunia.Tapi di belahan dunia lain Covid-19 justru lenyap. Inilah yang terjadi di California. Warganya pun berpesta. Pesta merd...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Sabtu, 12 Juni 2021 09:55 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...