Senin, 02 Agustus 2021 23:25

Bukan Obat, Bukan Vaksin, Tak Diakui, Tapi Timbulkan Antibodi-Protektif pada Covid-19, Apa Itu?

Jumat, 18 Juni 2021 08:14 WIB
Editor: mma
Bukan Obat, Bukan Vaksin, Tak Diakui, Tapi Timbulkan Antibodi-Protektif pada Covid-19, Apa Itu?
Dahlan Iskan

SURABAYA, BANGSAONLINE.com Dahlan Iskan, wartawan kondang, menyajikan tulisan pendek. Bahkan sangat pendek. Tapi tokoh media asal Takeran Magetan Jawa Timur itu mengajukan pertanyaan-pertanyaan menggelitik dan solutif terkait upaya penanganan Covid-19.

Nah, siapa tahu jika pertanyaan-pertanyaan itu dijawab dengan “jujur dan tepat”, terutama oleh pemerintah, bisa membantu jadi solusi bagi penanganan Covid-19 yang kini mengalami lonjakan kasus baru dan marak lagi?

Bagaimana pertanyaannya? Silakan simak tulisan wartawan terkemuka itu di Disway, HARIAN BANGSA dan BANGSAONLINE.com hari ini, Jumat 18 Juni 2021. Selamat membaca:

Kali ini saya tidak membela VakNus. Saya hanya ingin sungguh-sungguh bertanya kepada pembaca. Terutama kepada para ahli, birokrat, lembaga riset, otoritas perizinan, dan siapa saja:

BACA JUGA : 

Dahlan Iskan Minta Maaf, Abaikan Si Cantik Rambut Keriting, Nulis Rp 2 Triliun Hingga 4 Tulisan

Si Cantik Stres, Sumbangan Keluarga Akidi Tio Rp 2 Triliun pada Kapolda Sumsel Belum Cair

Gandeng Pemain Bola sebagai Duta Vaksin, Bupati Mojokerto Kejar Herd Immunity 70 Persen

Jangan Takut Tapi Jangan Sombong, Dalam Sejarah Islam Pernah Terjadi Wabah Tha’un

Ada satu barang.

Katakanlah belum punya nama.

Ia bukan vaksin.

Ia bukan obat.

Ia bukan makanan atau minuman.

Ia bukan jamu.

Barang itu lalu disuntikkan ke dalam tubuh manusia.

Sampai 17 hari kemudian orang yang disuntik ''barang itu'' tidak punya keluhan apa-apa. Tidak ada yang meriang. Tidak ada yang panas badan. Tidak ada yang sakit.

Di hari ke 18 mereka diperiksa di makmal independen.

Hasil makmal menunjukkan orang tersebut memiliki antibodi terhadap Covid-19. Dengan angka antara 160 sampai 200.

Mereka juga memiliki proteksi terhadap Covid-19 dengan angka yang meyakinkan: antara 48-94.

Memiliki proteksi itu penting karena belum tentu yang sudah punya antibodi tidak tertular Covid.

Pertanyaan saya:

1. Harus disebut apa jenis barang itu? (Tidak diakui sebagai vaksin, tidak diakui sebagai obat, bukan therapy karena hanya untuk mencegah, bukan jamu, bukan makanan/minuman).

2. Siapa yang harus memberi izin agar barang itu bisa dipakai. Siapa atau lembaga apa yang harus menguji agar izin bisa diproses?

3. Ketika Covid-19 masih marak seperti sekarang dan varian-varian baru muncul, apakah barang seperti itu diperlukan?

Saya lihat banyak orang meminati barang itu. Tapi hanya yang mampu secara ekonomi yang akan bisa menjangkau. Sekali suntik bisa sekitar Rp 5 juta. Harga itu sangat mahal untuk kebanyakan orang Indonesia. Harga itu mahal karena tidak dibuat massal. Barang itu tidak bisa dibuat massal karena tidak ada izin sebagai vaksin/obat/makanan/minuman.

Saya hanya bertanya tiga soal di atas. Itu karena saya tidak mampu menjawabnya.

Please. (*)

Respons Keluhan Ojol Karena Terdampak Pandemi, ASC Foundation Bagikan Paket Sembako dan Uang Bensin
Kamis, 29 Juli 2021 13:40 WIB
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Muhammad Al Barra bersama Tim ASC Foundation-nya, telah menyalurkan paket sembako kepada para pedagang terdampak PPKM darurat di 12 kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Aksi sosial ini terus dilakukan Gus Barra. Kali i...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Senin, 02 Agustus 2021 11:32 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...