Kamis, 29 Juli 2021 11:59

Libatkan Emak-Emak, Laskar Semut Gunung Kompak Bersihkan Gulma di Kebun Bibit Mranggen Kediri

Senin, 21 Juni 2021 17:04 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Muji Harjita
Libatkan Emak-Emak, Laskar Semut Gunung Kompak Bersihkan Gulma di Kebun Bibit Mranggen Kediri
Emak-emak dan mbak-mbak yang rela berpanas-panasan ikut membersihkan gulma di Kebun Bibit Terpadu Kabupaten Kediri di Desa Mranggen, Kecamatan Purwoasri. (foto: ist)

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Laskar Semut Gunung yang tergabung dalam Aliansi Relawan Peduli Lingkungan (ARPL) Kediri merayap di kebun yang rencananya akan disulap menjadi kebun bibit terpadu dan konservasi lingkungan di Desa Mranggen, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri. Kegiatan dilakukan bersama puluhan laskar dari berbagai komunitas lingkungan di Kediri, Minggu (20/6/2021) kemarin.

Mereka bersatu-padu membersihkan gulma dan sampah di kebun bibit yang berlokasi di belakang Terminal Purwoasri yang kini disulap menjadi Balai Uji Kir Kendaraan bermotor Dishub Kabupaten Kediri.

Lahan milik Pemkab Kediri itu rencananya memang diperuntukkan sebagai kebun bibit berbagai macam tumbuhan yang disiapkan juga sebagai bank bibit tanaman, guna giat penghijauan di masa mendatang.

Kegiatan 'membuka' lahan ini tidak mengenal gender. Baik relawan laki-laki, emak-emak, dan anak-anak, semua bergerak bersama-sama membersihkan lahan dari rumput dan gulma yang menutupi lahan seluas sekitar 1 hektare tersebut.

BACA JUGA : 

Ringankan Beban Masyarakat, Polres Kediri Bagikan Sembako untuk Warga Pinggiran Eks Lokalisasi

Wali Kota Kediri Tinjau Penyaluran Bantuan Sosial Beras untuk 21.998 KPM

Masih Pandemi, Ritualan 1 Suro di Petilasan Sri Aji Joyoboyo Kembali Ditiadakan

Segera Dirikan RSDS, Satgas Covid-19 Kabupaten Kediri Tinjau Lokasi di Bekas Kantor Dispertabun

Pemimpin Aksi dr. Ari Purnomo Adi mengatakan bahwa kebun bibit dan konservasi tanaman di Desa Mranggen ini nantinya diperuntukkan sebagai pengembangan konservasi tanaman di Kabupaten Kediri.

"Sebagai penyedia bibit tanaman bagi penghijauan, sebagai edukasi konservasi lingkungan, dan tentunya sebagai 'penjaga' bagi ratusan sumber-sumber mata air di wilayah Kabupaten Kediri," ujar dr. Ari, Senin (21/6/2021).

Aktivis yang juga seorang dokter itu berharap apa yang telah, sedang, dan akan dilakukan para relawan lingkungan ini bisa membawa kebaikan bagi lingkungan dan masyarakat Kediri dan sekitarnya.

"Dan kiranya kita bisa mewariskan sesuatu yang indah bagi generasi penerus serta demi masa depan lingkungan dan perairan Indonesia yang lebih baik," pungkas aktivis lingkungan nyentrik tersebut. (uji/zar)

Warga Sambisari dan Manukan Kulon Menolak Sekolah Dijadikan Tempat Isolasi Pasien Corona
Senin, 26 Juli 2021 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Korban Covid-19 yang terus berjatuhan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperluas tempat isolasi pasien yang sedang terpapar virus corona. Berbagai fasilitas gedung – termasuk sekolah – direncana...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...