Ia minta agar pengurus NU ke depan adalah kader NU yang sudah jelas track record dan pengabdiannya kepada ormas keagamaan yang lahir 1926 ini.
“Jangan yang jadi pengurus NU orang yang tiba-tiba turun dari sidratul muntaha,” canda Kiai Hasyim yang lagi-lagi disambut tawa para kiai.
Ia mengaku mendapat pesan dari seorang kiai agar NU didekatkan kembali kepada Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari. Karena itu Kiai Hasyim mengapresiasi sikap para kiai sepuh dan pengurus PCNU serta PWNU di berbagai daerah yang mendukung Gus Solah sebagai calon ketua umum PBNU dalam Muktamar NU ke-33 di Jombang.
“Gus Solah ini clean dan clear. Jadi gak mungkin ditangkap KPK,” kata Kiai Hasyim yang disambut gelak tawa para kiai.
Gus Solah, kata Kiai Hasyim, adalah figur bersih dan itu diakui oleh berbagai pihak. Selain itu, kata Kiai Hasyim, Gus Solah sebagai tokoh nasional dikenal punya integritas tinggi dan cakap secara organisasi dan managerial.
“Gus Solah sudah terbukti dalam mimpin Pesantren Tebuireng,” kata Kiai Hasyim.
Dalam kesempatan itu Kiai Hasyim juga berpesan agar jangan sampai mempertentangkan tokoh NU dengan tokoh NU lainnya, terutama dalam Muktamar NU nanti.
“Sekarang ini kan banyak calon ketua umum yang mulai muncul. Ada Pak Said Aqiel, ada juga Pak Selamet Effendy Yusuf, juga ada Pak Malik Madani,” katanya. Selain itu juga ada As’ad Said Ali dan Muhammad Adnan dari Jawa Tengah.
Kiai Hasyim mengajak semua kader NU introspeksi. Menurut dia, kini harus diakui NU kalah selangkah dengan Muhammadiyah. Ia mencontohkan kasus MUI dan Forum Lintas Agama.
“Sekarang lembaga seperti MUI dan forum itu dipimpin Muhammadiyah, padahal NU punya peran strategis di lembaga dan forum itu,” kata Kiai Hasyim. Begitu juga Islam ditingkat internasional, dan lintas partai politik, dikendalikan Muhammadiyah. (hms/ma)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




