Sejumlah bantuan hadir di balai kota.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pemkot Surabaya terus melakukan berbagai upaya untuk menangani pandemi Covid-19 di Surabaya, termasuk melakukan refocusing anggaran untuk menangani wabah global ini.
Berdasarkan perhitungan belanja kebutuhan per Juli – Desember 2021, pengeluaran belanja kurang lebih sekitar Rp 446 miliar. Sedangkan angka yang dapat dicover oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD) kurang lebih senilai Rp 200 miliar.
BACA JUGA:
- Revitalisasi Dikebut, 5 Pasar Tradisional Surabaya Ditarget Tuntas Pertengahan Mei 2026
- Bukan Cagar Budaya Asli, Pemkot Surabaya Hapus Status dan Bongkar Fasad Eks Toko Nam
- Pendaftaran Beasiswa Pemuda Tangguh Dibuka, Pemkot Surabaya Fokus Jemput Bola untuk Warga Desil 1-5
- Surabaya Kejar Penunggak Nafkah, Sistem Notifikasi Muncul Otomatis
Sekretaris Daerah (Pemkot) Surabaya Hendro Gunawan mengatakan, ia bersama jajaran Kepala Perangkat Daerah (PD) sudah melakukan berbagai upaya untuk merasionalisasi anggaran belanja di masing-masing dinas. Bahkan, ia meminta meskipun keterbatasan anggaran di setiap PD-nya, tetap wajib melakukan output kinerja tanpa budget.
“Bahwa semua sudah kami refocusing. Tetapi ternyata itu belum juga mencukupi. Apalagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang diproyeksi mengalami penurunan Rp 1,5 triliun,” kata Hendro Gunawan, Selasa (19/7/2021).
Oleh karena itu, dalam kondisi seperti sekarang ini, Pemkot Surabaya butuh kebersamaan seluruh stakeholder untuk terlibat dan berperan dalam penanganan Covid-19. Bahkan, ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bahu membahu menghentikan laju penyebaran wabah dunia ini secara bersama-sama.
Ia meyakini penanganan pandemi ini dapat terasi apabila semua elemen masyarakat memberikan dukungannya baik tenaga maupun materi.






