Senin, 02 Agustus 2021 22:04

Bupati dan Wabup Madiun Serahkan 346 Ton Pupuk Bersubsidi ke Petani

Rabu, 21 Juli 2021 19:09 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Hendro Utomo
Bupati dan Wabup Madiun Serahkan 346 Ton Pupuk Bersubsidi ke Petani
Bupati Ahmad Dawami dan Wabup Hari Wuryanto menyerahkan pupuk bersubdi kepada para petani secara simbolis, di Ruang Rapat Eka Kapti Puspem Mejayan, Rabu (21/7).

MADIUN, BANGSAONLINE.com - Guna meningkatkan hasil pertanian dan ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Madiun saat pandemi Covid-19, Bupati Ahmad Dawami dan Wakil Bupati Hari Wuryanto menyerahkan pupuk bersubsidi kepada para petani secara simbolis, di Ruang Rapat Eka Kapti Puspem Mejayan, Rabu (21/7).

Sekitar 346 ton pupuk NPK plus yang akan diberikan kepada 10.968 petani yang menggarap/memiliki lahan usaha tani padi kurang dari 0,199 ha per musim.

“Dinas Pertanian sudah mencari penerima pupuk subsidi ini, tentunya sudah ada skala prioritas penerima yang masih sangat perlu dibantu. Dan ini memang belum semuanya mendapatkan pupuk bersubsidi karena mengingat kemampuan keuangan daerah. Tapi, minimal sudah dapat mengintervensi dalam ketahanan pangan ini dapat tertangani,” urai Ahmad Dawami setelah melakukan penyerahan pupuk bersubsidi secara simbolis kepada petani.

Pemberian pupuk bersubsidi itu, lanjut bupati yang akrab dipangil Kaji Mbing ini, juga bermaksud untuk menambah porsi pupuk subsidi yang masuk di e-RDKK.

BACA JUGA : 

Bupati Madiun Bagikan Bantuan ke Anak Yatim Piatu, Disabilitas, Eks Psikotik, dan Lansia

Bantu Perekonomian Pekerja Seni, Pemkab Madiun Salurkan Bantuan Uang Tunai Senilai Rp 600 Ribu

Bupati Madiun Dampingi Gubernur Khofifah Serahkan Bantuan ke Pekerja Seni

Pemkab Madiun Mulai Salurkan Sembako untuk 68.320 KPM

“Jadi, kita perbesar subsidi pupuk, karena ini di masa sulit juga, kita ringankan lah. Kalau kita tidak berikan bantuan uang, minimal kita beri bantuan pupuk, sehingga konteksnya sama. Artinya, biaya yang dikeluarkan oleh petani ini turun sehingga pendapatan petani bisa naik,” jelasnya.

Pembagian pupuk ini bagian dari intervensi terhadap produksi panen. “Di masa pandemi ini, bicara pertanian harus surplus, karena ini merupakan bagian ketahanan pangan juga. Bisa dibayangkan bila hasil panen ini berkurang dan kebutuhan pokok kurang, maka masa sulit ini semakin sulit lagi,” pungkas Kaji Mbing. (hen/ian)

Respons Keluhan Ojol Karena Terdampak Pandemi, ASC Foundation Bagikan Paket Sembako dan Uang Bensin
Kamis, 29 Juli 2021 13:40 WIB
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Muhammad Al Barra bersama Tim ASC Foundation-nya, telah menyalurkan paket sembako kepada para pedagang terdampak PPKM darurat di 12 kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Aksi sosial ini terus dilakukan Gus Barra. Kali i...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Senin, 02 Agustus 2021 11:32 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...