Gelar Hajatan Saat PPKM Darurat, Anggota DPRD Banyuwangi Didenda Rp 500 Ribu

Gelar Hajatan Saat PPKM Darurat, Anggota DPRD Banyuwangi Didenda Rp 500 Ribu Anggota DPRD Banyuwangi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Syamsul Arifin menjalani sidang tipiring usai diperiksa intensif oleh polisi lantaran menggelar hajatan anaknya saat PPKM darurat. (foto: ist)

BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Anggota DPRD Banyuwangi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Syamsul Arifin menjalani sidang tipiring usai diperiksa intensif oleh polisi lantaran menggelar hajatan anaknya saat PPKM darurat.

Hasil putusan anggota dewan terhormat itu pun tak beda jauh dengan putusan sidang tipiring Kades Temuguruh, Kecamatan Sempu, Banyuwangi. Jika Kades Temuguruh Asmuni disanksi denda Rp 48.000 subsider dua hari kurungan, Syamsul Arifin hanya dikenakan Rp 500.000 subsider tujuh hari kurungan.

"Terdakwa (Syamsul Arifin) kami nyatakan bersalah dan dikenakan pidana denda sebesar Rp 500.000. Apabila denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan tujuh hari," kata Ketua Majelis Hakim I Made Gede Trisna Jaya Susila, S.H., M.H., saat memimpin sidang tipiring di Ruang Cakra, Senin (26/7/2021).

Mendengar putusan tersebut, dengan menghirup napas panjang Syamsul Arifin tampak lega. Ia pun mengaku salah dan tak bermaksud melanggar aturan pemerintah. Pasalnya, sudah jauh hari acara hajatan tersebut direncanakan dan tidak menduga PPKM akan diperpanjang.

Simak berita selengkapnya ...