SUMENEP (BangsaOnline) - Mendekati pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) tahun 2015, suasana partai politik pengusung calon bupati dan calon wakil bupati (Cabub-Cawabub) kian memanas. Bahkan Partai Demokrat (PD) menyatakan perang terbuka dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Meskipun PD dengan PKB merupakan partai besar di Sumenep, namun PD secara tegas menolak berkoalisi dalam pesta demokrasi yang akan dilaksanakan akhir tahun 2015 mendatang.
"Yang jelas kalau dengan PKB kami tidak mungkin berkoalisi. Alasannya sederhana, PD dan PKB sama-sama merebut Bupati," kata Sekretaris DPC PD Sumenep Syahrir Ridha.
Sementara dengan sejumlah partai politik yang lain, seperti Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Parsatuan Pembangunan (PPP), Gerindra, Hanura, Syahrir mengungkapkan masih bisa. ”Komunikasinya itu dilakukan ditingkat DPD (Dewan Perwakilan Daerah) PD,” terangnya
Menurut Iir sapaan akrabnya Syahrir Ridha, DPC tidak bisa menentukan arah koalisi, yang menentukan koalisi dalam pilkada mendatang adalah tim 7 yang dibentuk oleh DPD. Sedangkan tim tujuh itu beranggotakan DPP, DPD dan juga DPC.
”Nah untuk koalisinya, merupakan kewenangan tim tujuh, mau koalisi dengan partai apa, dan juga akan bergandengan dengan siapa dalam pelaksanaannya nanti,” ungkapnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




